Jumat, Februari 24, 2012

SANG PIONIR : UMMI, MAMA, IBU, BUNDA

Di balik pria yang agung, ada wanita agung di belakangnya. Demikian orang bijak mengatakan. Jika ada lelaki yang menjadi cendekia, tokoh ternama, pemimpin yang disegani, atau mujahid kesatria maka lihat dulu siapa ibunya. Karena, ibu memiliki peran besar dalam membentuk watak, karakter, dan pengetahuan seseorang. Ibu adalah ustazah pertama sebelum si anak berguru kepada orang lainnya, kapan pun dan di manapun.

Ibu adalah orang pertama yang memberikan nutrisi kehidupan berupa air susu dan kasih sayang sebelum mereka bergelut dengan dinamika kehidupan. Maka, kecerdasan, keuletan, dan budi pekerti sang ibu adalah faktor dominan bagi masa depan anak-anaknya.

Seorang ibu memiliki peran penting dalam mendidik anaknya. Jika ia memainkan peran tersebut dengan baik, kelak ia –bahkan masyarakat-- akan memetik buah manisnya dari sang anak berupa ketaatan dan kesuksesan. Namun, bila ia menyia-nyiakan perannya, kelak ia akan menuai kedurhakaan, sikap kurang ajar, rasa malu, dan penyesalan.

Peran paling mendasar yang dimainkan oleh seorang ibu, di antaranya, adalah, menanamkan nilai-nilai luhur dan budi pekerti mulia dalam dirinya sendiri terlebih dahulu karena orang yang tidak punya sesuatu tidak mungkin memberi kepada orang lain.

Allah SWT telah menentukan karakter seorang ibu yang baik dan salehah dalam surat an-Nisa. “Maka, wanita yang salehah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak  ada. Maka dari itu, Allah telah memelihara mereka.” (QS an-Nisa [4]: 34). Karenanya, seorang istri salehah lebih cocok untuk diajak membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah dan melahirkan keturunan yang saleh lagi salehah.

Utsman bin Affan pernah berpesan kepada anak-anaknya, “Wahai anak-anakku, sesungguhnya orang yang hendak menikah itu ibarat orang yang hendak menyemai benih. Maka, hendaknya ia memperhatikan di mana ia akan menyemainya. Dan, ingatlah bahwa wanita yang berasal dari keturunan yang jelek jarang sekali melahirkan keturunan yang baik maka pilih-pilahlah terlebih dahulu meskipun sejenak.”

Dengan ini sangat gamblang bahwa peran ibu sangat urgen dalam dunia pendidikan. Ia adalah pemeran utama dan salah satu faktor terpenting yang melatarbelakangi keberhasilan proses pendidikan itu sendiri. Dengan kesalehannya, masyarakat akan menjadi saleh. Dan, sebab kebrobokan akhlaknya, masyarakat akan menjadi amburadul. Ibu adalah pionir perubahan dan pencetak generasi brilian. Tanpa ibu yang salehah, kita hanya akan menuai duri dan buah yang pahit di tengah masyarakat.

Senin, Februari 20, 2012

MARI BIMBING MUSLIM ASMAT PAPUA

Imam Masjid Istiqlal, Ali Hanafiyah mengatakan dari tahun 1980an, telah ada dari kalangan suku Asmat yang memeluk Islam. Namun, tidak adanya pembimbing menjadikan Muslim Asmat seolah diabaikan.

“Mereka yang masuk Islam lalu mendapat pemberitaan dari media. Tapi setelah itu, tidak ada bimbingan berkesinambungan sehingga mereka tidak menjalankan Islam secara kaffah,” kata Ali dalam pesannya kepada keluarga Umar yang baru saja mengucapkan syahadat di Masjid Darussalam, Jati Bening, Bekasi, Ahad (19/2).

Ali mengatakan adalah tugas umat Islam untuk bersama-sama memberikan perhatian dan bimbingan kepada Muslim Asmat.  Umat Islam perlu mencontoh Rasulullah SAW saat mendidik para sahabat seperti Abu Bakar, Umat bin Khattab, dan Ustman bin Affan.

“Nabi SAW mengislamkan kota Mekkah dengan mendekati para pemimpin kabilah kota itu. Lalu beliau bentuk Makkah sebagai pusat penyebaran Islam,” papar Ali.

Untuk itu, menurut Ali, kelak suku Asmat dapat menjadi pusat penyebaran Islam di Papua. Ia percaya masuknya Islam ke Papua akan memberikan perubahan pada wilayah itu. “Kita akan buat Papua menjadi lebih bermartabat,” katanya. Agung Sasongko.

Jumat, Februari 17, 2012

DUKUNG MTQ NASIONAL AMBON MALUKU 2012

Menko Kesra, Agung Laksono memastikan situasi keamanan kota Ambon sudah kondusif. Untuk itu, masyarakat Ambon meminta agar pelaksanaan MTQ tahun 2012 berlangsung di ibukota Maluku tersebut.

"Situasi Ambon sangat baik. Yang terjadi bukanlah masalah agama. Karenanya, mereka berkeinginan kuat agar MTQ dilaksanakan disana," papar Agung.

Meski demikian, lanjut Agung, penetapan kota Ambon sebagai tuan MTQ masih dalam pembahasan. Yang pasti, aspirasi masyarakat Ambon akan menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan tersebut.

"Laporan terakhir, umat Kristiani siap menyukseskan acara itu. Ini perkembangan yang bagus," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kota Ambon, sempat mencekam. Situasi terjadi akibat kabar simpang siur terkait kematian seorang tukang ojek. Tak beberapa lama, situasi mencekam itu berangsur membaik. Warga Ambon mulai kembali menjalankan aktivitasnya masing-masing.

Minggu, Februari 05, 2012

MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1433 HIJRIYAH

Jiwa Rasulullah SAW merangkum banyak akhlak mulia, seperti sifat malu, mulia, berani, menetapi janji, ringan tangan, cerdas, ramah, sabar, memuliakan anak yatim, berperangai baik, jujur, pandai menjaga diri, senang menyucikan diri, dan berjiwa bersih.

Ibnu Qayyim menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW memadukan takwa kepada Allah dan sifat-sifat luhur. Takwa kepada Allah SWT dapat memperbaiki hubungan antara seorang hamba dan Tuhannya, sedangkan akhlak mulia dapat memperbaiki hubungannya dengan sesama makhluk Allah SWT. Jadi, takwa kepada Allah SWT akan melahirkan cinta seseorang kepada-Nya dan akhlak mulia dapat menarik cinta manusia kepadanya.

Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Aisyah RA tentang akhlak Rasulullah SAW. Aisyah menjawab, "Akhlak Nabi SAW adalah Alquran." (HR Muslim).

Sungguh, jawaban Aisyah ini singkat, namun sarat makna. Ia menyifati Rasulullah SAW dengan satu sifat yang dapat mewakili seluruh sifat yang ada. Memang tepat, akhlak Nabi SAW adalah Alquran.

Allah SWT berfirman, "...Alquran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus..." (QS. Al-Israa': 9).

"(Yang) memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus..." (QS. Al-Jinn: 2).

Akhlak beliau adalah Alquran; kitab suci umat yang disifati dengan firman Allah, "...tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 2).

Pada masa permulaan dakwah Islam, Nabi Muhammad SAW tidak hanya membangun sisi tauhid, tetapi juga membangun sendi dan pilar akhlak mulia. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sungguh, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia." (HR. Baihaqi dan Al-Hakim).

Anas RA berkata, "Sungguh, Rasulullah SAW benar-benar manusia dengan akhlak paling mulia. (HR Bukhari-Muslim).

Anas juga berkata, "Selama sepuluh tahun aku berkhidmat kepada beliau (Rasulullah), aku tidak pernah mendengar beliau mengucapkan kata "Ah", sebagaimana beliau tidak pernah mempertanyakan apa yang kau kerjakan, 'Kenapa kamu mengerjakan ini? atau 'Bukankah seharusnya kamu mengerjakan seperti ini?" (HR Bukhari-Muslim).

Jumat, Februari 03, 2012

ISTANBUL KOTA IDEAL NEGARA ISLAM

Pemerhati isu perkotaan, David Lepeska memuji Istanbul sebagai kota ideal bagi negara-negara Islam. Menurutnya, Istanbul berhasil menawarkan model kota yang sukses memadukan unsur syariah dan hukum modern.

"Dengan ribuan warga Albania, Yunani, dan Kurdi di antara 400.000 populasi Istanbul, serupa dengan populasi kota Paris pada abad ke-14, Istanbul tidak terlihat sebuah kota Muslim," kata dia seperti dikutip thenational.com.
Lepeska mencontohkan, Istanbul tidak menangkap wanita pekerja seks, tetapi justru memasukkannya ke Bursa, Anatolia. Di sana, wanita yang berniat bertobat, dapat terhindar penjara dan masuk rehabilitasi.

"Coba anda bandingkan dengan negara lain, yang menghukum perempuan lantaran tidak mampu mendatangkan pelaku yang memperkosanya," kata dia.

Dalam hal kebijakan, kata Lepeska, Istanbul juga menawarkan kebijakan yang patut dicontoh Dubai, Jakarta, Nairobi dan Kairo. Sebab, Istanbul dalam beberapa dekade terakhir mengalami transformasi yang pesat, seperti ekspansi perkotaan dan modernisasi pemukiman pinggiran kota.

"Saya pikir apa yang dilakukan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, saat menjadi walikota Istanbul, telah menjadikan kota ini menjadi penghubung dan pusat keuangan dunia," ujarnya.