Minggu, Agustus 12, 2012

MENELUSURI YAYASAN ZAKAT AMERIKA

Bersedekah dan berderma tidak hanya merupakan kewajiban tetapi juga merupakan panggilan bagi banyak orang. Paling tidak itulah yang dirasakan oleh kaum Muslim yang tergabung dalam Zakat Foundation of America, atau Yayasan Zakat Amerika.
Zakat Foundation of America, organisasi amal Islam yang berkantor di kota Worth, negara bagian Illinois ini membantu komunitas yang memerlukan baik di Amerika maupun di luar Amerika.
Dengan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, maka kita akan membantu membawa perubahan yang lebih baik di  dunia ini, seperti yang dikatakan Khalil Demir,  salah satu pendiri Yayasan Zakat Amerika, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif.
“Kita sebagai orang Islam tidak boleh tinggal diam dengan masalah yang kita hadapi, kita harus memberikan solusi, sebagai Muslim kita mengetahui bahwa Allah telah berfirman, Allah tidak akan mengubah (nasib suatu kaum),  kecuali kita sendiri yang akan mengubahnya.’ Untuk terjadinya perubahan ini, Muslim harus proaktif, dan kitalah pembawa perubahan itu,” papar Khalil.

Pada bulan Ramadan seperti ini, Zakat Foundation sekali lagi membagi berkah Ramadan kepada  mereka yang memerlukan. Pada bulan Ramadan tahun lalu, yayasan ini telah membantu lebih dari 300 ribu orang di lebih dari 40 negara, dan tahun 2012 ini yayasan ini merencanakan untuk membantu lebih banyak orang lagi.
“Program Satu Tahun, 100 sumur” yaitu kampanye penyediaan air bersih untuk ribuan warga di beberapa wilayah di Afrika, merupakan salah satu dari sekian banyak program penggalangan dana untuk Ramadan.
Kejadian-kejadian yang menimpa penduduk di beberapa negara Islam juga tidak luput dari bantuan  yayasan ini. Mereka memberikan  bantuan untuk penduduk Suriah yang saat ini harus mengungsi ke  Turki, Yordania, Lebanon atau pun mereka yang masih ada di Suriah, karena persengketaan politik di negaranya. Di Suriah, bekerja sama dengan Syrian Humanitarian Relief Campaign,  yayasan ini telah mengumpulkan dana hampir 3 juta dolar untuk para pengungsi Suriah sejak bulan Maret 2011.

Di Amerika sendiri selama Ramadan, Zakat Foundation melakukan penggalangan dana saat buka puasa bersama di beberapa kota seperti: Washington DC, Boston, New York, Philadelphia, dan Chicago. Di Delaware, organisasi amal ini mendukung kegiatan kebun warga yang dilakukan oleh para pemuda setempat, dimana sayur mayur hasil kebun tersebut disumbangkan kepada Delaware Food Bank, sebuah organisasi nirlaba,  anggota dari Feeding America Hunger Relief Charity.
Memberikan bantuan kepada mereka yang tertimpa musibah, sudah menjadi bagian dari misi Zakat Foundation. Pada saat gempa besar menghantam Haiti Januari 2010, Zakat Foundation bekerja sama dengan sejumlah warga Muslim lokal untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Ketika Tsunami menimpa Aceh pada bulan Desember 2004, yayasan ini juga memberikan sejumlah bantuan dalam programnya “The Village of Hope” dengan memberikan bantuan tempat tinggal, pusat belajar, dan juga membangun  masjid. Ketika terjadi gempa Yogya tahun 2006, yayasan ini bekerja sama dengan organisasi setempat memberikan bantuan kemanusiaan pada warga Bantul yang tertimpa musibah.
Sejak saat dibentuknya Zakat Foundation di tahun 2001, yayasan ini telah berkembang dari sekedar  memberikan bantuan darurat langsung dan program musiman yang dipusatkan pada wilayah-wilayah miskin, menjadi pemberian Zakat dan Sadakah untuk solusi jangka panjang dan berkelanjutan,  seperti dipaparkan Khalil Demir:
 “Zakat harus diberikan, sehingga orang atau komunitas yang menerimanya bisa menggunakan zakat itu untuk  mengubah kondisi kearah yang lebih baik, dan itu bisa menciptakanpembangunan yang berkelanjutan. Ini  telah dilakukan oleh Nabi Muhammad  1400 tahun yang lalu. Kita harus selalu menghidupkan tradisi-tradisi Islam dalam komunitas kita dan inilah yang kita lakukan melalui Zakat Fondation of America.”
Ditanya tentang apakah Zakat Foundation mendapat kesulitan dari pemerintah Amerika saat melaksanakan  kegiatannya, Khalil mengatakan bahwa pemerintah Amerika justru mendukung kegiatan mereka.
Dalam 10 tahun operasi yayasan tersebut di Amerika, Khalil mengatakan yayasan tersebut tidak mengalami hambatan.  Namun ia menyayangkan juga bahwa masih ada orang-orang yang  memiliki pandangan salah terhadap Muslim. Ia mencontohkan kejadian terbakarnya Masjid Joplin di Missouri baru-baru ini, ataupun insiden penembakan di kuil Sikh di Wisconsin, yang menewaskan tujuh orang termasuk pelakunya, dimana diduga pelakunya mengira kuil tersebut adalah masjid.

Kejadian-kejadian seperti itu diakuinya  kadang membuatnya khawatir. Namun di luar kekhawatiran itu, ia yakin bahwa toleransi beragama akan selalu mendapat tempat di Amerika. Seperti keyakinannya bahwa ajaran keimanan dapat menggerakkan hati untuk menjangkau orang-orang yang membutuhkan pertolongan, seperti yang dilakukannya melalui Zakat Foundation.

Tidak ada komentar: