<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569</id><updated>2012-02-03T07:47:12.289+07:00</updated><category term='Rumah Penuh Berkah'/><category term='Daftar Madrasah Tsanawiyah se-NTT'/><category term='Tahun Baru 2012'/><category term='Belajar Menabung'/><category term='Instanbul - Turki'/><category term='Pondok Pesantren se-NTT'/><category term='Al-Amin'/><category term='UBUR-UBUR LAUT'/><category term='Daftar Madrasah Aliyah se-NTT'/><category term='Adab Berkomunikasi'/><title type='text'>http://www.ende-islam.co.id</title><subtitle type='html'>http://www.ende-islam.co.id</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>173</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-6253104834675357239</id><published>2012-02-03T07:47:00.000+07:00</published><updated>2012-02-03T07:47:12.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Instanbul - Turki'/><title type='text'>ISTANBUL KOTA IDEAL NEGARA ISLAM</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4GG9klDkt-o/TysuYeVj6ZI/AAAAAAAAAGg/0nobE6g3G-A/s1600/istanbul+turki.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-4GG9klDkt-o/TysuYeVj6ZI/AAAAAAAAAGg/0nobE6g3G-A/s1600/istanbul+turki.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pemerhati isu perkotaan, David Lepeska memuji Istanbul sebagai kota  ideal bagi negara-negara Islam. Menurutnya, Istanbul berhasil menawarkan  model kota yang sukses memadukan unsur syariah dan hukum modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan  ribuan warga Albania, Yunani, dan Kurdi di antara 400.000 populasi  Istanbul, serupa dengan populasi kota Paris pada abad ke-14, Istanbul  tidak terlihat sebuah kota Muslim," kata dia seperti dikutip  thenational.com.&lt;br /&gt;Lepeska mencontohkan, Istanbul  tidak menangkap wanita pekerja seks, tetapi justru memasukkannya ke  Bursa, Anatolia. Di sana, wanita yang berniat bertobat, dapat terhindar  penjara dan masuk rehabilitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba anda bandingkan dengan  negara lain, yang menghukum perempuan lantaran tidak mampu mendatangkan  pelaku yang memperkosanya," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal kebijakan, kata  Lepeska, Istanbul juga menawarkan kebijakan yang patut dicontoh Dubai,  Jakarta, Nairobi dan Kairo. Sebab, Istanbul dalam beberapa dekade  terakhir mengalami transformasi yang pesat, seperti ekspansi perkotaan  dan modernisasi pemukiman pinggiran kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya pikir apa yang  dilakukan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, saat menjadi  walikota Istanbul, telah menjadikan kota ini menjadi penghubung dan  pusat keuangan dunia," ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-6253104834675357239?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/6253104834675357239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=6253104834675357239' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6253104834675357239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6253104834675357239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2012/02/istanbul-kota-ideal-negara-islam.html' title='ISTANBUL KOTA IDEAL NEGARA ISLAM'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-4GG9klDkt-o/TysuYeVj6ZI/AAAAAAAAAGg/0nobE6g3G-A/s72-c/istanbul+turki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-106333377109280382</id><published>2012-01-26T07:39:00.000+07:00</published><updated>2012-01-26T07:39:41.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Amin'/><title type='text'>TELADAN SAUDAGAR PALING JUJUR DAN PENGUSAHA IDEAL</title><content type='html'>Kondisi sebagian besar tanah di wilayah Hijaz, khususnya sekitar Makkah,  adalah kering, berpasir, berbatu-batu, dan langka air. Tidak ada hasil  pertanian yang dapat dipetik di wilayah itu. Oleh karena itu, mata  pencaharian penduduk di kawasan itu pada khususnya adalah berdagang.  Kegiatan berdagang ini tak terkecuali juga dilakukan oleh Rasulullah  SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahanda Nabi SAW, Abdullah, telah wafat ketika Nabi masih  dalam kandungan. Sang ibu, Aminah, menyusul wafat enam tahun kemudian,  sehingga Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Setelah kematian  sang kakek, selang dua tahun kemudian, Muhammad pun tinggal bersama  pamannya, Abu Thalib, yang berprofesi sebagai pedagang sebagaimana  kebanyakan pemimpin Quraisy lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sang paman-lah&amp;nbsp;  Muhammad berkenalan dengan dunia perdagangan untuk pertama kalinya.  Afzalur Rahman dalam Ensiklopedi Muhammad Sebagai Pedagang, memaparkan,  Muhammad tumbuh dewasa di bawah asuhan Abu Thalib dan terus belajar  mengenai bisnis perdagangan dari pamannya ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti  kebanyakan pemuda yang jujur dan punya harga diri, Nabi tidak suka  berlama-lama menjadi tanggungan pamannya yang miskin. Maka, beliau  bekerja sebagai penggembala untuk penduduk Makkah dengan imbalan yang  kecil pada masa kanak-kanaknya. Ketika beranjak dewasa dan menyadari  bahwa pamannya bukanlah orang berada serta memiliki keluarga besar yang  harus diberi nafkah, Nabi pun mulai berdagang&amp;nbsp; di Kota Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  menggeluti profesinya sebagai pedagang, Nabi tak sekadar mencari nafkah  yang halal guna memenuhi biaya hidup, tetapi juga untuk membangun  reputasinya agar orang-orang kaya berdatangan dan mempercayakan dana  mereka kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal pengalamannya dalam berdagang dan  reputasinya yang terkenal sebagai pedagang yang terpercaya dan jujur,  beliau memperoleh banyak kesempatan berdagang dengan modal orang lain,  termasuk di antaranya modal dari seorang pengusaha kaya raya Khadijah,  yang kelak menjadi istrinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pengusaha ideal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;‘’Aku  tidaklah diberi wahyu untuk menumpuk kekayaan atau untuk menjadi salah  seorang dari pedagang,’’ sabda Nabi SAW.&amp;nbsp; Rasulullahi telah menjadi  pedagang ideal yang sukses dan memberi petunjuk bagaimana menjadi  pedagang ideal dan sukses. Beliau selalu memegang prinsip kejujuran dan  keadilan dalam berhubungan dengan para pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad SAW  selalu mengikuti prinsip-prinsip perdagangan yang adil dalam setiap  transaksi. Beliau juga selalu menasihati para sahabatnya untuk melakukan  hal serupa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berkuasa dan menjadi kepala negara Madinah,  beliau telah mengikis habis transaksi-transaksi dagang dari segala macam  praktik yang mengandung unsur-unsur penipuan, riba, judi,  ketidakpastian, keraguan, eksploitasi, pengambilan untung yang  berlebihan, dan pasar gelap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad juga melakukan  standardisasi timbangan dan ukuran, serta melarang orang-orang  mempergunakan standar timbangan dan ukuran lain yang kurang dapat  dijadikan pegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, ketika memulai usaha dagang  dengan menjadi agen Khadijah, Nabi SAW mendapat laba yang melebihi  dugaan. Tidak sepeser pun yang digelapkan dan tak sesenpun yang  dihilangkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda, ‘’Berdaganglah kamu sebab  lebih dari sepuluh bagian penghidupan, sembilan di antaranya dihasilkan  dari berdagang.’’ Alquran juga memberikan motivasi bagi umat Islam untuk  berdagang seperti yang diterangkan dalam surah Al-Baqarah [2] ayat 198:  "Bukan suatu dosa bagimu mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari  Tuhanmu".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-106333377109280382?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/106333377109280382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=106333377109280382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/106333377109280382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/106333377109280382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2012/01/teladan-saudagar-paling-jujur-dan.html' title='TELADAN SAUDAGAR PALING JUJUR DAN PENGUSAHA IDEAL'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3985147627632233925</id><published>2012-01-24T17:04:00.000+07:00</published><updated>2012-01-24T17:04:06.954+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah Penuh Berkah'/><title type='text'>JADIKAN RUMAH KITA PENUH BERKAH</title><content type='html'>Rumah merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Di  sanalah seseorang mendapatkan tempat berlindung dari cuaca panas dan  dingin, atau tempat kembali setiap kali bepergian. Di rumah pula,  segenap anggota keluarga dapat melakukan berbagai aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ke7Fio9Yt-Q/Tx6CC5mPOaI/AAAAAAAAAGY/mGUoIwuYve0/s1600/rumah+berkah+ende.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ke7Fio9Yt-Q/Tx6CC5mPOaI/AAAAAAAAAGY/mGUoIwuYve0/s1600/rumah+berkah+ende.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selain  itu,&amp;nbsp; rumah juga berfungsi sebagai tempat pembinaan. Rumah adalah  lokasi terbaik dalam menyemai benih-benih kebaikan serta keimanan dari  sebuah keluarga. Sehingga, tidak berlebihan jika setiap orang  mendambakan rumah yang nyaman, sejuk, agar mendukung terciptanya&amp;nbsp;  keluarga sakinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah cukup hanya sekadar membangun fisik  rumah secara mewah serta mentereng. Namun yang terpenting adalah  membangun suasana kondusif dengan dinaungi nilai-nilai Islami dan pada  akhirnya sanggup menenteramkan batin penghuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW  banyak memberikan tuntunan kepada umat yang ingin menjadikan tempat  tinggal mereka penuh harmoni dan keberkahan. Syekh Shaleh Ahmad  asy-Syaami dalam Berakhlak dan Beradab Mulia, mengatakan,&amp;nbsp; umat perlu  meniru rumah Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW memberikan panduan agar  jangan berlebihan dalam membangun tempat tinggal. Melainkan, rumah  seorang Muslim adalah yang cukup untuk sekadar mampu menutupi dari  pandangan orang lain dan melindunginya dari bahaya hewan buas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling  tidak, pedoman sebuah rumah yang baik adalah yang bisa memberikan rasa  nyaman serta asri. ‘’Dengan begitu, penghuninya akan merasa nyaman, juga  merasa terlindungi,’’ papar Syekh asy-Syaami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap dan tindak  tanduk penghuni rumah turut memberikan kontribusi bagi terciptanya  suasana tenteram. Nabi SAW menekankan, agar setiap Muslim memperhatikan  adab ketika hendak masuk rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Jika kamu hendak masuk rumah,  maka sebaiknya kamu ucapkan salam, karena hal itu akan membawa  keberkahan bagi kamu dan keluargamu.’’ (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa  hal lain yang patut mendapat perhatian. Rasulullah mencontohkan, saat  masuk rumah, jangan secara tiba-tiba, tanpa sepengetahuan keluarga yang  ada di dalam, agar mereka tidak kaget. Itulah tujuannya seseorang  mengucapkan salam lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga berdoa saat pulang ke  rumah. ‘’Segala puji hanya milik Allah SWT semata, Zat yang telah  memberiku kecukupan dan tempat berlindung, yang telah memberiku makan  dan minum, yang telah memberiku karunia dan melebijkannya. Ya Allah, aku  meminta kepada-Mu selamatkanlah aku dari api neraka.’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  ketika sudah masuk dalam rumah, beliau biasanya membuka pembicaraan  dengan mengajukan pertanyaan. ‘’Nabi menanyakan bagaimana keadaan mereka  (anggota keluarga yang lain),’’&amp;nbsp; tutur Syekh asy-Syaami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya,  segala aktivitas yang dilakukan di rumah, tidak terlepas dari niat  untuk meraih ridha Allah SWT. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim,  Rasulullah menekankan, ketika masuk rumah dan sebelum makan di rumah,  seseorang sebaiknya menyebut asma Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setan pun berkata,  ‘’Tidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam bagi kalian.’’  Akan tetapi, jika tidak menyebut asma Allah, setan berkata, ‘’Malam ini  kalian mendapatkan tempat bermalam dan hidangan makan malam.’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dianjurkan  pula kepada penghuni rumah untuk senantiasa melingkupi suasana rumah  dengan bacaan Alquran. Sabda Nabi SAW, ‘’Jangan jadikan rumah kalian  seperti kuburan. Sungguh, rumah yang di dalamnya selalu dibacakan  ayat-ayat Alquran, tidak dimasuki setan.’’ (HR Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  juga menjaga keharuman di dalam rumah beliau. Ini mengingat beliau  sangat menyukai wewangian. Oleh sebab itu, di dalam rumah sebaiknya  penghuni benar-benar menjadi kebersihan, khususnya kamar mandi untuk  menghindari munculnya bau yang kurang sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pandangan Syekh  Yusuf al Qardhawi, setidaknya terdapat empat elemen terwujudnya rumah  yang Islami. Pertama, luas dan bersih, kedua, menghias rumah secara  halal dan tidak berlebihan, ketiga, tidak memajang patung di rumah.  ‘’Serta keempat, tidak memelihara anjing,’’&amp;nbsp; ungkap ulama terkemuka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila  keluarga itu berkelebihan, dianjurkan untuk memelihara anak yatim,  sesuai sabda Rasulullah. ‘’Sebaik-baik rumah kaum Muslimin ialah rumah  yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan  baik, dan seburuk-buruk rumah kaum Muslimin ialah rumah yang di dalamnya  terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk.’’ (HR Ibnu  Majah).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3985147627632233925?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3985147627632233925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3985147627632233925' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3985147627632233925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3985147627632233925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2012/01/jadikan-rumah-kita-penuh-berkah.html' title='JADIKAN RUMAH KITA PENUH BERKAH'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ke7Fio9Yt-Q/Tx6CC5mPOaI/AAAAAAAAAGY/mGUoIwuYve0/s72-c/rumah+berkah+ende.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3450389363202225146</id><published>2012-01-22T21:57:00.000+07:00</published><updated>2012-01-22T21:57:37.394+07:00</updated><title type='text'>AFGHANISTAN CIPTAKAN AL-QURAN TERBESAR DI DUNIA</title><content type='html'>Tim kaligrafi asal Afghanistan akhirnya berhasil membuat Alquran  terbesar dunia. Butuh lima tahun bagi tim untuk menyelesaikan mushaf  Alquran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan itu merupakan pelipur lara  masyarakat Afghanistan yang terjebak dalam peperangan selama 30 tahun.  Kesuksesan itu juga menunjukan kepada dunia bahwa masyarakat Afghanistan  siap bangkit membangun kembali negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran berukuran 2,28  meter (90 inci) x 1,55 meter (61 inci) telah disertifikasi oleh  kementerian Agama dan Haji Afghanistan sebagai yang terbesar di dunia.  Sebelumnya, Alquran terbesar dunia dimiliki oleh Rusia. Ukurannya 2  meter x 1,5 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran yang memiliki 500 kg (1.100 lb) ini  memiliki jumlah halaman sebanyak 218 lembar. Sampulnya terbuat dari  kulit kambing. Untuk membuat Alquran ini, tim membutuhkan dana setengah  juta dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin proyek, Mohammad Sabir Khedri, mengatakan  tim yang dipimpinnya menginginkan Alquran menggunakan banyak warna  sehingga membuat kesan cantik dan suci. Ia mengaku mengalami kesulitan  untuk menyembunyikan proyek itu selama lebih dari dua tahun. Beruntung,  akhirnya proyek itu akhirnya selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Insya Allah, Alquran ini akan dipamerkan tahun ini,” kata dia seperti dikutip &lt;em&gt;Reuters, &lt;/em&gt;Selasa (17/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nantinya,  Alquran ini akan diletakan di Pusat Kebudayaan Afghanistan di Kabul.  Pusat kebudayaan yang dibangun tahun 1980-an sebelum hancur selama masa  pendudukan Uni Soviet dan rezim Taliban. Namun, pusat kebudayaan ini  akhirnya dibangun kembali pada tahun 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pusat kebudayaan  bangga menjadi pihak yang berkesempatan untuk menyimpan karya seorang  seniman Afghanistan yang berbakat,” kata Kepala Pusat Kebudayaan,  Farkhunda Zahra Nader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naderi mengatakan menulis mushaf Alquran  merupakan hal yang istimewa. Sebab, banyak Muslim yang belum memiliki  kesempatan untuk menulis mushaf Alquran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3450389363202225146?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3450389363202225146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3450389363202225146' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3450389363202225146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3450389363202225146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2012/01/afghanistan-ciptakan-al-quran-terbesar.html' title='AFGHANISTAN CIPTAKAN AL-QURAN TERBESAR DI DUNIA'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-783550684751641511</id><published>2012-01-19T12:38:00.000+07:00</published><updated>2012-01-19T12:38:14.025+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UBUR-UBUR LAUT'/><title type='text'>KEAJAIBAN UBUR-UBUR  LAUT</title><content type='html'>Ubur-ubur adalah makhluk transparan yang merupakan salah satu keajaiban  Sang Pencipta Yang Maha Kuasa. Meskipun memiliki keindahan, namun hewan  ini bersifat destruktif, menyebabkan kerusakan yang diperkirakan  mencapai ratusan jutaan kali setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti  Amerika melaporkan bahwa kawanan besar dari ubur-ubur laut, ikan pari  dan hewan-hewan yang serupa mampu merusak pantai laut&amp;nbsp; Hawaii, Teluk  Meksiko, laut tengah dan Australia serta tempat-tempat lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan,  150 juta orang di seluruh dunia setiap tahunnya pernah terkena racun  ubur-ubur laut. Dan khususnya, setengah juta orang terkena ubur-ubur  laut di Teluk Chesapeake di lepas pantai Amerika yang menghadap Samudera  Atlantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah studi ekstensif tentang ubur-ubur laut,  sebanyak 200 ribu orang lebih di negara bagian Florida terkena racunnya  setiap tahunnya. Dan 10 ribu orang di Australia terkena ubur-ubur laut  Portugal yang mematikan. Dan industri perikanan dan pariwisata  kehilangan 350 juta dolar AS akibat perkembangbiakan ubur-ubur sisir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan  tersebut mengatakan ditemukan lebih dari 1.000 ubur-ubur sisir ukuran  kepalan tangan di setiap meter kubik di perairan Laut Hitam pada  beberapa hari saat menguatnya aktivitas ubur-ubur. Disebutkan bahwa  ubur-ubur memakan telur ikan dan bersaing dengan mereka untuk  mendapatkan makanan dan menghilangkan mata pencaharian para nelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah  pada dunia yang penuh misteri ini, hewan seukuran kepalan tangan atau  lebih kecil dari itu memberikan ancaman besar bagi manusia, bahkan juga  menimbulkan ancaman bagi ikan dan makhluk-makhluk laut lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Yang Maha Kuasa berfirman,&lt;em&gt; "Dan tidak yang mengetahui jumlah tentara Tuhanmu melainkan Dia."&lt;/em&gt; (QS. Al-Mudatstsir: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini  merupakan sunnatullah (hukum Allah) yang terdapat di dunia laut, dan  setiap makhluk telah dijamin oleh Allah rezekinya, dan memudahkan  untuknya berbagai cara dalam mendapatkan rezeki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, &lt;em&gt;"Dan  tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang  memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan  tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh  Mahfuzh)."&lt;/em&gt; (QS. Hud: 6).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-783550684751641511?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/783550684751641511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=783550684751641511' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/783550684751641511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/783550684751641511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2012/01/keajaiban-ubur-ubur-laut.html' title='KEAJAIBAN UBUR-UBUR  LAUT'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-6514098348015510868</id><published>2012-01-19T12:31:00.002+07:00</published><updated>2012-01-19T12:31:53.964+07:00</updated><title type='text'>SEJARAH KOTA TIBERIAS</title><content type='html'>Dari An-Nuwas dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, ‘’Kemudian Allah SWT  mengeluarkan Yajuj dan Majuj, mereka turun dengan cepat dari  bukit-bukit yang tinggi. Setelah itu gerombolan atau barisan pertama  dari mereka melewati danau Thabariyah dan meminum habis semua air dalam  danau tersebut. (HR Muslim 2937/110, At-Tirmidzi 2240 Abu Dawud 4321,  Ibnu Majah 4075). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis tentang tanda-tanda menjelang  datangnya hari kiamat atau akhir zaman di atas tercantum kata ‘’danau  Thabariyah’’. Danau itu juga dikenal dengan nama Tiberia.&amp;nbsp; Dr Syauqi Abu  Khalil dalam Athlas Al-Hadith Al-Nabawi , mengatakan, dalam bahasa  Arab, kata Thabar berarti melompat atau bersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Tiberia  merupakan nama danau dan kota di utara Palestina,’’ ujar Dr Syauqi Abu  Khalil. Tepatnya, terletak di dekat dataran tinggi Golan di sebelah  utara Palestina, di Lembah Celah Besar Yordan yang memisahkan Afrika dan  patahan Arab. Saat ini, wilayah tersebut termasuk daerah kekuasaan  Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danau ini mempunyai panjang sekitar 25,5 kilometer dan  lebar 12 kilometer. Dengan luas total 166 meter persegi, danau ini  menjadi danau air tawar terluas di Israel. Danau ini juga menjadi danau  kedua terdalam setelah Laut Mati, yaitu dengan kedalaman 43 meter. Di  dasar danau terdapat mata air yang ikut mengisi danau meskipun sumber  utamanya berasal dari sungai Yordan yang mengalir dari utara ke selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai  Tiberia mempunyai banyak nama, salah satunya Danau Galilee atau Danau  Kinneret. Di sekitar lokasi danau merupakan tempat yang rentan akan  gempa bumi dan --pada zaman dahulu— aktivitas gunung api. Hal ini  terbukti dari banyaknya batu basalt dan batuan beku lainnya yang  menentukan kondisi geografis di daerah Galilee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian barat  laut danau ini terdapat sebuah kota yang bernama sama dengan danau  tersebut. Menurut sejarah, kota Tiberia dibangun sejak tahun 20 Masehi  dan dinamakan Tiberia untuk menghormati Kaisar Tiberius yang berasal  dari Romawi. Kota yang terletak di sepanjang pantai Kinneret ini  dibangun oleh Herodes Antipas, anak Herodes Agung. Kota ini merupakan  satu dari empat kota yang dianggap suci oleh orang-orang Yahudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota  Tiberia ini terletak di atas ketinggian 200 meter dari permukaan laut.  Iklim di wilayah itu merupakan perbatasan antara musim panas Mediterania  dan musim semi. Curah hujannya setiap tahun kita-kira 400 mm. Pada  musim panas, suhu tertinggi mencapai 37 derajat celcius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu  minimumnya sekitar 21 derajat. Pada musim dingin, suhu di kota tersebut  mulai dari 18 hingga 8 derajat. Kota Tiberia terletak di dekat sumber  air panas dan mineral alam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geografer Arab, Al-Muqaddasi  menggambarkan Tiberia sebagai ‘ibu kota Provinsi Yordania’ dan kota di  lembah Kanaan. ‘’Kotanya sempit, panas ketika musim panas dan sangat  tidak sehat. Di sana terdapat delapan sumber mata air panas dan tidak  memerlukan bahan bakar, dan kolam dengan air mendidih tak terhitung  banyaknya,’’ ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-6514098348015510868?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/6514098348015510868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=6514098348015510868' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6514098348015510868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6514098348015510868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2012/01/sejarah-kota-tiberias.html' title='SEJARAH KOTA TIBERIAS'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-2110815086431627141</id><published>2012-01-13T16:51:00.000+07:00</published><updated>2012-01-13T16:51:05.878+07:00</updated><title type='text'>BERJUANG DAN TERUS BERGERAK</title><content type='html'>bnul Qoyyim rahimatulullah pernah berkata, ''Suatu keuntungan, kebaikan,  kenikmatan, kesempurnaan, semuanya tak akan diperoleh, kecuali dengan  merasakan kesulitan.'' Menurutnya, semua itu tak bisa dicapai kecuali  melewati jembatan keletihan. Semua orang cerdik pandai sepakat bahwa  kenikmatan tidak didapati melalui kenikmatan. Dan bahwa orang yang lebih  mengutamakan istirahat, kelak akan kehilangan istirahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  melanjutkan, ''Dan bahwa kebahagiaan dan kenikmatan itu tergantung  sejauh mana seseorang melewati kengerian dan memikul beban dalam  memperolehnya. Tak ada kebahagiaan bagi orang yang tak memiliki obsesi  untuk bahagia. Tak ada kelezatan bagi orang yang tak bersabar  memperolehnya. Tak ada kenikmatan bagi orang yang tidak mau berkorban  untuk kenikmatan, tidak ada istirahat bagi orang yang tak mau  berletih-letih untuk istirahat.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berjuang dan  perjuangkanlah untuk menggapai apa yang ingin kau capai.Uuntuk meraih  apa yang ingin kau raih, maka teruslah bergerak. Bergerak dengan  perlahan namun pasti. Bersabar dan terus tegar. “Wajib bagi seseorang  yang cerdas untuk berusaha menggapai puncak yang bisa ia capai.  Andaikata anak adam bisa membayangkan bahwa ia sanggup ke langit maka  anda akan melihat bahwa diamnya ia di bumi adalah perkara yang sangat  dibenci,” ucap Ibnu Jauzi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergeraklah…&lt;br /&gt;Alam mengajarkan kita  untuk senantiasa bergerak agar tercipta sebuah kesempurnaan sebagaimana  fungsinya ia diciptakan. Sebagaimana air, apabila ia terus tergenang  dalam sebuah wadah, maka ia akan jauh dari sebuah nilai kebermanfaatan  dan kenikmatan, karena menimbulkan beragam jentik-jentik penyakit di  dalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menjadi ada adalah karunia, sebab kita tidak dapat  mengadakan diri kita sendiri. Tapi menjadi ada saja tidaklah cukup, kita  ada karena diperintahkan untuk memiliki makna,” kata Ahmad Zairofi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah  hakikat sebuah kebermaknaan dalam penciptaan, untuk terus bergerak  menghadirkan kebermanfaatan dan perubahan.&amp;nbsp; Sebagaimana bumi dan  matahari yang tak pernah malas untuk bergerak. ia terus berputar pada  porosnya sehingga tercipta keseimbangan dalam alam galaksi bima sakti.  “Dan matahari berjalan di tempat peredarannya…”(QS.36:38). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana  pula dalam sebuah siklus hidrologi, uap air pun terus bergerak.  “Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan,  kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu  engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya…” (QS.24 : 43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergerak adalah Keberkahan...&lt;br /&gt;Mukmin  yang cerdas adalah yang senantiasa mampu mengendalikan diri dan menata  dirinya untuk hari esok. Sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah saw pada  salah satu hadis, bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.  Jika hari ini sama dengan hari kemarin, maka kita termasuk dalam  golongan orang-orang yang merugi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, "Hai  orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap  diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok  (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha  Mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS.Al Hasyr:18). &lt;br /&gt;Bagaimana mungkin kita mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat jika enggan untuk bergerak?&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka,&lt;br /&gt;Teruslah bergerak, untuk menghasilkan sebuah kebermaknaan dalam penciptaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-2110815086431627141?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/2110815086431627141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=2110815086431627141' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/2110815086431627141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/2110815086431627141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2012/01/berjuang-dan-terus-bergerak.html' title='BERJUANG DAN TERUS BERGERAK'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-7087717277755098357</id><published>2012-01-10T12:39:00.000+07:00</published><updated>2012-01-10T12:39:05.599+07:00</updated><title type='text'>TETAP OPTIMIS</title><content type='html'>Ketika semua jalan terasa buntu. Pandangan ke masa depan terasa suram,  di mendung awan gelap tanpa harapan. Hidup didera berbagai persoalan  yang mengharu biru, maka seorang hamba yang merindu cinta Ilahi,  bersegera mengadukan seluruh persoalannya kepada Dia yang Maha Penolong.  Dengan sebongkah hati penuh iman dan optimisme, ia berhusnuzan  (berprasangka baik) kepada Allah, bahwa hanya dengan rida dan  iradah-Nya, segala awan gelap kehidupan mampu disingkirkan. Tidak ada  yang mustahil bagi Allah, karena bagi-Nya cukuplah berucap, ”&lt;em&gt;Kun faya kun&lt;/em&gt;, maka jadilah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  melafalkan doanya, ia pun memintal sejuta sesal seraya bertobat  membersihkan diri dari dosa. Karena, ia sadar bahwa dosa adalah kabut  penghalang untuk memandang wajah Ilahi. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak  ada yang dapat menolak ketentuan takdir (qadha) kecuali doa. Dan,  tidaklah ada yang menambah umur kecuali berbuat kebajikan. Dan,  seseorang diharamkan rezekinya, karena perbuatan dosanya.” (HR Tirmidzi  dan Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia berdoa tumbuh keyakinan bahwa cepat  atau lambat permohonannya akan dikabulkan Allah. Dia tidak akan  menyalahkan siapa pun bila doanya belum terkabul, bahkan sebaliknya, ia  akan terus melakukan introspeksi dan melakukan islah (perbaikan diri),  melakukan penyucian jiwa (&lt;em&gt;tazkiyatun nafs&lt;/em&gt;) dan memperbanyak berbuat kebajikan (&lt;em&gt;fastabiqul khairat&lt;/em&gt;).  Karena, ia sadar setiap doa ada syarat-syaratnya. Tidaklah seseorang  disebut sebagai orang baik, kecuali ia memang selalu berbuat baik.  Tidaklah seseorang disebut beriman, kecuali ia penuhi kriteria untuk  diakui sebagai seorang yang beriman. Demikian juga dengan doa. Tidaklah  doa dikabulkan kecuali ia dipenuhi kehendak Ilahi dengan rasa penuh  cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan bahwa salah satu  syarat berdoa adalah sikap optimistis dan yakin bahwa apa yang ia  harapkan akan dikabulkan. Rasulullah bersabda, "Jika kamu berdoa kepada  Allah Azza wa Jalla, wahai manusia mohonlah kehadirat-Nya dengan penuh  keyakinan bahwa doamu akan dikabulkan, karena Allah tidak akan  mengabulkan doa dari hati yang lalai." (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa  sesungguhnya akan melahirkan kekuatan batin yang luar biasa. Karena,  sikap percaya diri dan optimisme merupakan pedang paling tajam dalam  menebas segala ilalang semak belukar yang mengotori perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang  yang berdoa itu bersikap optimistis penuh prasangka baik (husnuzhan)  kepada Allah SWT. Orang optimistis mampu melihat kesempatan di antara  begitu banyak kesempitan. Sedangkan orang pesimistis melihat begitu  banyak kesempitan di antara semua kesempatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimisme adalah  sebuah keyakinan yang akan membawa pada pencapaian hasil. Tidak ada yang  bisa diperbuat tanpa harapan dan percaya diri. Salah satu sifat seorang  mukmin adalah sikapnya yang optimistis, tidak ada rasa duka cita atau  merasa cemas dalam memandang masa depan. "Dan, janganlah kamu merasa  lemah dan jangan bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling  unggul, jika kamu beriman.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-7087717277755098357?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/7087717277755098357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=7087717277755098357' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7087717277755098357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7087717277755098357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2012/01/tetap-optimis.html' title='TETAP OPTIMIS'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-9103356383642417896</id><published>2012-01-06T11:31:00.000+07:00</published><updated>2012-01-06T11:31:35.039+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab Berkomunikasi'/><title type='text'>ADAB DAN TATA CARA BERKOMUNIKASI MENGGUNAKAN TELEPON</title><content type='html'>Cara berkomunikasi masyarakat modern sudah mulai berubah. Kini, sebagian  besar manusia sudah sangat ketergantungan terhadap telepon.&amp;nbsp; Sehingga,  sebagian orang lebih memilih berkomunikasi lewat telepon dibandingkan  komunikasi tatap muka. Tak heran jika&amp;nbsp; di mana-mana, orang-orang tampak  sibuk bertelepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah menjadi kebutuhan, belanja pulsa  pun melonjak tinggi. Bahkan, dalam sebuah laman iklan disebutkan,  belanja pulsa masyarakat Indonesia bisa mencapai Rp 1,1 triliun per  bulan.&amp;nbsp; Bahkan, menurut survei &lt;em&gt;The Nielsen&lt;/em&gt;, penjualan pulsa telepon&amp;nbsp; pada 2009 lalu telah mengalahkan tren penjualan biskuit dan snack (makanan ringan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon  merupakan nikmat yang patut disyukuri. Karenanya, umat Muslim harus  menggunakan fasilitas telepon sesuai dengan ajaran Islam.&amp;nbsp; Kali ini,  akan dibahas adab berkomuniaksi lewat telepon secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu  apa saja adab bertelepon lainnya yang perlu diperhatikan seorang Muslim,  baik saat menelepon atau menerima telepon?&amp;nbsp; Ulama terkemuka Syekh Abdul  Azis bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitab &lt;em&gt;Mausuu’atul Aadaab al-Islamiyah &lt;/em&gt;mengungkapkan sejumlah tata cara yang perlu diperhatikan seorang Muslim saat bertelepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama, gunakan telepon dalam ketaatan kepada Allah SWT.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Syekh Sayyid Nada, gunakanlah telepon untuk menghubungi karib kerabat,  saudara, teman-teman dan tetangga untuk menanyakan keadaan dan kesehatan  mereka.&amp;nbsp; Bertelepon, kata dia, merupakan pengganti ziarah (kunjungan)  bahkan dapat menghemat waktu untuk berkunjung.&amp;nbsp; ‘’Berkomunikasi lewat  telepon termasuk salah satu bentuk silaturahim dan kebaikan yang tak  sulit dilakukan,’’ ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua, jangan gunakan telepon untuk bermaksiat kepada Allah SWT.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk  kemaksiatan yang dilarang saat menggunakan telepon, kata Syekh Sayyid  Nada antara lain: mencaci dan memaki orang lain, berpacaran, menipu,  serta meneror orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, tak menggunakan telepon untuk mengganggu orang lain. &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Syekh  Sayyid Nada mengingatkan agar umat Muslim tak menggunakan telepon  dengan cara yang bisa membahayakan keselamatan diri dan orang lain.  Syekh Sayyid Nada, menegaskan, agar saat mengendarai kendaraan bermotor,  baik mobil maupun sepeda motor, tak menggunakan telepon. Ia khawatir  hal itu dapat membahayakan keselamatan.&amp;nbsp; ‘’Begitu juga saat menumpang  pesawat terbang, karena dapat mengganggu komunikasi pesawat,’’ tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keempat, tak berbicara keras-keras saat menelepon&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Seorang  Muslim hendaknya merendahkan suaranya ketika bertelepon, yang penting  bisa terdengar oleh orang yang dihubungi atau menghubungi. ‘’Tak  sepantasnya mengangkat sura keras-keras ketika berbicara, karena bisa  saja menyakiti pihak yang dihubungi. Allah SWT berfirman dakam surah  Luqman ayat 19: ‘’… Dan rendahkanlah suaramu…’’&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Kelima, matikan telepon genggam ketika masuk masjid.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Syekh Sayyid Nada, seorang Muslim hendaknya mengusahakan agar telepon  genggam tak berdering ketika seseorang berada di&amp;nbsp; dalam masjid saat  shalat. Suara dering telepon dapat mengganggu kekhusyukan&amp;nbsp; orang lain  yang sedang shalat dan zikir. Untuk itu, sebaiknya seorang Muslim  mematikan telepon genggamnya saat akan memasuki masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keenam, mengikuti ketentuan syariat jika perlu meninggalkan pesan suara.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apabila  merasa perlu meninggalkan pesan suara di telepon, kata Syekh Sayyid  Nada, hendaklah melakukannya menurut ketentuan-ketentuan syariat.  Misalnya, memulai pesannya dengan salam, kemudian mengingatkan orang  yang menghubunginya untuk meninggalkan nama, alamat, sebab dan  lain-lainnya.&amp;nbsp; Setelah itu, akhiri dengan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketujuh, mengajari anak-anak untuk menggunakan telepon apabila dibutuhkan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Seorang  Muslim hendaknya mengajari anak-anak yang sudah mumayyiz (dapat  membedakan antara baik dan buruk) cara menggunakan telepon untuk  keperluan-keperluan mendesak atau darurat. Syekh Sayyid Nada  menambahkan, agar para orangtua mengingatkan anaknya untuk tak  menggunakan telepon, kecuali untuk kepentingan darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedelapan, tak menguping pembicaraan orang lain.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  SAW bersabda: ‘’Barang siapa menguping pembicaraan orang lain sementara  mereka tak menyukainya, maka akan ditungkan cairan timah pana pada  kedua telinganya…’’ (HR Ath-Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;i&gt;komunitas-muslim-ende&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-9103356383642417896?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/9103356383642417896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=9103356383642417896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/9103356383642417896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/9103356383642417896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2012/01/adab-dan-tata-cara-berkomunikasi.html' title='ADAB DAN TATA CARA BERKOMUNIKASI MENGGUNAKAN TELEPON'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3253597667710833513</id><published>2012-01-05T13:13:00.002+07:00</published><updated>2012-01-05T13:13:31.734+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Belajar Menabung'/><title type='text'>MARI MENABUNG UNTUK AKHIRAT</title><content type='html'>Ketika ingin menabung atau mendepositokan uang di bank konvensional,  biasanya para nasabah akan mencari bank yang memberikan bunga paling  besar. Di samping segi keamanannya dan keterpercayaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  di bank-bank konvensional mungkin hanya menawarkan beberapa belas persen  dalam setahun, bank yang satu ini menawarkan bunga 700 persen untuk  tiap kali setoran. Bukan dalam setahun, tapi setiap kali setoran  diberikan bunga 700 persen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu belum termasuk “promo-promo”  yang diadakan bank tersebut. Untuk membuka rekeningnya tidak ada batasan  minimal. Berapapun akan diterima. Tidak ada biaya administrasi per  bulannya. Mau? Inilah 'bank Akhirat'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada setoran minimal  yang ditentukan untuk membuka rekening tabungan. “Wahai orang-orang yang  beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan  sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu…” (QS&amp;nbsp;  Al-Baqoroh: 267)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan  nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu  menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan  menafkahkan (sebagian) dari hartanya, memperoleh pahala yang besar.” (QS  Al-Hadiid: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah  Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di  antara kamu lalu ia berkata: ‘Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak  menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat yang menyebabkan aku  dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shale?” (QS  Al-Munaafiquun: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga keterangan tersebut tidak  dijelaskan besaran pasti untuk kita melakukan setoran. Yang diminta  hanya sebagian. Bisa sebagian kecil, bisa sebagian besar. Tergantung  diri kita masing-masing maunya berapa. Ketika kita sudah menyedekahkan  harta kita, maka otomatis catatan kebaikan di buku amal kita akan  bertambah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, “bunga” yang kita dapatkan dari hasil sedekah  kita adalah 700 persen. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh)  orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa  dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir  seratus benih. Alloh melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia  kehendaki. Dan Alloh Maha Luas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS&amp;nbsp;  Al-Baqoroh: 261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitung-hitungannya, menurut saya: 1 butir benih x  7 bulir x 100 benih = 700 benih. Itu minimalnya. Kalo kita lihat di  hitungan tersebut, setiap benih itu bisa menghasilkan tujuh bulir. Kalo  kita punya 700 benih berarti jadi 4.900 bulir yang akan menghasilkan  lagi 100 biji pada masing-masing bulir. Begitu seterusnya. Tak akan  pernah berhenti. Hal itu bisa kita lihat di ayat tersebut. “Allah  melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank  akhirat ini memang tidak punya kantor resmi. Tapi kita bisa melakukan  setoran di mana saja. Misal, ke orang tua, sanak-saudara, anak-anak  yatim, orang miskin, dan musafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka bertanya tentang apa  yang mereka nafkahkan. Jawablah: ‘Apa saja harta yang kamu nafkahkan  hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim,  orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.’ Dan  apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha  Mengetahuinya.” (QS Al-Baqoroh: 215)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga, tak  perlu khawatir salah catat setoran. “Dan mereka tiada menafkahkan suatu  nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu  lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah  akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah  mereka kerjakan.” (QS Al-Baqoroh: 121)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membuka rekening di  bank akhirat ini berarti kita telah menyimpan harta kita dalam bank  teraman di dunia bahkan di akhirat. Yang namanya tabungan tentu saja  harta yang kita tabung sebenarnya masih ada hak kita. Hanya saja kita  memang tidak memegangnya. Apalagi di bank akhirat ini kita tidak bisa  melakukan penarikan tunai. Tapi kita bisa merasakan manfaat dari  tabungan kita tersebut. Bisa di dunia ini atau di akhirat nanti. Wallahu  a'lam bish-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3253597667710833513?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3253597667710833513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3253597667710833513' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3253597667710833513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3253597667710833513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2012/01/mari-menabung-untuk-akhirat.html' title='MARI MENABUNG UNTUK AKHIRAT'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-6239157075533210812</id><published>2012-01-03T07:41:00.000+07:00</published><updated>2012-01-03T07:41:21.245+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tahun Baru 2012'/><title type='text'>MAKNA TAHUN BARU</title><content type='html'>Memasuki tahun yang baru ini patut kiranya memberikan semangat baru  untuk terus memacu memperbaiki hidup. Semangat merayakan pergantian  tahun baru bukan sekadar dengan menggelar pesta kembang api, atau  menghabiskan malam dengan pesta terompet. Namun pergantian tahun ini  selayaknya memberikan kita semangat baru dalam membuat karya nyata dan  prestasi hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam memiliki keyakinan bahwa waktu  merupakan merefleksikan diri dalam kehidupan dunia yang akan  dipertangungjawabkan di akhirat nanti.&amp;nbsp; Sebagaimana sudah tertulis di  dalam Alquran yang berbunyi artinya, “Adalah orang yang merugi jika hari  ini sama dengan hari kemarin dan hari esok lebih buruk dengan hari ini.  Dan kamu akan termasuk kaum yang beruntung jika hari ini lebih baik  dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman  itu memberikan keyakinan bagi kita bahwa waktu bukan sekadar kumpulan  angka-angka yang tertera pada jarum jam atau di kalender. Tetapi waktu  adalah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT,  Sang Pemilik Zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaknai pergantian tahun itu sebagai momentum perubahan budaya secara individual (&lt;em&gt;ibda’ binafsih&lt;/em&gt;),  keluarga dan masyarakat yang selama tahun sebelumnya mungkin masih ada  kekurangan atau kealpaan, diarah lebih baik di masa mendatang. Perubahan  ini bisa terjadi apabila setiap jiwa umat Islam mampu ‘menghijrahkan’  seluruh kekuatannya (pemikiran dan tindakannya) bagi kemajuan dalam  kehidupan secara pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan yang dimulai dari rumah  tangga dan dilanjutkan&amp;nbsp; melalui lembaga pendidikan akan membawa dampak  positif sejalan dengan perkembangan. Semua itu harus dimulai dari  sekarang sebagai menciptakan negerasi muda Islami yang mampu melakukan  perubahan dalam kehidupan. Sebab sudah digariskan dalam Islam bahwa  “Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu  sendiri yang akan mengubahnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu ada tidaknya perubahan  dalam kehidupan seseorang atau kelompok masyarakat sangat tergantung  pada individu atau kelompok tersebut. Itu langkah minimal yang sejatinya  dilakukan setiap muslim dalam memaknai pergantian tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya,  Islam juga mengajarkan, bahwa hari-hari yang dilalui hendaknya selalu  lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Setiap Muslim dituntut untuk  selalu berprestasi, yaitu menjadi lebih baik dari hari ke hari, begitu  seterusnya. Dengan keyakinan itu, maka orientasi kerja-kerja keduniaan  yang selama ini kita lakukan patut kiranya di tahun 2012 kita ubah  berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan (&lt;em&gt;ma’rufat&lt;/em&gt;) dan membersihkannya dari pelbagai kejahatan (&lt;em&gt;munkarat&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini,&lt;em&gt; ma’rufat&lt;/em&gt; mencakup segala kebajikan &lt;em&gt;(virtues)&lt;/em&gt; dan seluruh kebaikan (&lt;em&gt;good qualities&lt;/em&gt;)  yang diterima oleh manusia sepanjang masa, sedangkan munkarat menunjuk  pada segenap kejahatan dan keburukuan yang selalu bertentangan dengan  nurani manusia. Nilai kebaikan bisa diejawantahakn dengan bekerja  berprinsip nilai kejujuran dan profesionalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap jujur  sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW agar dapat berperilaku yang  baik dengan “menjauhi dusta karena dusta akan membawa kepada dosa dan  dosa membawamu ke neraka. Biasakanlah berkata jujur karena jujur akan  membawamu kepada kebajikan dan membawamu ke surga.” (HR Bukhari dan  Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi yang jujur merupakan roh kehidupan yang teramat  fundamental, karena setiap penyimpangan dari prinsip kejujuran pada  hakikatnya akan berbenturan dengan suara hati nurani. Seperti contoh,  para penyelenggara negara pada setiap aktivitas dalam rangka melayani  masyarakat tentunya tidak menanggalkan prinsip kejujuran.&lt;br /&gt;Dengan  pemahaman itu, maka patutnya pergantian tahun 2012 ini kita jadikan  sebagai momentum mengubah diri menuju perubahan dalam segala bidang  sebagai upaya penyatuan umat Islam Indonesia. Momentum Hijriah ini  dinilai tepat untuk mengukit prestasi secara individu serta kelompok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-6239157075533210812?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/6239157075533210812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=6239157075533210812' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6239157075533210812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6239157075533210812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2012/01/makna-tahun-baru.html' title='MAKNA TAHUN BARU'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-2665326195639714285</id><published>2011-12-23T08:40:00.000+07:00</published><updated>2011-12-23T08:40:15.358+07:00</updated><title type='text'>TIDAK ADA YANG ABADI</title><content type='html'>Nilai kehidupan dunia tidak diukur dari melimpahnya harta, tingginya  jabatan, ataupun kesenangan duniawi belaka, semua itu bersifat  sementara. Karena itu, janganlah menjadikan semua itu sebagai tujuan  akhir dari kehidupan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran menggambarkan kehidupan yang  menunjukkan hakikat kehidupan dunia sebenarnya tidak terlena dalam  urusan dunia, dan melupakan kehidupan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, al-la’b  wa-lahwu (permainan dan senda gurau). Kesenangan dunia hanya sebentar,  tidak kekal. Untuk itu, jangan mudah terpedaya olehnya, serta lalai dari  memperhatikan urusan akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kenikmatan dunia itu hanya sebagai penghilang kepedihan, dan tidak lebih dari permainan dan senda gurau belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah  SWT berfirman, “Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main  dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi  orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS  Al-An’am [6]: 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, al-zinah (perhiasan). Kehidupan dunia  berupa wanita, keturunan, harta dari jenis emas dan perak, kuda pilihan,  binatang ternak, sawah ladang, dan sejenisnya hanyalah sebuah  perhiasan, bukan suatu nilai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya adalah sarana, bukan  tujuan. llah SWT berfirman, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia  kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita, anak-anak, harta  yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan  sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah  tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali Imran [3]: 14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,  al-ghurur (tipuan). Penggambaran dunia dengan al-ghurur, karena dunia  dapat menundukkan manusia, membuat mereka condong kepadanya, dan lalai  dari apa ang seharusnya dipersiapkan untuk menghadap Allah SWT. Allah  SWT berfirman, “Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang  memperdayakan.” (QS Ali Imran [3]: 185).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, al-aradh (harta  benda). Harta benda tidak akan kekal dan tidak akan abadi. Kehidupan  dunia datang hanya untuk memberi peringatan akan ketidakabadiannya (QS  Annisa’ [4]: 94). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menegaskan, ”Kekayaan sejati  bukanlah terletak pada banyaknya harta benda, akan tetapi terletak pada  kelapangan hati.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penghuni dunia selalu ingin  saling berbangga dengan kekayaan, kekuasaan, kekuatan, keturunan,  kedudukan, dan sebagainya. Mereka ingin menjadi populer dalam urusan  dunia, karena ketidaktahuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bagi mereka yang  senantiasa waspada dan mengetahui hakikat kehidupan dunia, akan  menjadikannya sebagai jembatan penyeberangan. Dunia bukan tujuan akhir,  tetapi sebagai sarana yang dapat mengantarkannya menuju kebahagiaan yang  hakiki. &lt;em&gt;Wallahu a’lam.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-2665326195639714285?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/2665326195639714285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=2665326195639714285' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/2665326195639714285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/2665326195639714285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/12/tidak-ada-yang-abadi.html' title='TIDAK ADA YANG ABADI'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-2023505469007616973</id><published>2011-12-22T15:20:00.000+07:00</published><updated>2011-12-22T15:20:11.595+07:00</updated><title type='text'>HIMBAUAN UMAT MUSLIM DALAM PERGANTIAN TAHUN BARU</title><content type='html'>Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU), Said Aqil Sirajd  menuturkan sebagai Muslim ada empat hal yang perlu dilakukan sebagai  bentuk perayaan terhadap pergantian tahun. Keempat hal ini lebih utama  ketimbang merayakan pergantian tahun dengan hal-hal bersifat mubazir  seperti hura-hura, pesta atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama, dan paling  penting adalah mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah  memberikan rahmat dan hidayah kepada bangsa Indonesia, utamanya umat  Islam sepanjang satu tahun ini," &lt;br /&gt;Kedua,  lanjutnya, Muhasabah (introspeksi diri). Hal ini penting dilakukan  untuk mengetahui seberapa jauh seorang manusia beramal baik dan  melanggar aturan Allah SWT. "Kita wajib untuk mengadili, koreksi  terhadap diri kita sendiri, dan selanjutnya nurani kitalah yang akan  menghakimi diri kita sendiri " kata dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Muatabah  (membersihkan diri). Said mengatakan selama satu tahun ini berbagai  peristiwa telah dialami manusia. Entah pristiwa bahagia, menyedihkan,  kehidupan atau kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sangat penting, agar kita betul-betul  mengaku atau menyatakan bahwa kita sebagai mahkluk-Nya yang serba  terbatas, lemah dan lainnya," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, papar Said,  Murokobah (supervisi). Menurut dia, bangsa Indonesia, utamanya umat  Islam ke depan harus optimis jangan berputus asa meski berbagai cobaan  atau masalah yang mendera bangsa Indonesia, utamanya umat Islam. &lt;br /&gt;Sebab, dari sekian musibah atau cobaan yang menerpa tak sebanding  dengan banyaknya barokah yang melimpah kepada bangsa Indonesia dan umat  Islam. "Allah SWT bersama kita, jadi janganlah berputus asa dan selalu  optimis," kata dia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-2023505469007616973?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/2023505469007616973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=2023505469007616973' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/2023505469007616973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/2023505469007616973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/12/himbauan-umat-muslim-dalam-pergantian.html' title='HIMBAUAN UMAT MUSLIM DALAM PERGANTIAN TAHUN BARU'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3079644534665198382</id><published>2011-12-22T13:09:00.000+07:00</published><updated>2011-12-22T13:09:22.340+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar Madrasah Tsanawiyah se-NTT'/><title type='text'>DAFTAR MADRASAH TSANAWIYAH SE-PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;Berikut daftar Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Swasta untuk wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), &lt;br /&gt;1.MTsN Reo Manggarai&lt;br /&gt;2.MTsN Kalabahi Alor&lt;br /&gt;3.MTsN Baranusa Alor&lt;br /&gt;4.MTsS At Taqwa Beru Sikka&lt;br /&gt;5.MTsS Darussalam Labuan Bajo Manggarai Barat&lt;br /&gt;6.MTsN Anaraja Ende&lt;br /&gt;7.MTsS Raudhathul Jannah Riung Ngada&lt;br /&gt;8.MTsN Pota Manggarai Timur&lt;br /&gt;9.MTsN Nangalili Manggarai Barat&lt;br /&gt;10.MTsN Wolowaru Ende&lt;br /&gt;11.MTsN Kalikur Lembata&lt;br /&gt;12.MTsS Al Arsy Terang Manggarai Barat&lt;br /&gt;13.MTsS Muhammadiyah Wuring Sikka&lt;br /&gt;14.MTsN Waikabubak Sumba Barat&lt;br /&gt;15.MTsS Jabal Nur Watu Lendo Manggarai Barat&lt;br /&gt;16.MTsN Pantar Alor&lt;br /&gt;17.MTsN Lohayong Flores Timur&lt;br /&gt;18.MTsS Nurussaadah Maropokot Nagekeo&lt;br /&gt;19.MTsS Al Ikhlas Soe T T S&lt;br /&gt;20.MTsS Muhammadiyah Nangapanda Ende&lt;br /&gt;21.MTsS Al Qalam Tompong Manggarai Timur&lt;br /&gt;22.MTsS Al Hikmah Lamba Leda Manggarai Timur&lt;br /&gt;23.MTsS Al Muhajirin Hingalamenggi Lembata&lt;br /&gt;24.MTsN Lamakera Flores Timur&lt;br /&gt;25.MTsS Tarbiyah Sagu Flores Timur&lt;br /&gt;26.MTsS Al Hidayah Wewit Flores Timur&lt;br /&gt;27.MTsS Al Istiqomah Melolo Sumba Timur&lt;br /&gt;28.MTsS Al Hidayah Borong Manggarai Timur&lt;br /&gt;29.MTsS Nur Wahid Gunung Sari Sikka&lt;br /&gt;30.MTsS Nurul Hidayah Mauwaru Nagekeo&lt;br /&gt;31.MTsS Nurul Falah Kefamenanu T T U&lt;br /&gt;32.MTsS Nurul Falah Horowura Flores Timur&lt;br /&gt;33.MTsS Al Mutmainnah Atambua Belu&lt;br /&gt;34.MTsS Hidayatullah Batakte Kupang&lt;br /&gt;35.MTsS Nur Muhammad Pemana Sikka&lt;br /&gt;36.MTsS Darussalam Maumbawa Ngada&lt;br /&gt;37.MTsS Amanah Ruteng Manggarai&lt;br /&gt;38.MTsS Ar Rahman Merombok Manggarai Barat&lt;br /&gt;39.MTsS Plus Nurul Iman Oebobo Kota Kupang&lt;br /&gt;40.MTsS Babul Rahmat Kangge Alor&lt;br /&gt;41.MTsS Al Muhajirin Papela Rote Ndao&lt;br /&gt;42.MTsS Nurul Mi’raj Ndewel Manggarai Barat&lt;br /&gt;43.MTsS Tarbiyatul Mualafin Tainbira Kupang&lt;br /&gt;44.MTsS Tarbiyah Lamawai Flores Timur&lt;br /&gt;45.MTsS Al Iqra Werang Manggarai Barat&lt;br /&gt;46.MTsS Ar Rahimiyah Pota Manggarai Timur&lt;br /&gt;47.MTsS Nurul Amin Rangke Manggarai Timur&lt;br /&gt;48.MTsS Miftahudin Oe Ekam T T S&lt;br /&gt;49.MTsS Al Baraah Waikewak Flores Timur&lt;br /&gt;50.MTsS An Nahl Nangaroro Nagekeo&lt;br /&gt;51.MTsS PP Walisanga Kota Ende&lt;br /&gt;52.MTsS Muhammadiyah Baar Ngada&lt;br /&gt;53.MTsN Kota Ende&lt;br /&gt;54.MTsN Mbay Nagekeo&lt;br /&gt;55.MTsS Muhammadiyah Al Fatah Nangahale Sikka&lt;br /&gt;56.MTsN Witihama Floers Timur&lt;br /&gt;57.MTsS Weiriang Lembata&lt;br /&gt;58.MTsN Waiwerang Flores Timur&lt;br /&gt;59.MTsN Nubatukan Lembata&lt;br /&gt;60.MTsN Kamalaputi Sumba Timur&lt;br /&gt;61.MTsN Kupang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===========================&lt;br /&gt;www.ende-islam.co.id&amp;nbsp; - &lt;i&gt;copyright@2011&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3079644534665198382?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3079644534665198382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3079644534665198382' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3079644534665198382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3079644534665198382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/12/daftar-madrasah-tsanawiyah-se-provinsi.html' title='DAFTAR MADRASAH TSANAWIYAH SE-PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-7577102556293790114</id><published>2011-12-20T10:54:00.000+07:00</published><updated>2011-12-20T10:54:07.494+07:00</updated><title type='text'>SEMUA PASTI ADA MASANYA</title><content type='html'>"Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama  empat puluh hari, kemudian berubah menjadi  setetes darah selama empat  puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging  selama empat puluh hari.  Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu  ditiupkan padanya ruh…”  (HR.Bukhari dan Muslim dari Abu Abdurrahman  Abdullah bin Mas’ud ra,).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah proses penciptaan manusia. Setiap insan telah  melaluinya,  langkah demi langkah. Setiap tahapan dalam proses pun telah   diperhitungkan dengan cermat,tepat dan tanpa cacat sedikitpun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa diperlukan proses tersebut? Bukankah Allah mampu menciptakan   semua manusia sekaligus bila Ia menghendaki?. Lagi pula hanya Diialah   Allah Sang Maha Kuasa, Maha Mengetahui?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam proses  kandungan makna mendalam. Sungguh Allah sebenarnya telah  mendidik  hamba-hambaNya semenjak ia berada dalam perut ibundanya,  tarbiyah  istimewa dariNya yang bertemakan kesabaran. Ada proses yang  harus  dilalui dan itu membutuhkan kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran terhadap segala  sesuatu yang telah ia tetapkan, kesabaran dalam  menjalani  perintah-perintahNya, meski sungguh teramatlah mudah bagi  Allah sang  Maha Pencipta untuk menciptakan manusia&amp;nbsp; sekaligus. Namun  Allah  menghendaki manusia menjalani proses dan bagaimana menjalani  tahapan  demi tahapan dengan bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bukan karena kesabaran dan  ketabahan, tentulah Siti Hajar tidak  akan mondar-mandir, pulang dan  pergi antara dua gunung yang kecil, shafa  dan marwah sebanyak tujuh  kali demi mendapatkan setetes air untuk  putranya, ismail. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kesabaran juga bisa diambil dari kisah Nabi Yusuf yang dibuang ke   sumur oleh saudara-saudaranya, terpisah dari ayah kandungnya, dan   dipenjara sebagai tahanan, hingga pada akhirnya ia menjadi seorang   penguasa Mesir. Nabi Yusuf melalui perjalanan yang amat panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pula Rosulullah saw yang rela dicerca dan dilempari batu   hingga cedera pada kedua kaki Rasulullah oleh kaum Bani Tsaqif ketika   beliau hijrah ke Thaif. Begitulah proses langkah demi langkah yang akan   senantiasa berlanjut hingga batas waktu yang telah ditentukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak kecil tak lantas tiba-tiba mampu berjalan. Ia harus   merangkak. Itu pun tak bisa dilakukan ketika si bocah masih di bawah   sembilan bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pertama berjalan pun tak lantas ia bisa  langsung berlari. Kadang  keseimbangan sering hilang dan terjatuh. Butuh  beberapa waktu lagi bagi  si bocah untuk bisa benar-benar berjalan  seimbang. Itulah waktu yang  telah ditentukan dan tak bisa dielakkan  dalam tahapan proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam menjalani proses, sering kali  manusia ingin mempercepat  waktu. Contoh paling mudah saat ingin sembuh  dari sakit. Ada usaha yang  harus dilalui untuk mendapatkan  kesembuhannya dan ketika meminum obat  dari dokter pun terdapat syarat  seperti sekali sehari, 2 kali sehari  atau 3 kali sehari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa kesembuhan diraih dengan serta merta meminum semua obat  sekaligus. Justru ketika pasien melakukan hal tersebut akan   mengakibatkan over dosis. Sifat ketergesaan inilah yang kerap menguasai   seseorang dan membuat manusia sulit bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa  terdapat efek samping yang negatif dari tergesa-gesa. Manusia  mudah  melupakan segalanya dan senantiasa ingin mendapatkan apa yang   diinginkannya dengan sesegera mungkin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaiman dalam beberapa  firmannya “Manusia telah dijadikan (bertabiat)  tergesa-gesa. Kelak  akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda  (adzab)-Ku. Maka janganlah  kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan  segera” (QS. al-Anbiya’:  37). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses kehidupan perlu dilalui dengan sabar dan tenang,  langkah demi  langkah sebagaimana Allah mengajarkan proses terciptanya  manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabarlah, karena semua ada masanya, seperti pelajaran ulat  yang beralih rupa menjadi kupu-kupu elok. Bersabarlah, maka kita akan  mendapatkan lebih dari apa yang kita harapkan. Justru sikap tergesa-gesa  hanya membuat banyak energi terbuang sia-sia, membuat banyak ajaran dan  petunjuk dari Allah terabaikan dan bahkan apa yang diupayakan bisa  berakhir buruk, mirip dengan efek over dosis. Wallahua’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-7577102556293790114?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/7577102556293790114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=7577102556293790114' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7577102556293790114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7577102556293790114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/12/semua-pasti-ada-masanya.html' title='SEMUA PASTI ADA MASANYA'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-5195215684735219009</id><published>2011-12-20T10:52:00.000+07:00</published><updated>2011-12-20T10:52:19.006+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daftar Madrasah Aliyah se-NTT'/><title type='text'>DAFTAR MADRASAH ALIYAH SE-PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Daftar Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta wilayah provinsi Nusa Tenggara Timut (NTT):&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;1.MAS Hidayatullah -Kupang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;2.MAN EndeEnde&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;3.MAN Kalabah Alor&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;4 MAN Kedang Lembata &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;5.MAN Mbay Nagekeo&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;6.MAN Model Kupang-Kota Kupang&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;7.MAN Reok Manggarai&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;8.MAS Al Bara’ah Flores Timur&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;9.MAS Al Ikhlas Rearendu Ende &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;10.MAS Amaliah Pota Manggarai Timur&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;11.MAS Amanah Ruteng Manggarai&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;12.MAS At-Taqwa Sikka &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;13.MAS DDI Waiwerang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Flores Timur &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;14.MAS Hayatul Islam Alor &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;15.MAS Ikhwatul Mukminin Flores Timur &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;16.MAS Islamiyah Waikabubak Sumba Barat &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;17.MAS Jabal Nur Manggarai Barat &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;18.MAS Komodo Labuan Bajo Manggarai Barat&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;19.MAS Muhammadiyah Riung Ngada &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;20.MAS Nur Salam Lembata Lembata&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;21.MAS PP Walisanga Ende Ende&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;22.MAS Waingapu Sumba Timur&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;23.MAS Islamiyah Atambua Belu &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;24.MAS Al Qalam &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Manggarai Timur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;**********************************************&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;copyright@2011&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;&lt;a href="http://www.ende-islam.co.id/"&gt;www.ende-islam.co.id&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-5195215684735219009?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/5195215684735219009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=5195215684735219009' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5195215684735219009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5195215684735219009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/12/daftar-madrasah-aliyah-se-provinsi-nusa.html' title='DAFTAR MADRASAH ALIYAH SE-PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-2724580495146386108</id><published>2011-12-19T12:56:00.000+07:00</published><updated>2011-12-19T12:56:10.853+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pondok Pesantren se-NTT'/><title type='text'>DAFTAR PONDOK PESANTREN  PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR</title><content type='html'>Berikut daftar Pondok Pesantren yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT):&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;1.Rabitha M. Al Islamiyah Komplek Masjid Al Muhajirin Kota Atambua Belu NTT&lt;br /&gt;2.Amal Ikhlas Jl. DI. Panjaitan No 1 Kalaba Teluk Mutiara Alor NTT&lt;br /&gt;3. Hidayatullah Jl. Samratulang No.16 Teluk Mutiara Alor NTT&lt;br /&gt;4. Ikhwatul Mukminin Desa Adonara PO BOX 58 Kelubagolit Flores Timur NTT&lt;br /&gt;5. PPMS Walisanga Jl. Ikan Duyung Ende Selatan Ende NTT&lt;br /&gt;6. Nuurussa'adah Mbay Jl. Masjid Baiturahman Aesesa Ngada NTT&lt;br /&gt;7. Tarbiyatul Aulad NW Lingkungan Tanah Putih Reok Manggarai NTT&lt;br /&gt;8. AL-Qalam Tompong Look Lesson Tompong Sambi Rampas Manggarai NTT&lt;br /&gt;9. Al-Hikmah Jl. Lapangan Tembak Alak Kota Kupang NTT&lt;br /&gt;10. Pesantren Attin Kampung Maleset Alak Kota Kupang NTT&lt;br /&gt;11. Aisyiyah Jl. KH. Achmad Dahlan No. 18 Oebobo Kota Kupang NTT&lt;br /&gt;12. Al Qur'an Jl. Keuangan Negara No. 23 Oebobo Kota Kupang NTT&lt;br /&gt;13. Pesantren Mahasiswa EL-Fat Jln. keuangan Negara 1 Oebobo Kota Kupang NTT&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;-----------------------&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;www.ende-islam.co.id&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-2724580495146386108?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/2724580495146386108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=2724580495146386108' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/2724580495146386108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/2724580495146386108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/12/daftar-pondok-pesantren-provinsi-nusa.html' title='DAFTAR PONDOK PESANTREN  PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-5921731516524405756</id><published>2011-12-19T11:56:00.000+07:00</published><updated>2011-12-19T11:56:18.522+07:00</updated><title type='text'>SEJARAH MASJID RAYA KUPANG</title><content type='html'>&lt;b&gt;MASJID &lt;/b&gt;Raya Nurussa'adah Kupang NTT&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-bj8KlO5T84E/Tu7DiPoTdgI/AAAAAAAAAGA/EtIiy4IRH7I/s1600/masjid+raya+nurussa%2527adah+kupang+ntt.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-bj8KlO5T84E/Tu7DiPoTdgI/AAAAAAAAAGA/EtIiy4IRH7I/s1600/masjid+raya+nurussa%2527adah+kupang+ntt.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sejarah, pimpinan Yayasan Masjid Raya dan Pusat Dakwah Nurussa'adah  Kupang, H. Moh. Djafar menyebutkan bahwa pembangunan masjid tersebut  digagas para tokoh umat Islam, antara lain: Sayyid H. Muhammad Alhabsy,  HOS Badjideh, H. Saleh Mandaka, H. Manyur Syah arkiang, H. Birando bin  Tahir, H. Abdusyukur Ibrshim Dasi, H. Mahyan Amaraja, H. Salim bin  Muhammad Djawas dan masih banyak para tokoh umat Muslim yang membangun  masjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan masjid itu sendiri dimulai pada 1962 dan mendapat dukungan  dari Bupati Kupang W.C.H. Oematan yang menghibahkan tanah untuk lokasi  masjid seluas 3.419 meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, saat awal pelaksanaan pembangunan masjid tersebut  didahului pembersihan lahan dan pengurukan yang melibatkan umat Kristen,  Katolik dan Protestan di kawasan tersebut. Keterlibatan umat lain dalam  mengawali pembangunan masjid itu, kata Djafar yang juga menjadi saksi  bersejarah, sangat mengharukan. Pasalnya, dengan keterbatasan dana dan  dukungan berupa tenaga akhirnya masjid tersebut berdiri di tengah kota  Kupang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengakui, umat Muslim di NTT tergolong minoritas. Hanya sekitar  delapan persen dari total penduduk NTT. Kendati demikian, semangat  kebersamaan dan kerukunan di daerah ini menggembirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan masjid itu sendiri, ia mengakui telah mengalami pasang  surut. Artinya, pembangunannya kadang mengalami kelancaran namun ada  kalanya berada pada titik terbawah karena ketiadaan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1965 silam, pembangunan masjid itu terhenti karena peristiwa G 30 S  PKI dan kebijakan pemotongan nilai uang rupiah serta kondisi kesulitan  ekonomi&amp;nbsp; nasional dan daerah pada saat itu.Pembangunan masjid  dilanjitkan kembali pada 1973-1974 oleh para tokoh umat Islam.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Lantas, katanya, setelah peristiwa kerusuhan Kupang, November 1998,  dilakukan renovasi dibawah pimpinan yayasan HOS Badjideh dan Saleh  abubakar, dengan tim pembangunan antara lain Ir. H. Jamin Habid, H. Moh.  Djafar, H. Habib A. Pintar, Idin Baun. Sayang, pada 2001 pembangunan  terhenti karena berbagai kendala yang dihadapi yayasan dan tim  pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, pembangunan masjid Nurrrussa'adah dilanjutkan lagi yang  ditandai peletakan batu pertama oleh Menteri Agama Suryadharma Ali.  Masjid harus bagus, karena menjadi menghadap kepada Allah juga sebagai  tempat menimba ilmu.agama, bermusyawarah dan pusat dakwah, kata  Suryadharma Ali bersama Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoharsa yang  ikut menyumbang sebesar Rp 200 juta atas nama partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menag menyambut gembira kelanjutan pembangunan masjid tersebut mendapat  dukungan dari semua pihak. Termasuk Walikota Kupang Daniel Adoe yang  memberikan kemudahan berupa perizinan dan bantuan uang sebesar Rp 50  juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Panitia Pembanguan Masjid Nurussa'adah Kupang, Jamin Habid  menjelaskan bahwa kebutuhan dana&amp;nbsp; berdasarkan rancangan Rancangan  Anggaran Biaya (RAB)&amp;nbsp; kebutuhan untuk keseluruhan item pekerjaan  lanjutan sebesar Rp 5,5 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ia berharap semua pihak dapat membantu bagi kelanjutan  pembwngunan masjid tersebut. Ke depan, Masjid Raya&amp;nbsp; Nurussa'adah Kupang  dapat difungsikan sebagai pusat dakwah dan kegiatan sosial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, yang lebih penting lagi adalah selain masjid Nurussa'adah  berstatus Masjid Tingkat Propinsi NTT, menurut Menag dapat berfungsi  sebagai ibadah berupa shalat, zikir, pusat silaturahmi, tabligh akbar,  pusat pendidikan, pengajaran, pusat informasi Islam ran keummatan, pusat  kajian dan aktivitas ekonomi dan keuangan syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian Islam, dengan masjid Nurussa'adah di tengah kota Kupang  dapat memberikan kesejukan dan kedamaian bagi seluruh umat. Islam di  kota Kupang diharapkan sebagai pembawa rahmatul alamin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-5921731516524405756?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/5921731516524405756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=5921731516524405756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5921731516524405756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5921731516524405756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/12/sejarah-masjid-raya-kupang.html' title='SEJARAH MASJID RAYA KUPANG'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-bj8KlO5T84E/Tu7DiPoTdgI/AAAAAAAAAGA/EtIiy4IRH7I/s72-c/masjid+raya+nurussa%2527adah+kupang+ntt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-8629066302178689453</id><published>2011-12-19T07:37:00.002+07:00</published><updated>2011-12-19T07:37:37.488+07:00</updated><title type='text'>KISAH MUSAFIR DAN SEPOTONG ROTI</title><content type='html'>Tiga orang musafir menjadi sahabat dalam suatu perjalanan yang jauh dan&amp;nbsp;  melelahkan; mereka bergembira dan berduka bersama, mengumpulkan  kekuatan dan tenaga bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhari-hari lamanya mereka  menyadari bahwa yang mereka miliki tinggal&amp;nbsp; sepotong roti dan seteguk  air di kendi. Mereka pun bertengkar tentang siapa yang berhak memakan  dan meminum bekal tersebut. Karena tidak berhasil mencapai kesepakatan,  akhirnya mereka memutuskan untuk membagi saja makanan dan&amp;nbsp; minuman itu  menjadi tiga. Namun, tetap saja mereka tidak sepakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pun  turun, salah seorang mengusulkan agar tidur saja. Kalau besok mereka&amp;nbsp;  bangun, orang yang telah mendapatkan mimpi yang paling menakjubkan akan  menentukan apa yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi berikutnya, ketiga musafir itu bangun ketika matahari terbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah  mimpiku," kata yang pertama. "Aku berada di tempat-tempat yang tidak  bisa digambarkan, begitu indah dan tenang. Aku berjumpa dengan seorang  bijaksana yang&lt;br /&gt;berkata kepadaku, 'Kau berhak makan makanan itu, sebab  kehidupan masa lampau dan masa depanmu berharga, dan pantas mendapat  pujian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aneh sekali," kata musafir kedua. "Sebab dalam  mimpiku, aku jelas-jelas melihat&amp;nbsp; segala masa lampau dan masa depanku.  Dalam masa depanku, kulihat seorang lelaki&amp;nbsp; maha tahu berkata, 'Kau  berhak akan makanan itu lebih dari kawan-kawanmu, sebab kau lebih  berpengetahuan dan lebih sabar. Kau harus cukup makan, sebab kau  ditakdirkan untuk menjadi penuntun manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musafir ketiga  berkata, "Dalam mimpiku aku tak melihat apa pun, tak berkata apa pun.  Aku merasakan suatu kekuatan yang memaksaku bangun, mencari roti dan  air&amp;nbsp; itu, lalu memakannya di situ juga. Nah, itulah yang kukerjakan  semalam."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Catatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini dianggap salah  satu karya Syah Mohammad Gwath Syatari, yang meninggal tahun 1563. Ia  menulis risalah terkenal, Lima Permata, yang menggambarkan cara  pencapaian taraf lebih tinggi manusia dalam terminologi sihir dan tenaga  gaib, yang didasarkan pada model-model kuno. Ia merupakan guru yang  telah melahirkan lebih dari 14 kaum dan sangat dihargai oleh Maharaja  India, Humayun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dipuja-puja beberapa kalangan sebagai  orang suci, beberapa tulisannya&amp;nbsp; dianggap oleh golongan pendeta  menyalahi aturan suci, dan oleh karenanya mereka menuntutnya agar  dihukum. Ia akhirnya dibebaskan dari tuduhan murtad, karena hal-hal yang  dikatakan dalam keadaan pikiran yang istimewa tidak bisa dinilai dengan  ukuran pengetahuan biasa. Makamnya di Gwalior merupakan tempat ziarah  sufi yang sangat penting.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-8629066302178689453?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/8629066302178689453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=8629066302178689453' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/8629066302178689453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/8629066302178689453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/12/kisah-musafir-dan-sepotong-roti.html' title='KISAH MUSAFIR DAN SEPOTONG ROTI'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-8267335037811339740</id><published>2011-12-14T07:45:00.000+07:00</published><updated>2011-12-14T07:45:12.071+07:00</updated><title type='text'>SELALU RINDUKAN SURGA ADNIN</title><content type='html'>Tiada  kebahagiaan yang paling berbunga, kecuali sebuah pertemuan dengan  mereka  yang kita kasihi. Setelah jarak waktu penantian dan  pengembaraan di  rimba dunia fana ini; akhirnya mereka berjumpa dalam  pertemuan akbar di  surga Adnin. Para malaikat mengembangkan sayapnya  mengiringi pertemuan  mereka, seraya berdendang melagukan sonata doa dan  mengucapkan salam  sejahtera kepada para penghuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surga  Adnin tempat di mana  mereka masuk ke dalamnya bersama orang-orang saleh  dari bapak-bapak  mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka,  sedang  malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari setiap  pintu,  seraya mengucapkan salamun ealaikum, kedamai an bagi kamu  dengan  kesabaran kamu, maka inilah sebaik-baik tempat kesudahan. (QS  ar-Ra'du  [13]: 23-24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, salah satu kunci untuk memasuki  surga itu,  dijelaskan pada ayat sebelumnya yaitu mereka yang memenuhi  janji, yang  menyambung tali silaturahim, takut dengan seburuk- buruk  perhitungan,  dan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kunci lain yang akan membuka  pintu-pintu  surga terletak dalam keluhuran akhlak serta rasa hormatnya  yang penuh  dengan ihsan (excellent) kepada kedua orang tua, utamanya  ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah  apa yang disabdakan Rasulullah SAW, Ada tiga doa  yang pasti dikabulkan  dan tidak diragukan lagi, yakni doa orang yang  teraniaya, doa orang  bepergian, dan doa orang tua bagi anaknya. (HR  Al-Bukhari ). Tidak ada  kebahagiaan yang paling berbinar, kecuali kita  memiliki anak yang saleh,  santun kepada orang tua, dan gemar mendoakan.  Karena doa anak yang  saleh, tidak ada penghalangnya kecuali dikabulkan  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  bersabda, Diangkat derajat seseorang setelah  matinya. Dia pun bertanya,  Wahai Tuhanku, mengapa engkau angkat  derajatku? Allah berfirman; Anakmu  memohon ampunan untukmu. (HR  al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu dahsyatnya  kekuatan doa anak yang saleh  sehingga dapat mengubah kedudukan orang  tuanya yang telah meninggal.  Bahkan, Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa  Rasulullah SAW bersabda, Ketika  seseorang masuk surga ia menanyakan  orang tua, istri, dan anak-anaknya.  Lalu Allah berkata kepadanya, Mereka  tidak mencapai derajat amalmu.  Kemudian, orang itu berkata, Ya Rabbi,  aku beramal bagiku dan  keluargaku. Kemudian, Allah memerintahkan untuk  menyusulkan keluarganya  ke surga. (HR Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para orang tua  beserta seluruh  penghuni yang berada di bawah atap rumahnya, merasakan  bahwa mereka  adalah satu jamaah yang kelak akan reuni di surga. Seluruh  keluarga  merindukan pertemuan ulang di alam baka dan menjadi penghuni  surga  Adnin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, seseorang yang sudah berumur 40 tahun  sangat  dianjurkan agar senantiasa berdoa, sebagaimana doa yang  difirmankan  Allah: Ya Tuhanku, jadikan hamba mampu bersyukur atas nikmat  yang  Engkau berikan serta bersyukur kepada kedua orang tuaku, dan untuk   menunaikan amal saleh yang Engkau ridai, dan berikanlah kebaikan padaku   dan keturunanku. (QS al-Ahqaf [46]: 15). Semoga kita dapat berkumpul   untuk reuni di surga Adnin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-8267335037811339740?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/8267335037811339740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=8267335037811339740' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/8267335037811339740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/8267335037811339740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/12/selalu-rindukan-surga-adnin.html' title='SELALU RINDUKAN SURGA ADNIN'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-963990732369886356</id><published>2011-12-07T07:33:00.000+07:00</published><updated>2011-12-07T07:33:52.642+07:00</updated><title type='text'>JALAN LURUS MENUJU TUHAN</title><content type='html'>Menurut al-Ghazali, agama adalah jalan atau perjalanan menuju Allah. Dalam terminologi sufistik, perjalanan ini dinamai &lt;em&gt;al-Suluk,&lt;/em&gt; sedangkan pelakunya dinamai &lt;em&gt;al-Salik&lt;/em&gt;, sang penempuh perjalanan, dan yang dituju &lt;em&gt;(al-Mathlub)&lt;/em&gt; adalah Allah SWT &lt;em&gt;(Mizan al-`Amal, 1979).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa yang lebih umum, perjalanan ini dinamai &lt;em&gt;taqarrub&lt;/em&gt;, yaitu proses mendekatkan diri kepada Allah. &lt;em&gt;Taqarrub&lt;/em&gt; ini valid, absah, karena Allah adalah dekat, &lt;em&gt;qarib&lt;/em&gt; (al-Baqarah [2]: 186), bahkan lebih dekat dari urat nadi manusia. (QS Qaf [50]: 16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alquran, agama memang dilambangkan dengan jalan. Agama disebut &lt;em&gt;sabilillah&lt;/em&gt;, jalan Allah, &lt;em&gt;shirath al-Mustaqim&lt;/em&gt;, jalan lurus, lalu &lt;em&gt;syari`ah&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;syir`ah, &lt;/em&gt;dan minhaj, yang semuanya berarti jalan, tepatnya jalan Tuhan. Kata sabil diulang sebanyak 176 kali, &lt;em&gt;shirath &lt;/em&gt;145 kali, &lt;em&gt;syari`ah&lt;/em&gt; dua kali, dan &lt;em&gt;minhaj&lt;/em&gt; satu kali. &lt;em&gt;(Mu`jam al-Mufahras li Alfazh Alquran). &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-OoxAehOnASg/Tt60LyLQ8dI/AAAAAAAAAFo/lTwhoEl2HAA/s1600/jalan+lurus+-+ende+islam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-OoxAehOnASg/Tt60LyLQ8dI/AAAAAAAAAFo/lTwhoEl2HAA/s1600/jalan+lurus+-+ende+islam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Filosofi   jalan ini menarik dan perlu dipahami. Ibarat jalan, agama atau  beragama  tidak boleh putus. Ia merupakan perjalanan yang konstan dan   terus-menerus &lt;em&gt;(constant and continuous journey)&lt;/em&gt; hingga sampai di ujung perjalanan pada waktu kita bertemu dengan Allah. (QS al-Hijr [15]: 99).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Tuhan&amp;nbsp; &lt;em&gt;(sabilillah)&lt;/em&gt;, menurut Sayyid Quthub, mengandung tiga makna dasar. Pertama, &lt;em&gt;al-Haqq al-Muthlaq,&lt;/em&gt; kebenaran mutlak, yaitu kebenaran yang sejati, merupakan kebenaran universal (kulliyyat), bukan kebenaran partikular &lt;em&gt;(juz'iyyat). &lt;/em&gt;Terma &lt;em&gt;al-Haqq&lt;/em&gt; itu sendiri secara bahasa berarti kuat dan mantap. Maka itu, agama Islam, Alquran, dan Allah swt disebut &lt;em&gt;al-Haqq.&lt;/em&gt; (QS al-Isra [17]: 81).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jalan tuhan bermakna &lt;em&gt;al-Khair al-Muthlaq&lt;/em&gt; (kebaikan mutlak). Dalam Alquran dibedakan antara &lt;em&gt;al-Khair&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;al-Ma`ruf&lt;/em&gt;. Kata &lt;em&gt;al-Khair&lt;/em&gt; menunjuk kepada kebaikan universal, sedangkan al-Ma`ruf berarti kebaikan yang dikenal oleh suatu masyarakat. Dengan kata lain, &lt;em&gt;al-Ma`ruf &lt;/em&gt;adalah kebaikan budaya atau yang sekarang dinamakan kearifan lokal. Islam mengajarkan &lt;em&gt;al-Khair&lt;/em&gt;, sekaligus mengakui dan menyuruh kepada yang &lt;em&gt;ma`ruf &lt;/em&gt;(QS Ali Imran [3]: 104).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, jalan Tuhan bermakna &lt;em&gt;al-`Adl al-Muthlaq&lt;/em&gt; (keadilan mutlak). Seperti diketahui, adil adalah suatu keutamaan &lt;em&gt;(fadhilah)&lt;/em&gt;,   pangkal dari segala kebaikan. Dalam Alquran, adil disebut sebagai  nilai  tertinggi yang paling mendekati takwa (QS al-Maidah [5]: 8). Adil  juga  merupakan hukum kosmik, yang harus ditegakkan agar tidak terjadi   kekacauan, &lt;em&gt;chaos&lt;/em&gt;. (QS al-Rahman [55]: 7-8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tiga   nilai dasar yang terkandung dalam agama sebagai jalan Tuhan, yaitu  jalan  kemuliaan. Peradaban Islam sesungguhnya berakar pada tiga nilai  dasar  ini. Agama, karenanya dapat disebut sebagai induk dari peradaban &lt;em&gt;(the mother of culture and civilization).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap   orang beriman, dipanggil agar menghidupkan nilai-nilai dasar, yang   menjadi pangkal keadaban itu, agar dunia dalam usianya yang semakin tua,   tidak terjebak pada ancaman kekerasan dan kebiadaban. "Dan bahwa (yang   Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, Maka ikutilah dia,  dan  janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena  jalan-jalan  itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya, yang demikian  itu  diperintahkan Allah agar kamu bertakwa." (QS al-An`am [6]: 153). &lt;em&gt;Wallahu a`lam.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-963990732369886356?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/963990732369886356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=963990732369886356' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/963990732369886356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/963990732369886356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/12/jalan-lurus-menuju-tuhan.html' title='JALAN LURUS MENUJU TUHAN'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-OoxAehOnASg/Tt60LyLQ8dI/AAAAAAAAAFo/lTwhoEl2HAA/s72-c/jalan+lurus+-+ende+islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-7286617320123592523</id><published>2011-12-05T08:59:00.000+07:00</published><updated>2011-12-05T08:59:21.594+07:00</updated><title type='text'>AL-QUR'AN MANUAL BOOK UNTUK MANUSIA</title><content type='html'>Setiap produk buatan baik elektronik ataupun teknologi pasti memiliki  "Manual Book/User Guide", fungsinya tentu sebagi pedoman menggunakan  benda tersebut agar digunakan secara semestinya. Isinya mulai dari  fungsi produk tersebut, cara pemakaian, cara perawatan hingga  larangan-larangan yang harus dipatuhi dalam penggunaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  contoh, sebuah produk ponsel, tak boleh terkena air karena akan  mengurangi kemampuan kerjanya atau bahkan rusak. Bila mengikuti anjuran  manual book itu, maka setiap produk pasti lebih awet dan terjaga  kinerjanya sehingga akhirnya menguntungkan bagi pemakainya. Sebaliknya  jika penggunaannya melenceng dari buku tersebut maka yang terjadi adalah  kemunduran manfaat produk atau bahkan kerusakan dan akhirnya merugikan  pemakainya. Seluruh produsen produk yang mngeluarkan buku tersebut pasti  menganjurkan kita untuk membaca buku itu sebelum menggunakan produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia  adalah makhluk ciptaan Allah yang juga diberikan manual book, sebuah  pedoman untuk manusia untuk menjalani kehidupannya. Buku tersebut dibuat  karena Dia pasti tahu tujuan penciptaan&amp;nbsp; kita (manusia), cara dalam  menjalani hidup dan larangan-larangan yang harus dipatuhi. Buku itu  bernama Alquran, sebuah pedoman yang harus kita ikuti dan patuhi agar  kita tahu untuk apa sebenarnya kita di ciptakan, sehingga kita tahu  bagaimana cara menjalani kehidupan semestinya, serta larangan-larangan  yang tak boleh kita lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menghendaki kita membaca  dan memahaminya lalu mengamalkan dan mengikuti Alquran secara sempurna  agar kita selamat dalam menjalani kehidupan kita yang tidak hanya di  dunia ini tapi juga di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Jadi mari sekarang juga kita  membaca, memahami dan mengamalkan&amp;nbsp; Alquran agar kita tak merugi dan  celaka dalam hidup kita yang sementara ini. Sungguh Allah SWt tak ingin  manusia hidup di belantara dunia dalam kebingungan dan kesesatan. Oleh  karenanya Allah menurunkan Alquran untuk kita melalui lisan Rasul yang  Mulia Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surah Al  Baqarah ayat 2,&amp;nbsp; “Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya;  petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilanjutkan dengan  pernyataan Allah dalam surah An-Nahl ayat 89, yakni&amp;nbsp; “…..Dan Kami  turunkan kepadamu Al Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu  dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang  berserah diri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW, bersabda, “Jangan jadikan rumah  kalian kuburan. Sungguh, rumah yang di dalamnya dibacakan surah  Al-Baqarah tidak dimasuki setan.” (HR At-Tarmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pelajari,  baca, dan amalkan Alquran. Perumpamaan Alquran pada orang yang  mempelajari, membaca, dan mengamalkannya seperti belalang yang berlumur  kesturi. Ia dapat mengharumkan semua tempat yang dihinggapinya.  Sedangkan perumpamaan Alquran pada orang yang mempelajarinya saja, lalu  diam tidak mengamalkan laksana belalang yang hinggap diatas kesturi.”  (HR At-Tarmidzi) Wallahu a’lam bis shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-7286617320123592523?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/7286617320123592523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=7286617320123592523' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7286617320123592523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7286617320123592523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/12/al-quran-manual-book-untuk-manusia.html' title='AL-QUR&apos;AN MANUAL BOOK UNTUK MANUSIA'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-8870633279315880574</id><published>2011-11-23T07:39:00.000+07:00</published><updated>2011-11-23T07:39:43.355+07:00</updated><title type='text'>SAMBUT TAHUN BARU 1 MUHARRAM 1433 HIJRIYAH</title><content type='html'>Dalam kajian para filosofi manusia menjadi salah satu obyek kajian  tersendiri, filsafat manusia. Diantara yang dibahas adalah tujuan hidup  manusia. Sebut saja Aristoteles, seorang filosofi yang sudah tak asing  lagi, dari Yunani. Konsep tujuan hidup manusia menurut Aristoteles  terkenal dalam karyanya Ethika Nicomachea.&amp;nbsp; Yaitu, “Tujuan hidup manusia  adalah kebahagiaan (eudaimonia). Orang yang sudah bahagia tidak  memerlukan apa-apa lagi pada satu sisi, dan pada sisi lain tidak masuk  akal jika ia masih ingin mencari sesuatu yang lain. Hidup manusia akan  semakin bermutu manakala semakin dapat mencapai apa yang menjadi tujuan  hidupnya. Dengan mencapai tujuan hidup, manusia akan mencapai dirinya  secara penuh, sehingga mencapai mutu yang terbuka bagi dirinya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara  sederhana pernyataan filsuf legendaris tersebut sejalan dengan&amp;nbsp; fitrah  manusia. Dimana manusia lebih cenderung (baca mencari) kebahagiaan dan  cenderung menghindari kesedihan atau kesusahaan. Jika memang mencari  kebahagiaan adalah fitrah dan tujuan hidup manusia. Lantas pertanyaannya  kebahagiaan seperti apa? Kemudian apakah semata-mata hanya mencari  kebahagiaan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menafsirkan dan memaknai kebahagiaan  disini. Salah satu yang sering dianggap dapat mewujudkan kebahagiaan  secara mutlak adalah jika mendapatkan kekuasaan, harta, dan wanita.  Karena itu tak jarang kita melihat sekian banyak orang berlomba-lomba  mendapatkan keitga hal yang mendasar tersebut. Pada akhirnya terjebak  dalam gaya hidup hedonis bahkan menjadi hamba dunia.&lt;br /&gt;Islam mempunyai  konsep yang lebih sempurna dan jelas tentang tujuan hidup manusia ini.  Allah swt berfirman dalam Al Quran “Dan Aku tidak menciptakan jin dan  manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (Adz Dzariaat [51] : 56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini  adalah hal yang paling mendasar dalam konsep Islam tentang tujuan hidup  manusia. Tidak lain manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah  swt. Sebagai Sang Pencipta maka Allah mempunyai hak yang absolut  terhadap hambanya. &lt;br /&gt;Menurut Ibnu Abas dalam tafsir Ibnu Katsir,  kalimat “Liya’buduun” dalam ayat tersebut bermakna “ menghinakan diri  kepada Allah dan mengagungkan-Nya”. Dengan begitu ibadah disini  mempunyai cakupan arti yang luas. Tidak hanya sebatas ibadah yang kita  kenal. Yaitu, shalat, zakat, shaum, dan haji. Secara sederhana dapat  kita pahami, segala sesuatu yang diniatkan lillahi ta’la dan tidak  melanggar syariat maka ia bernilai ibadah, inysa Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  sangat menarik di sini ternyata ibadah tidak hanya bekerja secara  sepihak. Akan tetapi mempunyai timbal balik bagi manusia itu sendiri.  Ibadah bukan hanya semata-mata kewajiban kita sebagai seorang hamba  kepada Sang Penciptanya. Ibadah mempunyai efek psikis yang menjadi  tujuan hidup dalam kacamata filsafat, yaitu kebahagiaan.&lt;br /&gt;Jika kita  benar-benar telah ikhlas dan benar-benar memahami hakikat ibadah itu  sendiri. Kita akan merasakan kebahagiaan setiap kali kita selesai  menunaikan ibadah. Artinya ibadah apapun itu bukan semata-mata gerak  tubuh dalam ritual khusus. Juga bukan semata menunaikan kewajiban.  Rasulullah saw bersabda, “Berdirilah Bilal, maka nyamankan kami dengan  sholat” (H.R Abu Dawud). Dalam riwayat lain “Wahai Bilal dirikanlah  sholat (maksudnya kumandangkanlah adzhan untuk panggilan sholat wajib)  nyamankan kami dengannya (dengan shalat)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadis tersebut  jelas menggambarkan bahwasanya sholat (ibadah) membawa kenyamanan bagi  yang menunaikannya. Bahkan ketika ia meniggalkannya maka ia akan merasa  sedih. Sebaliknya ketika ia menunaikannya ia akan merasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bersama sambut tahun baru 1433 Hijiriyah dengan meraih tujuan hidup yaitu hanyalah beribadah kepada Sang Maha Pencipta Allah SWT.&lt;br /&gt;-----------------------------------------&lt;br /&gt;www.ende-islam.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-8870633279315880574?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/8870633279315880574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=8870633279315880574' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/8870633279315880574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/8870633279315880574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/11/sambut-tahun-baru-1-muharram-1433.html' title='SAMBUT TAHUN BARU 1 MUHARRAM 1433 HIJRIYAH'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3015780983600056126</id><published>2011-11-18T07:35:00.000+07:00</published><updated>2011-11-18T07:35:31.821+07:00</updated><title type='text'>MARI BERSAMA MEMBANTU ORANG MISKIN</title><content type='html'>Suatu hari ada  seseorang datang meminta-minta kepada Rasulullah SAW  yang sedang  berkumpul dengan para sahabat. Melihat kehadiran pengemis  itu,  Rasulullah lantas bertanya, "Apakah kamu mempunyai sesuatu di  rumahmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia  menjawab, "Tentu, saya mempunyai pakaian yang  biasa dipakai sehari-hari  dan sebuah cangkir." Rasulullah lalu berkata,  "Ambil dan serahkan ke  saya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengemis itu langsung bergegas  pulang dan kembali dengan  membawa cangkir. Rasulullah kemudian  menawarkan cangkir itu kepada para  sahabat, "Adakah di antara kalian  yang ingin membeli ini?" Seorang  sahabat menyahut, "Saya beli dengan  satu dirham."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah lalu  menawarkannya kepada sahabat yang  lain. Seorang sahabat yang sanggup  membelinya dengan harga dua dirham.  Rasulullah kemudian memberikan dua  dirham itu kepada si pengemis. Rasul  mengharapkan agar uang itu  digunakan untuk membeli makanan buat  keluarganya, dan sisa uangnya  digunakan untuk membeli kapak. "Carilah  kayu yang banyak dan juallah,  selama dua minggu ini aku tidak ingin  melihatmu," kata Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua  minggu kemudian, pengemis itu  datang kembali menghadap Rasulullah SAW,  tapi tidak untuk mengemis. Ia  datang kepada Rasullah membawa uang 10  dirham hasil dari berjualan  kayu. Rasulullah SAW kemudian menyuruhnya  untuk membeli pakaian dan  makanan untuk keluarganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  berkata, "Hal ini lebih  baik bagi kamu, karena meminta-meminta hanya  akan membuat noda di  wajahmu di akhirat nanti. Tidak layak bagi  seseorang meminta-minta  kecuali dalam tiga hal, fakir miskin yang  benar-benar tidak mempunyai  sesuatu, utang yang tidak bisa terbayar, dan  penyakit yang membuat  seseorang tidak bisa berusaha."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini  menggambarkan sifat  Rasulullah yang gemar membantu&amp;nbsp; orang yang tidak  mampu. Bantuan tidak  hanya berupa uang, tapi juga "kail" atau pekerjaan  agar kelak orang  yang tidak mampu itu bisa hidup mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak  dapat dimungkiri,  jumlah pengemis dan pengangguran di Indonesia saat ini  masih sangat  tinggi. Alangkah indahnya, jika setiap orang mampu (secara  ekonomi) di  negeri ini mau meniru perilaku Rasulullah tersebut. Dengan  memberi  sedekah dan pekerjaan, setidaknya jumlah anak jalanan dan  pengangguran  bisa diminimalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasullullah memberikan contoh  bahwa  kesalehan spiritual belum dikatakan sempurna, sebelum dibarengi  dengan  kesalehan sosial (to be sensitive to the reality).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  Alquran  disebutkan bahwa orang yang bertakwa yaitu: "Orang-orang yang   menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan   orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang (QS Ali   Imran [3]: 134). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kita berbagi dengan orang di   sekeliling kita yang fakir dan miskin. Jika orang yang diberi kecukupan   ekonomi di negeri ini mau peduli terhadap yang miskin, pasti perempuan   Indonesia tidak akan berbondong-bondong menjadi tenaga kerja dan   pembantu rumah tangga di negeri orang. Jika orang kaya di negeri ini mau   membantu yang lemah dan fakir, tentu tidak banyak anak negeri ini yang   putus sekolah. "Sesungguhnya kefakiran (kemiskinan) itu bisa   menjerumuskan ke jurang kekafiran."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3015780983600056126?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3015780983600056126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3015780983600056126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3015780983600056126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3015780983600056126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/11/mari-bersama-membantu-orang-miskin.html' title='MARI BERSAMA MEMBANTU ORANG MISKIN'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-6996696724932238564</id><published>2011-11-14T13:47:00.002+07:00</published><updated>2011-11-14T13:47:47.837+07:00</updated><title type='text'>TANAMKAN JIWA PAHLAWAN DALAM DIRI KITA</title><content type='html'>'Kita  toenjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin  merdeka …  lebih baik kita hantjoer leboer daripada tidak merdeka'.  Pernyataan ini  disampaikan Bung Tomo saat menyongsong serangan sekutu  ke Surabaya, 9  November 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, para pahlawan adalah  pelaku perubahan.  Mereka tidak pernah rela mengusung kata perubahan  untuk mendapatkan  kekuasaan dan bintang jasa. Aura perubahan yang  melekat pada diri mereka  adalah karena gelora jiwa kepahlawanannya yang  setia pada kebenaran,  keadilan, dan kesejahteraan orang banyak, serta  kasih sayang. Pangkat,  jabatan, kekayaan, atribut kebesaran, dan  kekuasaan bukan bilangan untuk  mengukur nilai kepahlawanan seseorang.  Bahkan, semua itu terkadang  hanya topeng kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepahlawanan  adalah jiwa mulia orang  yang merdeka, yakni merdeka dari kepentingan  pribadi, kelompok, dan  kepentingan sesaat. Jiwa pahlawan adalah jiwa  pembebas, bebas dan  merdeka dari ego sendiri, bebas dari penghambaan  materi,&amp;nbsp; dan lainnya.  Jeruji penjara hanya medan terbuka untuk  mengekspresikan semangat  kebenaran yang terlahir dari keyakinan yang  kuat, pikiran yang jernih,  serta pandangan jujur terhadap kondisi  sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahannya  menjadi titik tolak pemberontakan melawan  tirani ketidakadilan dan  kezaliman. Kepeduliaan sosialnya menjadi  modal utama menerjang  penindasan dan kesemena-menaan. Dan, perjuangan  terhebat adalah tidak  menundukkan kepala di hadapan raja dan penguasa  yang zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami  sanggup mempertahankan kedaulatan dan  kemerdekaan … sampai titik darah  yang penghabisan!" Demikian pernyataan  Jenderal Soedirman saat pidato  pelantikan panglima besar Tentara  Republik Indonesia, pada 25 Mei 1946.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  benak para pahlawan,  kejahatan adalah alat untuk memperjelas kebenaran.  Penindas dan  penjajah adalah kroni-kroni Firaun dan Qarun yang harus  dilawan. Tak  ada yang dapat mematahkan semangat juangnya dalam  menegakkan kebenaran  sejati. Mereka adalah petarung, bukan penakut  apalagi pecundang.  Satu-satunya yang mereka takuti hanyalah rasa takut  itu sendiri, bahkan  kematian. Besarnya kekuatan lawan, tak meluluhkan  semangat mereka. (QS  al-Ahzab [33]:23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pahlawan, kematian  adalah masa depan  yang pasti. Mereka tak sudi menerima hadiah dari  penjajah yang telah  merampok negeri walau atas nama pajak sekalipun.  Atau, lewat  celah-celah peluang untuk mendapatkan proyek dunia, yang  hanya dapat  memperkaya diri dan keluarganya. Bukan dari rakyat banyak  yang sejak  awal menjadi titik keberangkatan perjuangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan  tak  mereka butuhkan dari penguasa atau orang kaya yang pecundang.  Dengan  keteguhan iman, penghargaan tertinggi telah mereka dapatkan dari  yang  hidup atau sesudah mati. Karena penghargaan juga akan mereka  dapatkan  dari langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahlawan sejati tidak sekadar   memperjuangkan kebenaran (alhaq). Mereka juga mampu menggerakkan rakyat   untuk bersatu dalam menumpas setiap ketidakadilan. Mereka akan selalu   diikuti rakyatnya, walau hingga ke liang kubur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-6996696724932238564?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/6996696724932238564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=6996696724932238564' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6996696724932238564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6996696724932238564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/11/tanamkan-jiwa-pahlawan-dalam-diri-kita.html' title='TANAMKAN JIWA PAHLAWAN DALAM DIRI KITA'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-4257815419796698274</id><published>2011-11-08T07:20:00.004+07:00</published><updated>2011-11-08T07:20:59.857+07:00</updated><title type='text'>TELADAN NABI IBRAHIM</title><content type='html'>Di bulan ini, Dzulhijjah, sosok Nabi Ibrahim &lt;i&gt;Alaihis Salam&lt;/i&gt; (AS)  pasti akan kembali dibicarakan. Itu karena di bulan ini ada dua   syariat peribadatan yang tidak terlepas dari sosok agung ini, yaitu   pelaksanaan ibadah haji dan kurban. Selain dikenal sebagai salah seorang   rasul ulul azmi (yang memiliki keteguhan), beliau juga sering disebut   sebagai Khalilullah (kekasih Allah) dan &lt;i&gt;Abul Anbiya&lt;/i&gt; (bapaknya para nabi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan   hidup manusia termulia setelah Nabi Muhammad SAW ini adalah sebuah   perjalanan peneguhan tauhid. Ketaatan dan keimanan luar biasa yang   dihadirkan oleh ayah dari dua nabi dengan dua ibu yang berbeda, yaitu   Nabi Ismail (dari bunda Hajar) dan Nabi Ishaq (dari bunda Sarah) &lt;i&gt;Alahimus Salam&lt;/i&gt;,   ini adalah sesuatu yang berat ditunaikan oleh manusia pada umumnya.   Sebuah keteladanan yang mesti kita serap dalam kehidupan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi   Ibrahim selalu berpijak di atas kebenaran dan tak pernah berpaling   meninggalkannya. Posisinya dalam agama sangat tinggi (seorang imam) dan   selalu total dalam mengabdi. Beliau pun tak pernah lupa mensyukuri   segala nikmat-Nya (QS an-Nahl: 120-121).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim merupakan   sosok pembawa panji-panji tauhid. Perjalanan hidupnya sarat dengan   dakwah kepada tauhid dan segala liku-likunya (QS al-Mumtahanah: 4-5).   Beliau selalu mengajak umatnya kepada jalan Allah serta mencegah mereka   dari sikap taklid buta terhadap ajaran sesat nenek moyangnya (QS   al-Anbiya: 52-58). Allah SWT memilihnya dan menunjukinya ke jalan lurus   serta mengaruniakannya segala kebaikan dunia dan akhirat (QS an-Nahl:   121-122). Bahkan, Allah SWT mengangkatnya sebagai &lt;i&gt;khalil&lt;/i&gt; (kekasih). (QS an-Nisa: 125).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanannya   merupakan cermin pendidikan keagamaan yang disampaikan orang tua   terhadap anak cucunya (QS al-Baqarah: 132). Bahkan, Nabi Ibrahim AS   senantiasa berdoa dan memohon kepada Allah SWT untuk kesalehan anak   cucunya (QS Ibrahim: 35 dan 40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidupnya juga   mengandung pelajaran berharga bagi para anak, karena beliau adalah   seorang anak yang amat berbakti kepada kedua orang tuanya dan selalu   menyampaikan kebenaran kepada mereka dengan cara yang terbaik (QS   Maryam: 42-45). Ketika sang bapak, Azar, sang pembuat patung Tuhan,   menyikapinya dengan keras, Nabi Ibrahim tetap santun dan berdoa untuk   kebaikan ayahnya (QS Maryam: 47). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Nabi Ibrahim AS juga   mengandung pelajaran berharga bagi seorang ayah kepada anaknya bahwa   selalu ada ruang untuk berpendapat atas setiap keputusan sang kepala   rumah tangga kepada anak-anaknya. Perintah langsung Allah untuk   menyembelih sang anak diberinya ruang berpendapat bagi anaknya (QS   as-Saffat: 102).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup sang pencetus agama hanif ini   adalah juga edukasi berharga bagi para suami istri. Asas membina   kehidupan rumah tangga tidak lain di atas keridaan perintah Allah SWT.   Hal ini tecermin dari dialog antara Nabi Ibrahim dan istrinya yang   bernama Hajar, ketika Nabi Ibrahim membawanya beserta anaknya ke Kota   Makkah yang masih tandus dan belum berpenghuni atas perintah Allah SWT.   "Apakah Allah yang memerintahkanmu berbuat seperti ini?' Ibrahim   menjawab, 'Ya.' Maka (dengan serta-merta), Hajar mengatakan, 'Kalau   begitu Dia pasti (Allah) tidak akan menyengsarakan kami'." (Lihat &lt;i&gt;Shahih Bukhari&lt;/i&gt;, No 3364).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-4257815419796698274?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/4257815419796698274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=4257815419796698274' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/4257815419796698274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/4257815419796698274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/11/teladan-nabi-ibrahim.html' title='TELADAN NABI IBRAHIM'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-689123006865420540</id><published>2011-11-07T07:16:00.000+07:00</published><updated>2011-11-07T07:16:51.255+07:00</updated><title type='text'>SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432 HIJRIYAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Blog www.ende-islam.co.id mengucapkan :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;"SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432 HIJRIYAH"&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Untuk segenap masyarakat Muslim Kabupaten Ende &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;-------------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Marilah berkurban untuk kesejahteraan seluruh umat Muslim Ende &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-689123006865420540?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/689123006865420540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=689123006865420540' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/689123006865420540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/689123006865420540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/11/selamat-hari-raya-idul-adha-1432.html' title='SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1432 HIJRIYAH'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3697091244753418474</id><published>2011-11-04T07:23:00.000+07:00</published><updated>2011-11-04T07:23:37.115+07:00</updated><title type='text'>WUKUF ARAFAH UNTUK INSTROPEKSI DIRI</title><content type='html'>Wukuf di Arafah hendaknya dijadikan introspeksi diri dan mohon ampun  atas dosa yang diperbuat sehingga saat kembali ke Tanah Air memiliki  jiwa bersih, kata Naib Amirul Haj KH Hasyim Muzadi."Persiapkan  kedatangan saat wukuf dengan persiapan lahir dan bathin bersih untuk  melakukan tobat karena di situ Allah akan mengampuni dosa-dosa yang kita  perbuat," kata Hasyim di Mekah, Kamis.  &lt;br /&gt;Pesan tersebut disampaikan Hasyim yang juga mantan ketua umum  PBNU saat menjelang keberangkatan jamaah calon haji Indonesia yang  jumlahnya mencapai 200 ribu orang lebih menuju Arafah, Muzdalifah dan  Mina (Armina), Jumat (4/11).&lt;br /&gt;Dia mengatakan di Arafah saat melakukan wukuf jamaah hendaknya  melakukan kegiatan ibadah seperti zikir, membaca Al Quran, berdoa,  sholat, dan jangan terlalu banyak bersendagurau dan ngobrol yang tidak  perlu.&lt;br /&gt;Di situ, kata Hasyim, jamaah agar menyerahkan diri kepada Allah agar  segala dosa-dosanya diampuni dan berdoa seikhlas-iklasnya agar dapat  membawa ketengan hati dan untuk kebaikan diri sendiri."Saat kita  membersihkan diri dengan berdoa dan monon ampunan dari Allah maka jiwa  kita diharapkan bisa bersih dan akan menjadi tameng jika kita akan  melakukan perbuatan tidak baik," katanya.&lt;br /&gt;Wukuf di Arafah memiliki kegiatan yang sangat penting karena  disitulah jamaah menjalankan rukun haji.Begitu pentingnya jamaah calon  haji berada di Arafah untuk rukun, sehingga jamah yang sakit dalam  kondisi pun harus beerada di tempat itu sekalipun menggunakan ambulans.&lt;br /&gt;Hasyim mengatakan, dengan jiwa yang bersih diharapkan jamaah haji  Indonesia saat pulang ke Tanah Air bisa menjadi mabrur dan meninggalkan  segala hal yang dilarang.&lt;br /&gt;Dikatakan pula dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini juga banyak  diikuti oleh sejumlah pejabat tinggi baik di pusat dan daerah, sehingga  wukuf ini juga bisa dimanfaatkan untuk introspeksi diri."Selama ini  masih kurang ada suri teladan dari pejabat di Tanah Air dan diharapkan  dengan menjadi haji bisa menjadi teladan bagi rakyatnya," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3697091244753418474?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3697091244753418474/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3697091244753418474' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3697091244753418474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3697091244753418474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/11/wukuf-arafah-untuk-instropeksi-diri.html' title='WUKUF ARAFAH UNTUK INSTROPEKSI DIRI'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-5696635372066459554</id><published>2011-10-21T07:29:00.002+07:00</published><updated>2011-10-21T07:29:38.703+07:00</updated><title type='text'>SANG SAHABAT KAUM DHUAFA</title><content type='html'>Namanya Jundub bin Junadah,  tetapi lebih dikenal dengan panggilan Abu  Dzar al-Ghiffari. Sahabat Nabi  ini terkenal dengan sikap zuhudnya serta  pandangan khasnya tentang  harta. Bagi Abu Dzar, menyimpan harta dalam  jumlah yang berlebih dari  kebutuhan keluarga adalah haram. Ayat yang  sering dikutip Abu Dzar: "Dan  orang-orang yang menyimpan emas dan perak  dan tidak menafkahkannya pada  jalan Allah, beritahukanlah kepada  mereka, (mereka akan mendapat) siksa  yang pedih." (QS at-Taubah [9]:  34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar tidak pernah  menyimpan harta lebih dari persiapan  hidup tiga hari. Tidak jarang dia  berhari-hari hanya makan beberapa  biji kurma dan air. Sewaktu tinggal di  Damaskus, pada zaman Khalifah  Usman bin Affan, Gubernur Muawiyah bin  Abi Sufyan pernah mengujinya  dengan mengirimkan uang 100 dinar pada satu  malam dan besok paginya  memintanya kembali dengan alasan salah kirim.  Ternyata uang tersebut  sudah habis dibagikan malam itu juga kepada fakir  miskin. Abu Dzar  berjanji akan mengumpulkannya kembali dalam tiga hari  jika Muawiyah  menginginkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seseorang datang ke  kediaman Abu  Dzar. Tamu itu melayangkan pandangannya ke setiap pojok  rumahnya. Dia  tidak melihat apa-apa di rumah itu. "Hai Abu Dzar! Di mana   barang-barang Anda?" Abu Dzar menjawab, "Kami mempunyai rumah yang   lain. Barang-barang kami yang bagus telah kami kirim ke sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu   itu rupanya mengerti bahwa yang dimaksud Abu Dzar adalah akhirat. Lalu   tamu tadi berkata, "Tetapi, Anda juga memerlukan barang-barang itu di   rumah ini?" Maksudnya, di dunia. Abu Dzar dengan tangkas menjawab,   "Tetapi yang punya rumah (Allah) tidak membolehkan kami tinggal di sini   buat selama-lamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar sering menyampaikan kepada kaum   dhuafa bahwa pada harta orang-orang kaya itu ada hak mereka. Sebagai   gubernur, Muawiyah khawatir kalau-kalau cara pandang Abu Dzar itu akan   mendorong orang-orang miskin merampasi harta kekayaan orang kaya. Dia   melaporkan Abu Dzar kepada Khalifah Usman di Madinah. Khalifah memanggil   Abu Dzar dan dua sahabat ahli tafsir untuk menguji penafsiran Abu Dzar   terhadap surah at-Taubah ayat 34 itu. Keduanya menyatakan bahwa yang   diancam oleh ayat tersebut adalah orang-orang yang menimbun kekayaan dan   tidak menunaikan kewajibannya membayar zakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  peristiwa  itu, Abu Dzar tidak mau kembali lagi ke Damaskus dan juga  tidak mau  menetap di Madinah. Dalam pandangan dia, umat Islam di kedua  kota  tersebut tidak lagi hidup secara sederhana seperti yang  dicontohkan  Rasulullah SAW. Dia minta izin tinggal di Rabdzah, sebuah  kampung kecil  di luar Kota Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, Abu Dzar  berpesan kepada  putrinya. Jika lewat kafilah di kampung kita ini,  jamulah mereka makan.  Setelah itu tanyakan kepada mereka, apakah Abu  Dzar termasuk ahli surga  atau bukan. Putrinya heran, karena biasanya  pertanyaan itu diajukan  setelah seseorang meninggal dunia. Mengetahui  ada kafilah datang dan  putrinya sudah menyiapkan jamuan, Abu Dzar  mengambil air wudhu lalu  shalat dua rakaat dengan khusyuk. Setelah  shalat, dia berbaring dan  melipat kedua tangannya, kemudian tenang.  Pada saat itulah Allah SWT  memanggilnya. Alangkah indahnya kematian  sahabat kaum dhuafa ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-5696635372066459554?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/5696635372066459554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=5696635372066459554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5696635372066459554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5696635372066459554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/10/sang-sahabat-kaum-dhuafa.html' title='SANG SAHABAT KAUM DHUAFA'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-277609599956176994</id><published>2011-10-11T11:58:00.000+07:00</published><updated>2011-10-11T11:58:37.320+07:00</updated><title type='text'>MASJID TERAPUNG KUALA PERLIS MALAYSIA</title><content type='html'>&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Foto Masjid Terapung Kuala Perlis - Malaysia&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MjuYoo10LJo/TpPMm_uPu8I/AAAAAAAAAFg/QKjGofBvlr8/s1600/Masjid+Terapung+-+Ende+Islam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://2.bp.blogspot.com/-MjuYoo10LJo/TpPMm_uPu8I/AAAAAAAAAFg/QKjGofBvlr8/s320/Masjid+Terapung+-+Ende+Islam.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Tak hanya Jeddah yang kini memiliki masjid megah yang terapung di atas  laut. Malaysia kini membangun masjid sejenis di Kuala Perlis. Masjid  yang memiliki dua menara kembar heksagonal ini dirancang untuk mampu  menampung 1.000 jamaah dalam satu kali kesempatan shalat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid  Terapung Al-Hussain, demikian namanya, diresmikan oleh Raja Perlis,  Tuanku Syed Sirajuddin Putra Jamalullail, akhir pekan lalu. Masjid ini  sangat trategis karena lokasinya di Kuala Perlis, jalur turisme yang  ramai yang menghubungkan Malaysia daratan dengan pulau yang kaya akan  sejarah Islam, Langkawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disain masjid ini terbilang unik.Gerbang  masjid berada di daratan, namun ruang ibadahnya menjorok ke laut. Biaya  seluruhnya 12 juta ringgit, yang berhasil dikumpulkan oleh pengusaha  sukses negeri itu,&amp;nbsp; Tan Sri Mohd Ariffin Yusof dan keluarga besarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menara  masjid, selain berbentuk heksagonal, juga akan memberi warna berbeda  saat waktu shalat Isya dan subuh, yang berfungsi sebagai 'mercusuar  shalat' bagi nelayan. Masjid Al Hussain adalah masjid ke-104 yang  dibangun di Perlis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-277609599956176994?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/277609599956176994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=277609599956176994' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/277609599956176994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/277609599956176994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/10/masjid-terapung-kuala-perlis-malaysia.html' title='MASJID TERAPUNG KUALA PERLIS MALAYSIA'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MjuYoo10LJo/TpPMm_uPu8I/AAAAAAAAAFg/QKjGofBvlr8/s72-c/Masjid+Terapung+-+Ende+Islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-6692851902754170502</id><published>2011-10-10T08:55:00.000+07:00</published><updated>2011-10-10T08:55:17.954+07:00</updated><title type='text'>PIAGAM ANUGERAH ANTARA MUSLIM DENGAN NON MUSLIM</title><content type='html'>Bangsa Indonesia kembali dikejutkan aksi bom bunuh diri. Terbaru adalah  pada Ahad, 25 September lalu, di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kapunton,  Solo, Jawa Tengah. Sebagai umat Islam, kita miris melihat kondisi ini.  Perdamaian yang tumbuh subur di negeri Muslim ini kembali tercabik oleh  aksi bom bunuh diri. Terlebih aksi bom bunuh diri selalu dikaitkan  dengan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh aneh. Padahal, perdamaian merupakan salah  satu ajaran pokok dalam Islam. Perintah untuk selalu berdamai tidak  hanya terdapat pada ayat-ayat Alquran tetapi juga dicontohkan langsung  dalam kehidupan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW adalah sosok  yang sangat dikenal dengan kepribadian dan budi pekertinya yang baik.  Banyak perjanjian yang dibuat Rasul SAW bertujuan untuk menghindari  konflik dan berupaya membangun perdamaian. Mulai dari perjanjian  Hudaibiyah, piagam Madinah, perjanjian dengan delegasi Najran, dan masih  banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungan dengan kalangan non-Muslim,  Rasulullah menuliskannya dalam 'Piagam Anugerah' yang kini tersimpan di  Gereja St Catherine's Monastery, Bukit Sinai, Mesir. Surat itu diberikan  kepada seorang delegasi Kristen yang mengunjungi Nabi SAW pada 628  Masehi di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah pesan dari Muhammad bin Abdullah,  sebagai perjanjian bagi siapa pun yang menganut kekristenan, jauh dan  dekat, bahwa kami mendukung mereka. Sesungguhnya saya, para pelayan,  para penolong, dan para pengikut saya membela mereka, karena orang-orang  Kristen adalah penduduk saya; dan karena Allah! Saya bertahan melawan  apa pun yang tidak menyenangkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada paksaan yang  dapat dikenakan pada mereka. Sekalipun oleh para hakim mereka, maka akan  dikeluarkan dari pekerjaan mereka maupun dari para biarawan-biarawan  mereka, dari biara mereka. Tidak ada yang boleh menghancurkan rumah  ibadah mereka, atau merusaknya, atau membawa apa pun daripadanya ke  rumah-rumah umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang memgambil hal-hal tersebut  maka ia akan merusak perjanjian Allah dan tidak menaati Rasul-Nya.  Sesungguhnya, mereka adalah sekutu saya dan mendapatkan piagam keamanan  melawan apa pun yang mereka benci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang memaksa mereka  untuk bepergian atau mengharuskan mereka untuk berperang. Umat Islam  wajib bertempur untuk mereka. Jika ada perempuan Kristen menikahi pria  Muslim, hal ini tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan perempuan itu.  Dia tidak dapat dilarang untuk mengunjungi gerejanya untuk berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja-gereja  mereka harus dihormati. Mereka tidak boleh dilarang memperbaiki dan  menjaga perjanjian-perjanjian sakral mereka. Tidak ada dari antara  bangsa (Muslim) yang boleh tidak mematuhi perjanjian ini hingga Hari  Akhir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sudah sepantasnya kita hidup berdampingan dan  saling menghormati antarsesama anggota masyarakat guna memperkuat tali  persaudaraan sesama anak bangsa, agar terwujud masyarakat yang ideal,  yakni aman, makmur, dan sentosa. Inilah masyarakat yang didambakan,  baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negara yang baik dan senantiasa  mendapat ampunan dari Allah SWT).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-6692851902754170502?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/6692851902754170502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=6692851902754170502' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6692851902754170502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6692851902754170502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/10/piagam-anugerah-antara-muslim-dengan.html' title='PIAGAM ANUGERAH ANTARA MUSLIM DENGAN NON MUSLIM'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-633205366690250842</id><published>2011-10-06T20:43:00.000+07:00</published><updated>2011-10-06T20:43:05.390+07:00</updated><title type='text'>MARI SEMUA PARTISIPASI UNTUK GERAKAN DAKWAH NELAYAN FLORES</title><content type='html'>Usman Maratu Selolong melipat-lipat kecil uang Rp 20.000 kemudian  menyelipkannya ke dalam saku celana. Itulah bagian untuknya, kelima  belas anak buahnya pun mendapatkan jumlah yang sama. Lelaki usia 60  tahun ini membagi rata uang Rp 320.000, hasil menjual ikan yang  ditangkap nelayan dalam kelompoknya setelah dikurangi biaya pembelian  bahan bakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah keseharian warga nelayan di pesisir  laut Flores, Nusa Tenggara Timur. Hari ini ia bisa membawa pulang uang  untuk memenuhi kebutuhan hidup istri dan keempat anaknya, namun belum  tentu esok hari. Terkadang hasil tangkapan tidak mampu menutupi biaya  operasional dan bahan bakar selama melaut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut Flores sebenarnya  kaya akan ikan. Namun sarana yang kurang menyebabkan mereka kesulitan  untuk mendapatkan hasil tangkapan yang memadai.&amp;nbsp; Perahu Ketinting yang  mereka gunakan untuk melaut adalah perahu sebesar sampan yang terbatas  daya muatnya,&amp;nbsp; belum lagi jarak yang harus ditempuh oleh nelayan untuk  menjual hasil tangkapannya ke pasar yang memakan waktu perjalanan sampai  6 jam. Daya serap pasar lokal inipun terbatas sehingga selalu ada  dilema, bahkan saat musim panen ikanpun, nelayan tidak bisa tangkap  banyak-banyak&amp;nbsp; selain karena perahu Ketintingnya tidak mampu muat  banyak, juga saat di pasar, boleh dikatakan percuma menangkap ikan  banyak-banyak karena tidak laku dijual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada pasar  yang cukup besar yang mampu menyerap hasil tangkapan nelayan yakni pasar  untuk ekspor. Bahkan perusahaan Jepang, Taiwan dan Korea sudah  membangun tempat penampungan hasil laut di sekitar pelabuhan Maumere,  Flores Tengah.&amp;nbsp; Sayangnya pasar ekspor ini hanya menerima jenis ikan  tuna dan cakalang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat situasi yang dihadapi oleh nelayan di  NTT yang sebagian besar adalah muslim itu, maka Badan Wakaf Al Qur’an  (BWA) bersama partner lapangnya ust. Arifuddin Anwar berinovasi untuk  merombak sebuah kapal yang sebelumnya untuk angkut logistik, menjadi  kapal dakwah nelayan yang dapat menampung hasil tangkapan nelayan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal  dakwah nelayan ini akan di renovasi dan dilengkapi sarana pembeku ikan  dan palka penyimpanan yang mampu memuat sampai dengan 20 ton.&amp;nbsp; Nantinya  kapal ini akan berfungsi sebagai kapal penampung ikan hasil tangkapan  nelayan di tengah laut, dengan demikian ikan tangkapan dapat  dipertahankan kesegarannya, sehingga harga jual terutama ikan tuna dan  cakalang untuk pasar ekspor tetap tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan lainnya  adalah, ikan selain tuna dan cakalang dapat di jual ke pasar yang lebih  besar yakni ke Surabaya bahkan sampai Jakarta.&amp;nbsp; “Pedagang besar ikan di  Surabaya dan Jakarta sudah menyatakan kesediaannya untuk menampung ikan  segar tersebut, berapapun jumlah hasil tangkapannya,” tegas Arifuddin  Anwar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseluruhan proses renovasi ini bila tidak ada aral  melintang membutuhkan waktu sekitar 4 bulan, insya Allah dimulai bulan  September 2011 dengan mengganti mesin utama penggerak kapal dengan mesin  yang lebih besar powernya.&amp;nbsp; Setelah mesin utama terpasang, selanjutnya  bagian kapal akan di rombak untuk palka pembeku dan penyimpanan ikan.&amp;nbsp;  Adapun proses instalasi dan pemasangan alat pembeku dan pendingin akan  dilakukan di Muara Baru, Jakarta Utara.&amp;nbsp; Diperkirakan akhir Januari  2012, kapal siap untuk berangkat kembali ke Flores, NTT, dan menjalankan  tugas membantu nelayan tradisional di sana sekaligus sebagai sarana  dakwah yang ampuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perombakan kapal tersebut tentunya membutuhkan  biaya yang tidak sedikit.&amp;nbsp; BWA dan nelayan di pesisir laut Flores  mengetuk hati kaum Muslim untuk berpartisipasi dalam kegiatan wakaf bagi  Kapal Dakwah Nelayan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-633205366690250842?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/633205366690250842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=633205366690250842' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/633205366690250842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/633205366690250842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/10/mari-semua-partisipasi-untuk-gerakan.html' title='MARI SEMUA PARTISIPASI UNTUK GERAKAN DAKWAH NELAYAN FLORES'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3371663656535811249</id><published>2011-09-30T07:33:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T07:33:26.696+07:00</updated><title type='text'>SALAM UNTUK ERIC GERETS</title><content type='html'>Pelatih asal Belgia yang menangani tim nasional Maroko, yang kini  tengah ditawar untuk menangani kembali Tim Hilal Saudi, dikabarkan  menjadi mualaf pekan ini. Media Arab melaporkan, ia menjadi Muslim  setelah menikahi seorang perawat berkebangsaan Arab saudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran  Ekonomist menyebut Gerets tiba di Riyadh pekan lalu dan menyatakan  dirinya telah menjadi seorang Muslim. Di negeri Petrodolar ini, ia  menggelar resepsi dengan hanya dihadiri teman-teman dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyebut persoalan agama adalah hal pribadi dan bukan konsumsi publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerets tengah mempertimbangkan untuk menangani Tim Hilal, menggantikan pelatih asal Jerman, Thomas Doll. Gerets pernah bermain untuk Rekem, Standard de Liège, AC Milan, MVV  Maastricht, danPSV Eindhoven, dan membawa kesebelasannya memenangi&amp;nbsp;  European Cup 1987–1988, dua kejuaraan di Belgia, dan tujuh kejuaraan di  Jerman dalam kurun dua tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah satu dari dua pemain andalan timnas Belgia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  manajer, ia sukses membawa FC Liège, Lierse SK, Club Brugge, PSV  Eindhoven, 1 FC Kaiserslautern, dan VfL Wolfsburg menjadi klub yang  diperhitungkan, sebelum bergabung dengan Galatasaray SK pada akhir musim  2004–2005. Pada Mei 2007, dia meninggalkan klub dan pada 25 September,  menjadi pelatih untuk Olympique de Marseillenamun gagal membawa timnya  meraih kemenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kontrak berakhir pada 29 April 2009,  ia dipinang untuk menangani Tim Hilal untuk jangka dua tahun dengan  nilai kontrak 1,8 juta euro pertahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrak berakhir, ia  menandatangani kontrak baru sebagai pelatih Timnas Maroko untuk jangka  empat tahun. Namun, dalam kontrak itu disebutkan, ia masih diperkenankan  sebagai pelatih paruh waktu bagi Tim Hilal untuk memepersiapkannya  bermain di Asian Champions League.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3371663656535811249?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3371663656535811249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3371663656535811249' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3371663656535811249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3371663656535811249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/09/salam-untuk-eric-gerets.html' title='SALAM UNTUK ERIC GERETS'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-16104795797381504</id><published>2011-09-23T09:22:00.000+07:00</published><updated>2011-09-23T09:22:31.244+07:00</updated><title type='text'>MTQ NASIONAL TAHUN 2012 DI AMBON MALUKU</title><content type='html'>Menteri Agama Republik Indonesia Suryadharma Ali seperti disampaikan  Wakil Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury menyepakati pelaksanaan  Musabaqah Tilawatil Qur'an tingkat nasional 2012 tetap berlangsung di  Ambon, Ibu kota Provinsi Maluku. "Dari percakapan antara pimpinan DPRD  bersama Pemprov Maluku dan Latupati (pemangku adat) Pulau Ambon dengan  Menteri Agama, disekapati MTQ 2012 tetap berjalan sesuai rencana  semula," kata Lucky di Ambon.  &lt;br /&gt;Keberangkatan pimpinan DPRD bersama Gubernur dan para Latupati  menemui Menteri Agama dan Menkokesra Agung Laksono di Jakarta ini untuk  meminta penyelenggaraan MTQ tidak dialihkan ke daerah lain berkaitan  dengan merebaknya bentrokan antarwarga.&lt;br /&gt;Menurut Wattimury, komitmen masyarakat Maluku untuk mensuskseskan  momentum MTQ bukanlah sebuah komitmen yang hanya sebatas retorika, tapi  ini lahir dari sebuah ketulusan hati masyarakat yang paling dalam.&lt;br /&gt;Untuk menyambut kegiatan nasional yang bakal dihadiri para khafilah  dari seluru Indonesia ini, Pemprov telah melakukan berbagai persiapan  sarana dan prasarana tempat berlangsungnya MTQ, berkoordinasi dengan  seluruh pengusaha hotel dan penginapan hingga pembangunan tribun di  Lapangan Merdeka Ambon sebagai tempat berlangsungnya perlombaan.&lt;br /&gt;Setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Agama, DPRD bersama para  latupati mengikuti kegiatan halal bi halal yang diselenggarakan Pemprov  dengan masyarakat Maluku yang ada di kawasan Jakarta, Bogor, Depok,  Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek).&lt;br /&gt;"Cukup banyak masyarakat yang hadir dan disitu kita melihat bagaimana  semua orang dengan penuh kesukacitaan berkumpul dan saling berbaur  tanpa memandang latar belakang dari golongan mana," katanya.&lt;br /&gt;Warga Maluku yang hadir dalam acara halal bi halal ini juga memiliki  komitmen yang sama dalam semangat persaudaraan untuk mengutuk peristiwa  bentrokan 11 September agar tidak terulang lagi sebab persoalan ini  hanya minggalkan kesengsaraan bagi masyarakat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-16104795797381504?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/16104795797381504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=16104795797381504' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/16104795797381504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/16104795797381504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/09/mtq-nasional-tahun-2012-di-ambon-maluku.html' title='MTQ NASIONAL TAHUN 2012 DI AMBON MALUKU'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-7291856151967866374</id><published>2011-09-15T12:59:00.000+07:00</published><updated>2011-09-15T12:59:47.263+07:00</updated><title type='text'>PILIHLAH MADRASAH UNTUK PENDIDIKAN ISLAM BAGI ANAK</title><content type='html'>Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bangka Barat, Provinsi Bangka  Belitung, mengajak masyarakat mau memasukkan anak-anaknya di sekolah  Madrasah. Ajakan tersebut untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM)  seimbang antara pendidikan formal dan spiritualnya. &lt;br /&gt;"Dengan pemberian porsi lebih pada pendidikan spiritual atau agama,  diharapkan para lulusan madrasah dapat membentengi dirinya menangkal  budaya modern," ujar Kasi Madrasah Pendidikan Dasar (Mapenda) Kemenag  Bangka Barat, Safrian Isbihani, di Muntok.&lt;br /&gt;Di Madrasah, katanya, pendidikan agama Islam porsinya lebih banyak  dibandingkan sekolah formal lainnya. Karena Madrasah lebih menekankan  pada pendidikan akhlak, namun tetap memberikan pelajaran formal lain  seperti di sekolah umum.&lt;br /&gt;Menurut dia, penekanan pada pendidikan agama tersebut dimaksudkan  agar para siswa memiliki budi pekerti luhur sehingga tidak mudah  terjerumus dalam budaya modern kebarat-baratan yang bertentangan dengan  kaidah keislaman mereka.&lt;br /&gt;''Di Madrasah, pendidikan agama Islam porsinya lebih besar  dibandingkan sekolah lain,'' katanya. ''Ada sebanyak lima mata pelajaran  yang harus diikuti para siswa yang terdiri dari mata pelajaran Fikih,  Akidah Akhlak, Alquran, Hadist dan Bahasa Arab.''&lt;br /&gt;Dalam setiap pekan, katanya, para siswa madrasah diberikan mata  pelajaran tesebut sebanyak tiga jam pelajaran untuk setiap mata  pelajarannya. Ini agar mereka semakin memahami dan mendalami ajaran  Islam sehingga diharapkan dapat menjadi kontrol perilaku mereka setiap  harinya.&lt;br /&gt;"Kami menilai siswa tidak hanya berdasarkan nilai pelajarannya.  Namun, tingkah laku keseharian siswa juga menjadi pertimbangan khusus  dalam penilaian," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-7291856151967866374?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/7291856151967866374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=7291856151967866374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7291856151967866374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7291856151967866374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/09/pilihlah-madrasah-untuk-pendidikan.html' title='PILIHLAH MADRASAH UNTUK PENDIDIKAN ISLAM BAGI ANAK'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-1471336638860930554</id><published>2011-09-12T12:50:00.000+07:00</published><updated>2011-09-12T12:50:32.352+07:00</updated><title type='text'>TERUSKAN PROGRAM JUMAT BERSIH ENDE</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah terhenti selama satu bulan lebih, Jumat 09 September 2011 kembali Pengadilan Agama Ende mengadakan kegiatan &lt;strong&gt;“Jumat Bersih”.&lt;/strong&gt;  Kegiatan ini diiukti oleh semua hakim, pegawai dan honorer Pengadilan  Agama Ende, kecuali hakim atau pegawai yang masih berstatus cuti karena  berlebaran bersama keluarga di kampung halaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://www.pa-ende.go.id/images/stories/berita/jumat%20bersih%202.jpg" width="219" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://www.pa-ende.go.id/images/stories/berita/Jumat%20bersih%201.jpg" width="217" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Kegiatan “Jumat Bersih”yang diikuti oleh seluruh pegawai PA Ende&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya kegiatan  Jumat bersih ini rutin dilaksanakan satu kali lima belas hari setiap  bulan, namun kegiatan ini sempat terhenti di bulan Ramadhan disebabkan  dibulan Ramadhan ada kegiatan lain (tadarus dan ceramah agama). Kegiatan  jumat bersih ini bertujuan untuk menjaga kebersihan &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt; &lt;/span&gt;lingkungan  kantor secara kontiniu sehingga semua pegawai dapat bekerja dengan  nyaman. Juga diharapkan dengan adanya kegiatan Jumat bersih ini setiap  pengunjung Pengadilan Agama Ende, baik yang sedang menjalani proses  berperkara maupun yang sekedar berkonsultasi bisa mendapatkan kesan yang  baik. Tidakkah didalam ajaran agama Islam kita mengenal &lt;strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;“kebersihan itu bahagian dari iman ?”&lt;/strong&gt; Demikian Wakil Ketua Pengadilan Agama Ende &lt;strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Drs. Lazuarman, M.Ag&lt;/strong&gt; berkomentar ketika ditemui tim IT Pengadilan Agama Ende diruang kerjanya setelah kegiatan Jumat bersih tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="110" src="http://www.pa-ende.go.id/images/stories/berita/jumat%20bersih%205.jpg" width="173" /&gt;&lt;img border="0" height="111" src="http://www.pa-ende.go.id/images/stories/berita/jumat%20bersih%204.jpg" width="158" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;Asri dan Nyaman itulah kesan pertama ketika berkunjung ke PA Ende&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut Wakil  Ketua Pengadilan Agama Ende menjelaskan bahwa sebenarnya Islam adalah  agama yang sangat mengedepankan nilai-nilai kebersihan. Didalam  kitab-kitab fiqh klasik maupun modern setiap kita membuka bab pertama  dalam kitab fiqh tersebut yang kita temui pasti pembahasan mengenai  masalah &lt;em style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;thaharah&lt;/em&gt;. Ini  memberikan renungan bagi kita bersama bahwa setiap kita hendak  melaksanakan suatu kegiatan mulailah dari kebersihan, apakah itu  kebersihan fisik (lingkungan) apalagi kebersihan hati. Kebersihan hati  adalah niat yang ikhlas (suci) karena Allah tanpa dicampuri oleh  kepentingan lain. Alangkah indahnya kehidupan ini bila semua aktivitas  beranjak dari sebuah nilai-nilai kebersihan, baik kebersihan lingkungan  apatah lagi kebersihan hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="154" src="http://www.pa-ende.go.id/images/stories/berita/jumat%20bersih%203.jpg" width="307" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 8pt; line-height: 115%;"&gt;PA Ende siap memberikan pelayanan yang terbaik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saat ini Pengadilan Agama Ende mencoba menggeliat, berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakatnya. Maka “&lt;strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;mewujudkan kebersihan di lingkungan kantor dan memberikan pelayanan yang terbaik dengan setulus hati” &lt;/strong&gt;adalah  salah satu wujud memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat  pencari keadilan. Berbuatlah yang terbaik untuk masyarakat kita.. Semoga  Allah meridhainya, amin..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-1471336638860930554?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/1471336638860930554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=1471336638860930554' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/1471336638860930554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/1471336638860930554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/09/teruskan-program-jumat-bersih-ende.html' title='TERUSKAN PROGRAM JUMAT BERSIH ENDE'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3540587998097891777</id><published>2011-09-09T07:15:00.002+07:00</published><updated>2011-09-09T07:15:19.453+07:00</updated><title type='text'>WAJAH BARU MUSLIM HISPANIC</title><content type='html'>Tawa renyah terdengar di balik lereng bukit, pedesaan Bonita, San Diego  Selatan, AS. Di lokasi itu, rupanya bermukim sebuah keluarga keturunan  Spanyol. Arancibia, ya, demikian nama keluarga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekelebat  tidak ada yang berbeda dari keluarga tersebut. Namun, saat diperhatikan  lebih dekat, keluarga Arancibia tidak serupa dengan imigran Meksiko  yang berdomisili di San Diego. Keluarga Arancibia justru berasal dari  Chili, negara di selatan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan lain, Mereka bukanlah  pemeluk Katholik layaknya keturunan Spanyol. Keluarga itu memeluk  Kristen selayaknya masyarakat Amerika Utara. Perbedaan itu kian  diperkaya dengan keberadaan satu&amp;nbsp; anggota dari keluarga itu yang  memutuskan memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diego Arancibia, 38 tahun, seorang  Kordinator Proyek Bantuan Sekolah (ASAP), memutuskan masuk Islam 13  tahun lalu. Ia sekarang menjadi keluarga besar Muslim Latin Amerika,  sebuah komunitas yang tengah tumbuh pesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari SMA, aku membaca  tiga buku. "Rambo: The First Blood," "The Karate Kid," dan kemudian,  tentu saja, "The Autobiography of Malcolm X," tapi dari setiap buku yang  say abaca, saya ingin menjadi seseorang yang dapat mengubah diri  sendiri dan perubahan itu berdampak pada masyarakat,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  Diego mendalami pelajaran agama Islam di sebuah perguruan tinggi. Ia  terkesima dengan kisah sejarah masuknya Islam di Spanyol.&amp;nbsp; Menurut  Diego, pengaruh budaya Islam begitu terasa di Spanyol. Penghormatan  terhadap orang tua merupakan salah satu bentuk&amp;nbsp; pengaruh Islam di  Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Islam (Moor) mendiami wilayah Spanyol 700 tahun. Tak  heran, budaya Islam mengalir dalam budaya latin. Jadi, saya berasal dari  warisan dan tradisi besar,” katanya bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir tahun  kuliahnya, ia mantap memutuskan untuk memeluk Islam. Ia ucapkan dua  kalimat syahadat dengan penuh bangga.&amp;nbsp; "Dalam pikiran , saya sudah  Muslim, di depan saudara-suadara seiman, saya mengubah jalan hidup. Saya  masih ingat hari itu, "kata Diego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Imam Islamic Center  San Diego, Taha Hassane, lebih dari 55 orang datang ke Center untuk  mengkonversi setiap tahun. "Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak&amp;nbsp;  muda, pria dan wanita, yang diperkenalkan kepada Islam oleh teman-teman  baik teman sekelas atau&amp;nbsp; tetangga," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hassane mengatakan  ia menemukan seorang Latin menjadi sangat religius saat memeluk Islam. M  ereka begitu tertarik dengan sistem moral dan struktur ibadah yang  diajarkan Islam. Menurutnya, Muslim Latin begitu berkomitmen kepada iman  baru mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada dasarnya, para mualaf menghadapi beberapa  tantangan saat mereka menerima Islam. Menerima Islam bagi mereka adalah  menerima perubahan hubungan mereka dengan teman-teman, saudara, dan  anggota keluarga mereka.".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diego sependapat dengan Hassane. Ia  sekalipun mendapat dukungan dari keluarga, namun ada satu-dua anggota  keluarga yang mempertanyakan keislamannya. “Awalnya, apa-apaan ini,”  kenang Diego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi&amp;nbsp; profesor dan penyair, Adrian Arancibia,&amp;nbsp; 40  tahun, kakak tertua Diego, keputusan adiknya merupakan hal  mengejutkan.”Kami, Diego dan saya begitu dekat. Jadi benar-benar sulit.  Bagi saya tidak mungkin untuk meninggalkannya,” papar Andrian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adrian  takut,&amp;nbsp; hari-hari mendengarkan musik jazz dan kebiasaan yang dilakukan  di bar dan klub malam akan berakhir. Ia juga sempat ragu tentang agama  yang dianut Diego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keluarga saya benar-benar tidak mengerti  apakah ia (Diego) serius dengan putusannya. Ayah dan ibu mengambil buku  (Alquran) dan mereka mulai membaca," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Diego  merupakan Direktur Pembelian sebuah perusahaan dan ibunya merupakan  seorang guru. Keduanya sepakat informasi dan dialog merupakan cara  terbaik dalam menghargai kebebasan berpikir dan beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tragedi 9/11&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca  tragedi 9/11, sikap toleransi dan rasa memiliki menjadi cobaan bagi  banyak Muslim. “Awalnya sempat terpikir apakah saya harus meninggalkan  rumah atau meminta maaf kepada semua orang yang sebenarnya tidak ada  hubungan dengan dirinya,” kenang Diego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Hassane mengatakan peristiwa 9/11 memberikan hikmah kepada Muslim Amerika untuk berinteraksi dengan masyarakat Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"9/11  adalah panggilan bangun tidur bagi kita sebagai Muslim Amerika. Ini  menunjukkan kepada kita,&amp;nbsp; umat Islam&amp;nbsp; harus melakukan pekerjaan yang  lebih baik dalam hal menjangkau non-Muslim. Saya dapat memberitahu anda  10 tahun setelah&amp;nbsp; 9/11, situasinya sama sekali berbeda, "kata Hassane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  ini, baik Adrian dan Diego telah menikah dan dikaruniai anak. Diego  menikahi Somalia- Amerika, Hajjer. Ia bersama istri dan anaknya, selalu  mendatangi orang tua dan kakak mereka untuk merayakan Natal dan Tahun  Baru bersama. Demikian yang terjadi saat Idul Fitri, keluarga itu turut  merayakan hari raya keyakinan Diego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bersyukur kepada  Tuhan, keluarga saya telah begitu akomodatif. Akibatnya pemahaman itu  yang diperlukan untuk membantu kita semua," kata Diego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adrian  mengatakan situasi yang dialami keluarganya merupakan anugerah dari  Tuhan. "Kita mungkin berasal dari latar belakang dan agama yang berbeda,  tapi kami satu keluarga," ujar Adrian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagian dan tawa  renyah keluarga Arancibia mungkin menjadi wajah baru Latin Amerika yang  mulai mengenal keberagaman. Dimana Islam menjadi pewarna keragaman  tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3540587998097891777?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3540587998097891777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3540587998097891777' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3540587998097891777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3540587998097891777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/09/wajah-baru-muslim-hispanic.html' title='WAJAH BARU MUSLIM HISPANIC'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-7844134443350839372</id><published>2011-08-30T19:17:00.000+07:00</published><updated>2011-08-30T19:17:34.740+07:00</updated><title type='text'>SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1432 HIJRIYAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;www.ende-islam.co.id&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mengucapkan :&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eZXxN8nbmB4/TlzUpHF-aDI/AAAAAAAAAFc/7DEft9ChFNE/s1600/idul+fitri+ende+islam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-eZXxN8nbmB4/TlzUpHF-aDI/AAAAAAAAAFc/7DEft9ChFNE/s1600/idul+fitri+ende+islam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Minal Aidin Wal Faidzin - Mohon Maaf Lahir Batin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Untuk Segenap Masyarakat Kota / Kabupaten Ende&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eZXxN8nbmB4/TlzUpHF-aDI/AAAAAAAAAFc/7DEft9ChFNE/s1600/idul+fitri+ende+islam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-7844134443350839372?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/7844134443350839372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=7844134443350839372' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7844134443350839372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7844134443350839372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/08/selamat-hari-raya-idul-fitri-1-syawal.html' title='SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1432 HIJRIYAH'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-eZXxN8nbmB4/TlzUpHF-aDI/AAAAAAAAAFc/7DEft9ChFNE/s72-c/idul+fitri+ende+islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-5133823726179293400</id><published>2011-08-25T11:24:00.000+07:00</published><updated>2011-08-25T11:24:44.207+07:00</updated><title type='text'>HAKIKAT TULANG SULBI</title><content type='html'>Setelah terjadinya proses penyuburan melalui penyatuan air mani dengan  indung telur di atas pembuluh telur yang menjadi sel janin pertama, dan  unsur keturunan terus mengalami pengembangan di dalam janin itu sebagai  hasil dari pertemuan dua unsur bapak dan ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pencampuran  dua unsur tersebut akan membentuk rentetan kehidupan yang sempurna bagi  makhluk hidup yang terjadi berdasarkan seluruh proses pertumbuhan,  percampuran janin dan proses kehidupan yang penting bagi kehidupan  setelah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu proses pertumbuhan janin dimulai dengan  pembentukan pita janin, yang terdiri dari lapisan luar janin “okstodrm“  dan lapisan menengah “mizodrm” dan lapisan dalam “ondodrm“, kemudian  setelah itu membentuk seluruh anggota tubuh janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terdapat  penyakit dalam pembentukan pita janin itu, menyebabkan pembentukan  lapisan-lapisan janin dan proses pertumbuhan janin akan gagal, hingga  perkembangan pembentukan pita janin merupakan asas dalam pembentukan sel  janin. Karena pita janin merupakan pemegang semua pemekaran produksi  sel, dan yang dimaksud dengan pembentukan sel yaitu tidak adanya  pemekaran yang membentuk seluruh anggota tubuh janin, hingga proses  pembentukan janin menjadi gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pembentukan anggota tubuh janin dari lapisan-lapisan janin terdiri dari:&lt;br /&gt;1)  Lapisan luar terdiri dari kulit, sistem saraf, saluran pencernaan  makanan dan prangkatnya. 2) Lapisan tengah terdiri dari hati, saluran  darah, selaput jantung dan selaput paru-paru. 3) Lapisan dalam mencakup  seluruh anggota seperti seluruh perkakas tubuh, dan kelenjar kelamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  minggu keempat pita janin berhamburan dan bersembunyi di kawasan tulang  ekor janin lalu bersembunyi di dalam satuan yang tumbuh, disebut juga  "Ajbu Al-Janin". Dan sungguh Rasulullah SAW telah mengisyaratkan pada  urgensi dan fungsi tulang sulbi ini. sebagaimana yang tertuang dalam  sabdanya: &lt;em&gt;"Semua bagian tubuh anak Adam akan dimakan tanah kecuali  tulang sulbi yang darinya ia mulai diciptakan dan darinya dia akan  dibangkitkan."&lt;/em&gt; (HR Bukhari, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan  di atas mengisyaratkan pada pentingnya tulang sulbi terhadap pita janin  dalam pembentukan anggota tubuh janin, sebagaimana dalam sabda Nabi  tersebut "sebab itu manusia diciptakan". Dan yang tersisa dari pita yang  membawa rentetan pembentukan kehidupannya akan dibangkitkan pada hari  kiamat, sebagaimana dalam sabda Nabi SAW "dan sebab itu pula manusia  dibangkitkan".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-5133823726179293400?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/5133823726179293400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=5133823726179293400' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5133823726179293400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5133823726179293400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/08/hakikat-tulang-sulbi.html' title='HAKIKAT TULANG SULBI'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-7973629312795346050</id><published>2011-08-24T07:45:00.000+07:00</published><updated>2011-08-24T07:45:58.047+07:00</updated><title type='text'>TAUHIDNYA NEELAIN MUHAMMAD</title><content type='html'>Suatu hari, dalam sebuah kereta bawah tanah, seorang anak berusia 14  tahun bernama Neelain Muhammad bertemu pria kulit hitam. “Ucapkan  syahadatmu, ucapkan syahadatmu!“ ujar pria yang berasal dari Nation of  Islam itu, sedikit memaksa. Neelain pun langsung menghindar dan menjauhi  pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah, Neelain mulai mengenal Islam. Pada waktu  itu, kata dia, kelompok Muslim kulit hitam di Amerika yang tergabung  dalam Nation of Islam amat gencar memperkenalkan Islam. “Mereka ada di  mana-mana seperti semut," ujarnya dalam sebuah acara televisi bertajuk  The Deen Show.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalamannya bertemu pria kulit hitam yang  memintanya mengucap syahadat, dia juga mulai tahu bahwa memakan daging  babi dilarang oleh ajaran Islam. Uniknya, sejak mengetahui informasi  itu, Neelain tak mau lagi mengonsumsi daging babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neelain  akhirnya bergabung dengan Nation of Islam. Ia bahkan sempat menjadi  letnan di organisasi tersebut. Ia bertugas menyebarkan ajaran  kelompoknya kepada orang-orang negro yang ditemuinya. Di organisasi itu  pula, ia mempelajari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neelain mengaku bahwa Yesus bukanlah  Tuhan seperti yang selama ini diajarkan keluarganya. Bagi dia, Yesus  adalah seorang Nabi yang diutus Allah untuk menyampaikan kebenaran  kepada umatnya. Yesus tidak pernah diminta untuk disembah sebagai Tuhan  dan Yesus tidak pernah datang untuk membersihkan dosa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena  setiap manusia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Baik atau  buruk yang mereka lakukan bergantung pada perilaku mereka sendiri,“ kata  salah seorang pengawal pribadi Muhammad Ali ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kemudian hari, menyadari kiprah Nation of Islam tak lagi sesuai dengan syariat, Neelain memutuskan untuk mundur. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Setelah  menjadi Muslim dan berkeluarga, Neelain Muhammad berkunjung ke rumah  orang tuanya di Georgia, Amerika Serikat. Istri dan anak perempuannya  juga ikut berlibur. Putri Neelain yang bernama Jasmin akrab bermain  bersama sepupunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bermain, mereka berargumen tentang Tuhan. “Yesus adalah Tuhan,“ ujar salah seorang sepupu Jasmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan, dia bukan Tuhan. Allah adalah Tuhan, satu-satunya Tuhan,“ sanggah Jasmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka  memperdebatkan hal itu dengan saling beradu argumen. Bahkan, sampai di  meja makan, mereka bertanya, “Siapakah Tuhan yang sebenarnya, Ayah?  Yesus atau Allah?&lt;br /&gt;Aku mengatakan kepada mereka (sepupu-sepupu), Allah adalah Tuhan,“ ungkap Jasmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar  hal tersebut, istri Neelain menyikut suaminya agar tidak merusak  suasana di meja makan. Maklum saja, sebagian besar keluarga Neelain  adalah penganut Katolik yang taat.&lt;br /&gt;Untuk memuaskan hati anaknya, Neelain hanya berkata singkat, “Ya, Allahlah Tuhan.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah  Neelain yang juga berada di ruang makan itu merasa kecewa. Ia merasa  Neelain telah mengajarkan sesuatu yang salah dan menyimpang dari ajaran  Kristen kepada cucunya, meskipun ia tahu Neelain telah memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan  harinya, ayah Neelain mengajar kelas minggu di gereja. Neelain ingin  sekali datang ke gereja dan mengikuti kelas tersebut. Namun, kedua orang  tuanya tidak mengundangnya ke sana karena ia memakai gamis dan peci.  Ibu Neelain menyuruhnya agar ganti pakaian terlebih dahulu bila ingin  datang ke gereja, namun Neelain menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kedua orang  tua Neelain meninggalkannya dan ia berangkat sendirian. Gereja tempat  ayahnya bekerja terletak tidak jauh dari rumah orang tua Neelain. Ia  pergi ke sana sendirian. Ketika ia membuka pintu gereja, seluruh mata di  dalamnya memandang kedatangan Neelain. Terlebih lagi, pada pakaian yang  dikenakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagi mereka, pakaian tersebut terlihat lucu,“ ujar Neelain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang  wanita yang juga mengajar kelas minggu mengajaknya masuk dan ikut dalam  satu kelompok besar. Ayahnya mengajar di kelompok lain. Ketika itu,  mereka mendiskusikan tentang Nabi Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria meminta dia  untuk mendekatinya. Pria itu berusia sekitar 60-70 tahun. Pria itu  sangat terkesan dengan jawaban dan penjelasan Neelain tentang Nabi Musa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari mana Anda mempelajari semua itu?“ tanya pria tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya mempelajarinya dari Alquran,“ jawab Neelain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu,  pria itu mengajaknya menjadi pembicara di gereja pada hari itu. Setelah  menjadi pembicara, ia pulang ke rumah. Kedua orang tuanya telah  terlebih dahulu pulang. Ia tidak menyangka sambutan yang diberikan  keluarganya akan begitu meriah.&lt;br /&gt;Mereka bertepuk tangan dan memberikan selamat kepada Neelain. Sang ibu memeluknya dan ayahnya mengaku bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak  saat itu, ia berusaha mengajarkan tauhid kepada ayahnya.  Perlahan-lahan, ayahnya pun mulai menerima konsep satu Tuhan sebelum  ajal menjemput. Namun, ketika Neeilan memberi tahu tentang Nabi Muhammad  sebagai utusan Allah, sang ayah menolak hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  ayahnya meninggal, ia berusaha mengajarkan hal itu kepada ibunya. “Saya  berusaha sekeras mungkin untuk mengajarkan konsep ini kepada ibu saya.  Semoga ia dapat memahaminya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-7973629312795346050?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/7973629312795346050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=7973629312795346050' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7973629312795346050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7973629312795346050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/08/tauhidnya-neelain-muhammad.html' title='TAUHIDNYA NEELAIN MUHAMMAD'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-4702232446828299092</id><published>2011-08-23T07:53:00.002+07:00</published><updated>2011-08-23T07:53:52.497+07:00</updated><title type='text'>AKU BERLINDUNG KEPADA ALLAH</title><content type='html'>Iblis adalah makhluk dari golongan bangsa jin (QS 18: 50). Sebagaimana  kita ketahui, dia tidak mau melaksanakan perintah Tuhannya untuk sujud  kepada nabi Adam (QS 7: 11). Ia enggan ikut bersama malaikat untuk sujud  (QS 15: 31). Sehingga Allah SWT bertanya kepadanya, “Hai iblis, apakah  yang menghalangimu untuk sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan  kedua tangan-Ku ini?” Kata Iblis: “Aku lebih baik darinya, sebab Engkau  ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah” (QS 38:  75-76).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah iblis, makhluk pertama pembangkang perintah Allah  SWT. Kelancangan yang tak layak dinampakkan di hadapan Sang Pencipta.  Dan, apapun alasannya itu menjadikan ia terusir dari surga (QS 38: 77).  Jadilah ia hina (QS 7: 13), terkutuk (QS 15: 34), sesat (QS 15: 39), dan  bahkan termasuk golongan kafir (QS 2: 34). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pembangkangan,  iblis berdoa supaya tetap hidup hingga hari kiamat (QS 7: 14).  Harapannya, agar dapat menyesatkan seluruh manusia (QS 38: 82). Tentu  saja, semua tipu daya dijalankan. Segala rupa misi diterapkan, asalkan  tercapai targetnya, yaitu menjadikan manusia sesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, kita tengok apa saja misinya:&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menyeru manusia agar menjadi kafir (QS 59: 16).&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menghalang-halangi manusia dari jalan Allah SWT yang lurus (QS 7: 16).&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Membisikkan pikiran manusia agar melanggar ketetapan Allah SWT (QS 7: 20).&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bersumpah atas nama Allah SWT agar manusia berbuat ingkar (tafsir Ibnu Katsir QS 7: 21).&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menjadikan bahwa ingkar kepada Allah SWT itu dipandang baik (QS 15: 39).&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menghasut, memberi janji/iming-iming, dan menipu (QS 17: 64).&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Mampu membuktikan sangkaannya menjadi pembenaran (QS 34: 20).&lt;br /&gt;8.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Memutarbalikkan data dan fakta (–Allah SWT tidak menyuruh manusia apa-apa yang dikatakan iblis–) (QS 7: 20). &lt;br /&gt;9.&amp;nbsp;&amp;nbsp;  &amp;nbsp;Menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan dan (–sehingga–) menyuruh  perbuatan jahat (–curang, licik, segaka cara dilakukan seperti: ribawi,  suap, korupsi, nepotisme, dan kecurangan lainnya–) (QS 2: 268).&lt;br /&gt;10.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Membangkitkan angan-angan kosong dan tipuan belaka (QS 4: 120).&lt;br /&gt;11.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Menggiring, membujuk, menipu, dan menjebak (QS 7: 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah  sebagian misi iblis. Ternyata, Allah SWT mengabulkan doanya iblis (QS  15: 37), agar dia tetap hidup di dunia hingga manusia dibangkitkan (QS  38: 79). Dengan harapan, dapat menyesatkan semua manusia dari jalan  Allah&amp;nbsp; SWT yang lurus (QS 7: 16). Tidak hanya itu, Allah SWT berfirman  kepada Iblis dengan: “Hasutlah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka  dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda  (kavaleri) dan pasukanmu yang berjalan kaki (infanteri) dan  berserikatlah dengan mereka pada harta (menyusup dalam urusan keuangan)  dan anak-anak (keluarganya) dan berilah janji (diiming-imingi) mereka.  (QS 17: 64).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa! Benar-benar luar biasa! Tak terbayang  memang, Allah SWT memberikan kebebasan—menantang—iblis untuk  memperbanyak menjadi pengikutnya. Memang, benar-benar luar biasa!  Memberikan leluasa kapada musuh paling nyata bagi kita (QS 7: 22). Dan,  tidak ada yang mampu melepaskan jeratannya iblis kecuali hamba-hamba  Allah SWT yang mukhlis (QS 15: 40, 38: 83). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika kamu  ditimpa sesuatu godaan syaitan (iblis) maka berlindunglah kepada Allah:  A'udzubillahi minasy-syaithaanir-rajiim." (QS 7: 200).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-4702232446828299092?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/4702232446828299092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=4702232446828299092' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/4702232446828299092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/4702232446828299092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/08/aku-berlindung-kepada-allah.html' title='AKU BERLINDUNG KEPADA ALLAH'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-6116814271500779910</id><published>2011-08-16T11:32:00.000+07:00</published><updated>2011-08-16T11:32:23.883+07:00</updated><title type='text'>DUKUNG NAZRI DI MTQ INTERNASIONAL 2011</title><content type='html'>Indonesia ikut bersaing dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)  "Jaizat Tunis al-'Alamiyah al-Uwlaa fi Hifzhi al-Quran al-Karim wa  Tajwidih" Internasional pertama di Tunisia, 12 - 16 Agustus. Lomba menghafal dan tajwid Quran yang digelar pascarevolusi itu  dibuka Menteri Agama Tunisia, Laroussi Mizouri. Mizouri mengungkapkan,  arti penting acara tersebut sebagai ajang kompetisi internasional  pertama bidang keagamaan sejak pecahnya Revolusi Tunisia awal tahun  2011, yang merupakan satu tahapan penting dalam kehidupan bernegara di  Tunisia.&lt;br /&gt;Dikatakannya, ajang pertemuan internasional ini menerjemahkan kembali  kekhasan budaya Tunisia sebagai salah satu penyumbang nilai-nilai Islam  yang mulia dalam sejarah peradaban dunia yang mengejewantah dalam  sejarah Kota Kairaouan dan Ez-Zaitunah.&lt;br /&gt;Ajang tilawatil Quran yang diikuti 30 peserta yang datang dari 21  negara mayoritas muslim, ditambah Rusia dan Yunani, wakil Indonesia  merupakan satu-satunya peserta dari negara Asia yang bukan berasal dari  Timur Tengah.&lt;br /&gt;Dua kategori yang dilombakan pada ajang ini adalah menghafal isi  Quran dan lomba membaca (tartil) Quran beserta tajwidnya. Terpilih  sebagai utusan Indonesia, Muhammad Nazri, dari Sumatra Utara. Pemuda  yang berasal dari Tanjung Balai, Asahan, ini sudah mulai menghafal Quran  sejak duduk di kelas dua SMP.&lt;br /&gt;Saat melanjutkan studi di IAIN Sumatra Utara di Medan, letak kampus  dan tempat tinggal yang tidak jauh dari Islamic Center Medan memotivasi  dia untuk melanjutkan usahanya belajar menghafal Quran hingga 30 juz.  Dalam kompetisi menghafal Quran pada STQ Nasional di Banjarmasin yang  lalu, Nazri berhasil memenangkan hadiah ketiga. Mari dukung Nazri untuk meraih hasil gemilang di ajang MTQ Internasional tahun 2011 ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-6116814271500779910?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/6116814271500779910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=6116814271500779910' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6116814271500779910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6116814271500779910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/08/dukung-nazri-di-mtq-internasional-2011.html' title='DUKUNG NAZRI DI MTQ INTERNASIONAL 2011'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-5617317157378061750</id><published>2011-08-11T13:06:00.000+07:00</published><updated>2011-08-11T13:06:23.904+07:00</updated><title type='text'>AWAN PAYUNG MALAIKAT YANG MENGAGUMKAN</title><content type='html'>Tengah malam  itu suasana tenang dan hening sekali. Usaid bin Hudhair  duduk di beranda  belakang rumahnya.Putranya, Yahya, yang masih balita  sudah lama  terlelap di sam pingnya. Tidak jauh dari tempatnya duduk,  seekor kuda  siap tertambat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu-waktu jika perintah perang  fisabilillah  dari Rasulullah keluar, dia dapat dengan sigap  menunggangnya. Di  keheningan malam itu, Usaid membaca Alqur an dengan  khusyuk dan penuh  penghayatan. Ayat demi ayat dia lantunkan dengan  suara merdu. Ia membaca  surah al-Baqarah ayat 1-4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  melantunkan ayat-ayat suci  tersebut, kudanya lari berputar-putar hampir  memutuskan tali  pengikatnya. Sampai di ujung ayat keempat al-Baqarah  tersebut, Usaid  menghentikan bacaannya, ingin tahu apa yang terjadi  pada kudanya. Usaid  tidak melihat apa pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersamaan dengan  berhentinya Usaid  melantunkan ayat-ayat suci, kudanya kembali tenang.  Usaid kembali  melanjutkan bacaannya. “Mereka itulah yang tetap mendapat  petunjuk dari  Tuhan mereka dan merekalah orangorang yang beruntung.”  (QS [2]: 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudanya  kembali meronta, berputar-putar lebih hebat  dari yang pertama. Usaid  pun kembali menghentikan bacaannya. Kudanya  kembali diam. Demikianlah  terjadi berulang-ulang. Setiap kali Usaid  membaca Alquran kudanya  meronta, setiap kali Usaid diam kudanya juga  diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khawatir  dengan keselamatan anaknya, Usaid membangunkan  anaknya. Ketika itulah  dia melihat ke langit, terlihat awan seperti  payung yang mengagumkan,  belum pernah dia lihat sebelumnya. Esok  paginya, hal itu dia ceritakan  kepada Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul  bersabda, “Hai Usaid, itu malaikat  yang turun mendengarkan engkau  membaca Alquran. Seandainya engkau  teruskan bacaanmu, pastilah orang  banyak akan melihatnya pula.  Pemandangan itu tidak akan tertutup bagi  mereka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaid sangat  mencintai Alquran, bahkan sejak pertama  kali mendengarkan ayat-ayat  Alquran dilantunkan oleh Mush’ab bin Umair,  dai muda yang dikirim  Rasulullah SAW sebagai perintis dakwah di Kota  Yatsrib. Saat itu,  Mush’ab sedang menyampaikan Islam kepada orang-orang  yang sudah masuk  Islam, tiba-tiba Usaid datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaid berkata  dengan nada  menuding, “Apa maksud Tuan da tang ke sini? Tuan hendak  mempengaruhi  rakyat kami yang bodoh-bodoh. Pergilah Tuan sekarang, jika  Tuan masih  ingin hidup!” Dengan wajah tenang karena pantulan iman,  Mush’ab  menjawab, “Wahai pemimpin, silakan duduk bersama kami,  mendengarkan apa  yang kami bicarakan. Jika Anda suka apa yang kami  bicarakan, silakan  ambil. Dan jika Anda tidak suka, kami akan  meninggalkan Anda dan tidak  kembali lagi ke kampung Anda ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaid  setuju, lalu mulai  mendengarkan Mush’ab menjelaskan Islam sambil  membaca ayat-ayat Alquran.  Rasa gembira terpancar di wajah Usaid. Dia  langsung mengaguminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alangkah  indahnya apa yang Tuan baca,”  kata Usaid. “Apa yang dapat saya lakukan  jika aku ingin memeluk Islam?”  katanya lebih lanjut. Di bawah bimbingan  Mush’ab, Usaid masuk Islam.  Sejak itu Usaid men cintai Alquran seperti  seseorang mencintai  kekasihnya. Itulah Usaid bin Hudhair yang malaikat  pun turun  mendengarkan bacaannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-5617317157378061750?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/5617317157378061750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=5617317157378061750' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5617317157378061750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5617317157378061750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/08/awan-payung-malaikat-yang-mengagumkan.html' title='AWAN PAYUNG MALAIKAT YANG MENGAGUMKAN'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3082366971942991171</id><published>2011-08-09T13:43:00.000+07:00</published><updated>2011-08-09T13:43:05.642+07:00</updated><title type='text'>SATU DALAM ISLAM</title><content type='html'>Salah satu kelebihan yang dimiliki manusia adalah terdapatnya beragam  bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi di antara sesama mereka.  Keragaman ini terjadi karena perbedaan lingkungan di mana mereka  tinggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di setiap tempat atau wilayah, setiap suku atau bangsa  memiliki satu bahasa khusus yang berbeda dengan bahasa suku atau bangsa  lainnya di tempat yang lain. Namun struktur bahasa setiap suku atau  bangsa sama-sama terdiri dari beberapa kalimat. Di mana setiap kalimat  terdiri dari beberapa huruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan bunyi suara, di  dalam otak manusia terdapat pusat syaraf yang berfungsi untuk mengolah  bunyi suara yang telah masuk ke dalam otak melalui berbagai jaringan  syaraf. Fungsi syaraf ‘bahasa’ di dalam otak ini, bukan saja berfungsi  untuk mengenali suara yang diterimanya, tapi juga berfungsi untuk  memberikan gambaran hubungan antara bunyi suatu kata dengan maksud dari  kata tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapatnya syaraf di otak yang berfungsi untuk  mengeloh kata ini, didukung oleh organ tubuh lainnya, yaitu lidah atau  lisan yang berfungsi untuk membentuk dan mengucapkan berbagai rangkaian  kalimat yang berasal dari gabungan beberapa huruf sesuai bahasa  masing-masing suku atau bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika otot yang terdapat pada  lidah seseorang mengalami kerusakan, maka ia akan kehilangan kemampuan  untuk mengeluarkan atau mengucapkan kata-kata, meskipun pusat syarat  yang berhubungan dengan bahasa di otaknya berfungsi normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang  lisan ini, sebagian orang berkeyakinan bahwa struktur lidah yang  dimiliki semua orang memiliki kesamaan. Padahal kenyataannya, sesuai  dengan penelitian ilmiah yang dilakukan tidaklah demikian. Karena  intonasi suara yang dimiliki setiap orang berbeda-beda sebagai akibat  dari perbedaan gen masing-masing yang berpengaruh kepada struktur organ  tubuhnya dan fungsi yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah perbedaan  bentuk lisan atau bahasa di antara manusia. Selain perbedaan ini, di  antara manusia, terdapat juga perbedaan warna kulit tubuh. Sebagaimana  yang terlihat, di antara kita ada yang memiliki warna kulit putih,  hitam, cokelat, kuning, merah dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentunya  hal ini bukan merupakan suatu kebetulan yang terjadi begitu saja secara  otomatis. Akan tetapi di balik itu terdapat suatu ‘rahasia biologis’  tertentu, yang didasarkan pada dasar keturunan setiap orang. Karena bagi  setiap sifat keturunan terdapat gen tertentu yang berhubungan  dengannya. Dengan adanya gen ini, sifat keturunan akan terlihat.  Sebaliknya apabila gen tidak ada, sifat keturunan itu tidak terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat  yang dimiliki seseorang yang didasarkan atas keturunan, memiliki banyak  gen, dan bukan satu gen saja. Di antara gen ini harus terjadi suatu  proses yang saling dukung-mendukung, sehingga satu sifat tertentu yang  akan diwariskan kepada seseorang akan terbukti secara sempurna. Karena  apabila salah satu gen tidak berfungsi dengan gen yang lainnya, maka  sifat keturunan ini akan hilang. Hubungan antara berbagai gen ini dalam  bentuk ini, kita sebut sebagai hubungan yang saling melengkapi  (takaamul).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hubungan yang saling melengkapi ini, di antara  berbagai gen juga terdapat hubungan dalam bentuk lain, yaitu hubungan  akumulatif (menumpuk, taraakum). Di mana gabungan antara berapa gen  dapat menguatkan sifat keturunan yang didasarkan atas gen-gen tersebut.  Dan dengan berkurangnya beberapa gen, sifat keturunan yang didasarkan  atas gen-gen ini akan tampil tidak sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk dalam  bentuk kedua ini, adalah perbedaan yang terjadi pada warna kulit. Di  mana warna kulit seseorang karena perpaduan antara gen yang berbentuk  akumulatif, bisa berbeda dengan warna kulit orang tuanya. Misalnya,  orang yang memiliki warna kulit coklat, ketika ia menikah dengan orang  yang memiliki warna kulit lainnya, baik hitam, putih, merah atau yang  lainnya, bisa menghasilkan keturunan yang memiliki warna kulit lain yang  tidak sama dengan warna kulit orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan ilmiah  yang berkaitan dengan perbedaan bahasa dan warna kulit ini, serta  rahasia di balik itu, belum diketahui oleh kebanyakan orang, kecuali  setelah adanya kemajuan dalam bidang anatomi tubuh dan fungsi genetika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padalah  kalau kita kembalikan kepada al-Quran, semenjak 14 abad yang lalu,  Alquran telah memberikan petunjuknya dalam surah Aar-Ruum ayat 22. Allah  SWT berfirman: &lt;em&gt;"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah  menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna  kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat  tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;(satu-dalam-islam) &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3082366971942991171?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3082366971942991171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3082366971942991171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3082366971942991171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3082366971942991171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/08/satu-dalam-islam.html' title='SATU DALAM ISLAM'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3650324632497404299</id><published>2011-08-05T10:21:00.000+07:00</published><updated>2011-08-05T10:21:58.530+07:00</updated><title type='text'>MAKNA PUASA LAHIR BATIN</title><content type='html'>Seperti dimaklumi, puasa merupakan ibadah yang sangat istimewa sebagai proses penyegaran kembali &lt;em&gt;(rejuvenation)&lt;/em&gt;,   baik fisik, mental, maupun spiritual. Ibadah ini bila dilaksanakan   dengan benar dan dengan sikap batin yang kuat serta tulus karena Allah &lt;em&gt;(imanan wa ihtisaban)&lt;/em&gt;, maka ia dapat mengantar pelakunya meraih derajat takwa. (QS Al-Baqarah [2]: 183).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,   untuk mencapai kualitas ini, seorang muslim mesti menjalankan puasa,   tidak saja puasa lahir, tetapi juga puasa batin. Puasa lahir, seperti   diajarkan oleh para ahli fikih, ialah menahan diri &lt;em&gt;(al-imsak)&lt;/em&gt;  dari makan dan minum, serta melakukan hubungan suami-isteri dari terbit   fajar hingga matahari terbenam dengan niat karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan   puasa batin, seperti diajarkan oleh para sufi, ialah menahan diri dari   segala hal yang dilarang oleh Allah, bahkan menahan diri dari apa pun   yang akan memalingkan manusia dari mengingat Allah. Horizon tertinggi   dari puasa batin &lt;em&gt;(internal fasting)&lt;/em&gt;, menurut Imam Ghazali, juga menurut Kess Waaijman, dalam &lt;em&gt;Spirituality: form, foundation, method &lt;/em&gt;(2002),   adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya Yang Terkasih (God is the   Beloved One). Puasa batin mengantar manusia mencapai esensi Islam,  yaitu  berserah diri secara total kepada Allah SWT &lt;em&gt;(total surrender to god).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam   buku Asrar al-Shaum, al-Ghazali menetapkan enam rukun yang bersifat   moral dan spiritual, agar puasa batin dapat mencapai sasarannya, yaitu   sah (al-shihhah) dan diterima Allah &lt;em&gt;(al-maqbul).&amp;nbsp;&lt;/em&gt; Pertama, mensucikan pandangan &lt;em&gt;(shaum al-bashar)&lt;/em&gt;  dari segala hal yang dilarang oleh Allah. Pandangan itu berbahaya   karena ia seringkali menjadi titik awal keburukan. Kata Nabi, pandangan   itu merupakan salah satu anak panah Iblis &lt;em&gt;(sahmun min sihami Iblis)&lt;/em&gt;. (HR Hakim dari Hudzaifah ibn al-Yaman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menyucikan lisan atau perkataan &lt;em&gt;(shaum al-lisan)&lt;/em&gt;  dari dusta, gosip, dan adu domba. "Jangan berkata kotor dan jangan   berbuat jahil." (HR Bukahari dan Muslim). Orang yang berpuasa, demikian   al-Ghazali, lebih baik diam &lt;em&gt;(al-sukut)&lt;/em&gt;, lalu banyak zikir, dan baca Alquran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menyucikan pendengaran alias tutup telinga &lt;em&gt;(shaum al-sam`)&lt;/em&gt;  dari perkatan dusta dan kebohongan. Orang yang mendengar kebohongan   sama buruknya dengan orang yang mengatakannya. Dalam Alquran, pendengar   kebohongan disamakan dengan pemakan riba atau suap (QS al-Maidah [5]:  42  dan 63).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, menyucikan anggota tubuh yang lain &lt;em&gt;(shaum baqiyat al-jawarih),&lt;/em&gt;  seperti tangan, kaki, dan organ tubuh yang lain, serta mensucikan diri   dari makan dan minum barang haram. Kelima, mengurangi makan yang  terlalu  kenyang. Sebab, hal demikian bertentangan dengan salah satu  tujuan  puasa, yaitu melepaskan diri dari kendali syahwat perut. Keenam,  cemas,  tetapi tetap penuh harap (optimistis) bahwa ibadah puasa yang  dilakukan  diterima oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-cJoskqM3Rck/TjthtfN4UQI/AAAAAAAAAFY/uS-RoS_oNcM/s1600/kab+ende.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-cJoskqM3Rck/TjthtfN4UQI/AAAAAAAAAFY/uS-RoS_oNcM/s1600/kab+ende.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita tak hanya puasa lahir, tetapi juga puasa batin. Dengan begitu, puasa betul-betul menjadi penyembuh yang &lt;em&gt;cespleng (infallible remedy)&lt;/em&gt; untuk kebugaran kita, baik fisik, psikis, maupun mental dan spiritual. &lt;em&gt;Wallahu a`lam.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3650324632497404299?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3650324632497404299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3650324632497404299' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3650324632497404299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3650324632497404299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/08/makna-puasa-lahir-batin.html' title='MAKNA PUASA LAHIR BATIN'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-cJoskqM3Rck/TjthtfN4UQI/AAAAAAAAAFY/uS-RoS_oNcM/s72-c/kab+ende.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3179162383493823640</id><published>2011-08-05T09:55:00.000+07:00</published><updated>2011-08-05T09:55:21.657+07:00</updated><title type='text'>SEKILAS ADONARA YANG SUBUR</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulau Adonara merupakan pulau tersubur di kabupaten Flores Timur. &lt;/span&gt;Hal  ini dapat dimaklumi karena di sana terdapat gunung berapi aktif, Ile  Boleng. Letusannya terdahulu membuat pulau ini diselimuti lava yang  kemudian mengubah pulau ini menjadi tanah yang subur.  Terutama di  sebalah timur pulau di mana gunung itu berada. Di pulau ini nampak  menghijau dari kejauhan. Tanaman yang tumbuh sangat subur disini adalah  pohon kelapa. Keberadaan pohon kelapa di sana seperti rimba di  kalimantan sana, padat betul. Tak heran jika Adonara juga pulau  penghasil kopra dan miyak kelapa.  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ile  (catatan: Ile artinya gunung)  Boleng tingginya hanya 1500-an meter,  kalau didaki hanya membutuhkan waktu 4-5 jam saja. Pulau Adonara ditempuh melalui kapal feri dari kota Larantuka ke  pelabuhan Wai Werang di pulau Adonara.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adonara memang salah satu tempatnya pembuatan tenun ikat di Flores  Timur dan dapat ditemui di Horinara, di kecamatan Luba Golit. Hampir setiap rumah di sana yang menghasilkan  kain tenun ikat. Kaum wanitalah yang mengerjakannya. Kaum lelaki sangat  dipantangkan menenun kain. Dan kepercayaan itu tetap dipertahankan  apappun agama yang mereka anut. Mayoritas penduduk desa Horinara beragama Islam. Banyak pantangan yang bersifat adat di sana,  jika dilanggar penduduk takut akan terjadi malapetaka yang menimpa  mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pulaun Adonara tidak seberapa besar, kalau kita ingin mengelilingi pulau ini dengan  sepeda motor paling hanya  menghabiskan waktu 3 jam, dan dapat melihat langsung lahannya yang terkenal sangat subur.   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kain tenun memang menjadi salah satu andalan Adonara. Tidak di  seperti Larantuka yang selama ini jarang ditemui orang  menggunakan kain tenun ikat (kecuali orang Maumere dan Ende yang datang  ke sana). Di Adonara malah ada tradisi "wajib" menggunakan kain tenun  ikat dalam perayaan tertentu. Kain tenun yang dikenakan dalam perayaan  bukan kain tenun sembarangan tapi warisan yang sudah berumur ratusan  tahun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari corak kain yang mereka kenakan akan terlihat mana  keturunan raja, bangsawan, atau rakyat jelata. Kain-kain itu awet tahan  lama karena dalam setahun hanya dikenakan satu atau dua kali saja. Juga  kain itu di rawat dengan baik untuk dijadikan barang warisan untuk  keturunannya. Kain itu berguna sebagai belis atau mahar jika ada anggota  keluarga yang akan menikah. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3179162383493823640?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3179162383493823640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3179162383493823640' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3179162383493823640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3179162383493823640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/08/sekilas-adonara-yang-subur.html' title='SEKILAS ADONARA YANG SUBUR'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-5436465724928673521</id><published>2011-08-01T10:06:00.000+07:00</published><updated>2011-08-01T10:06:09.630+07:00</updated><title type='text'>MARI OPTIMALKAN PUASA RAMADHAN KITA</title><content type='html'>Dalam  pandangan umat Islam, Ramadhan adalah bulan istimewa. Tiada nama  bulan  yang disebutkan dalam Alquran kecuali Ramadhan. (QS al-Baqarah  2:184).  Enam bulan sebelum Ramadhan, para sahabat sudah menanti dan   mempersiapkan diri untuk menyongsong bulan suci ini. Rasulullah SAW   sejak Rajab sering berdoa, "Ya Allah, berkati kami pada bulan Rajab dan   bulan Sya'ban dan antarkan kami sampai bulan Ramadhan. (HR al-Bazzar,   Ibnu Sunny, al-Baihaqi, dan lainnya.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati hadis ini lemah   menurut sebagian ulama, jiwa dan maknanya seirama dengan apa yang   ditunjukkan Rasulullah untuk mengagungkan bulan Ramadhan. Menjelang   tibanya bulan suci, Rasulullah selalu mengingatkan dengan tausiyah   sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah ra. "Telah datang kepada kamu   sekalian bulan penuh keberkahan, Allah mewajibkan puasa di dalamnya,   pintu-pintu surga dibuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup rapat, dan   para petinggi setan dibelenggu. Allah memiliki di dalam Ramadhan suatu   malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang tidak   mendapatkan kebaikan malam itu, sungguh ia sangat merugi." (HR   An-Nasa'i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan tiap tahunnya disambut bagaikan tamu agung   yang dinanti karena merupakan keistimewaan anugerah Ilahi. Di antara   keutamaan itu adalah pertama, setiap amal kebajikan umat Islam   dilipatgandakan 10 kali lipat. Tapi, di bulan Ramadhan, amalan wajib   dilipatgandakan 70 kali lipat dan yang sunah disetarakan dengan amalan   wajib di luar Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita diwajibkan puasa karena puasa   adalah ibadah istimewa. "Setiap amalan anak cucu Adam dilipatgandakan.   Satu kebajikan dilipatgandakan 10 kali sampai 700 kali lipat, kecuali   puasa. Puasa adalah milik-Ku dan Akulah yang akan langsung membalasnya.   (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pada bulan ini diturunkan Alquran, kita   dianjurkan untuk membacanya dengan rajin. Imam az-Zuhri menyatakan,   tiada amalan pada bulan Ramadhan yang lebih baik setelah amalan puasa   dari tilawatul quran (membaca Alquran).Keempat, di dalam Ramadhan   terdapat malam al-qadar. Beribadah di malam itu lebih baik dari berjuang   di jalan Allah selama 1000 bulan. (QS al-Qadar:1-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima,   dosa-dosa kita yang terdahulu akan diampuni bila kita berpuasa dengan   baik dan qiyam Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala   Allah (HR Bukhari dan Muslim). Keenam, pada bulan puasa ini, doa-doa   kita dikabulkan Allah, apalagi saat berbuka puasa (HR Ibnu Majah dan   Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi keutamaan Ramadhan. Dengan enam   keistimewaan saja, sudah seharusnya kita menyiapkan diri menghadapi   Ramadhan dengan mengoptimalkan dan memperbanyak ibadah. Di antaranya   adalah dengan berniat ikhlas beribadah, mencontoh Rasulullah SAW dalam   mengerjakan amaliah Ramadhan, menyiapkan target dalam tilawah, sedekah,   baca buku, memperkokoh shalat jamaah, dan hubungan keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di   antara amalan unggulan adalah puasa dengan berkualitas, tilawatul  quran,  qiyam Ramadhan, menanti lailatul qadar tiap malam, memperbanyak  tobat  dan doa, mengeluarkan zakat fitrah, meningkatkan sedekah, dan  iktikaf 10  hari terakhir Ramadhan. Semoga kita dilepaskan dari siksa  neraka. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-5436465724928673521?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/5436465724928673521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=5436465724928673521' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5436465724928673521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5436465724928673521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/08/mari-optimalkan-puasa-ramadhan-kita.html' title='MARI OPTIMALKAN PUASA RAMADHAN KITA'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-6188593903632253678</id><published>2011-07-29T15:39:00.000+07:00</published><updated>2011-07-29T15:39:20.602+07:00</updated><title type='text'>MARHABAN YA RAMADHAN 1432 H KABUPATEN ENDE</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;SELAMAT MENUANAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN 1432 H&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-FCe1ZnOqYWo/TjJxOqxFOKI/AAAAAAAAAFU/FHsyFINiWxs/s1600/selamat+menunaikan+ibadah+puasa+untuk+masyarakat+islam+kabupaten+ende.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="163" src="http://4.bp.blogspot.com/-FCe1ZnOqYWo/TjJxOqxFOKI/AAAAAAAAAFU/FHsyFINiWxs/s320/selamat+menunaikan+ibadah+puasa+untuk+masyarakat+islam+kabupaten+ende.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;SEMOGA MENCAPAI BERKAH, RAHMAT DAN DERAJAT TAQWA&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-6188593903632253678?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/6188593903632253678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=6188593903632253678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6188593903632253678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6188593903632253678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/07/marhaban-ya-ramadhan-1432-h-kabupaten.html' title='MARHABAN YA RAMADHAN 1432 H KABUPATEN ENDE'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-FCe1ZnOqYWo/TjJxOqxFOKI/AAAAAAAAAFU/FHsyFINiWxs/s72-c/selamat+menunaikan+ibadah+puasa+untuk+masyarakat+islam+kabupaten+ende.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3075631286363149867</id><published>2011-07-21T11:42:00.000+07:00</published><updated>2011-07-21T11:42:22.512+07:00</updated><title type='text'>MATI SYAHID DI PULAU SIPRUS</title><content type='html'>Nama lengkapnya Ummu Haram binti Mulhan bin Khalid bin Zaid bin Haram.  Ia adalah seorang sahabat wanita yang selalu ikut berangkat bersama  pejuang Muslim dan sempat mengikuti beberapa kali pertempuran. Ia sempat  ikut dalam penaklukan Siprus bersama suaminya, Ubadah bin Shamit, dan  syahid di tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-H2TiMYXCEfs/TieuD4VjC5I/AAAAAAAAAFQ/Glvx8IIhwLc/s1600/pulau+siprus+%2526+pulau+ende.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-H2TiMYXCEfs/TieuD4VjC5I/AAAAAAAAAFQ/Glvx8IIhwLc/s1600/pulau+siprus+%2526+pulau+ende.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Haram adalah saudara Ummu Sulaiman,  bibi Anas bin Malik, pembantu Rasulullah SAW. Ummu Haram dan kedua  saudaranya—Ummu Sulaim dan Haram—ikut dalam Perang Badar dan Uhud. Dan  kedua-duanya syahid pada perang Bi’r Ma’unah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Haram  termasuk wanita yang terhormat, ia memeluk Islam dan berbaiat kepada  Nabi SAW serta ikut berhijrah. Rasulullah memuliakan Ummu Haram dan  pernah berkunjung ke rumahnya dan istirahat sejenak di sana. Ummu Haram  dan Ummu Sulaim adalah bibi Rasulullah, apabila dihubungkan dengan  sepersusuan ataupun dikaitkan dengan nasab, sehingga menjadi halal  menyendiri keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik pernah berkata, "Rasulullah  masuk ke rumah kami, yang mana tidak ada yang di dalam melainkan saya,  ibuku (Ummu Sulaim) dan bibiku Ummu Haram. Beliau bersabda, 'Berdirilah  kalian, aku akan shalat bersama kalian.' Maka beliau shalat bersama kami  pada saat bukan waktu shalat wajib."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Haram bercita-cita  dapat menyertai peperangan bersama mujahidin yang menaiki kapal untuk  menyebarkan dakwah dan membebaskan manusia dari peribadatan kepada  sesama hamba menuju peribadatan kepada Allah saja. Akhirnya, Allah  mengabulkan keinginannya dan mewujudkan cita-citanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin  Malik menuturkan, apabila Rasulullah SAW pergi ke Quba’, beliau mampir  ke rumah Ummu Haram. Kemudian Ummu Haram menyediakan makanan untuk  beliau. Rasulullah bersandar di dinding kemudian tertidur. Tidak  beberapa lama kemudian beliau bangun lalu tertawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Haram bertanya, "Apa yang membuatmu tertawa, wahai Rasulullah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau  bersabda, "Sekelompok manusia dari kelompokku, mereka berperang di  jalan Allah dan berlayar di lautan sebagaimana raja-raja di atas  pasukannya atau laksana para raja yang memimpin pasukannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Rasulullah, doakanlah agar aku termasuk golongan mereka," pinta Ummu Haram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau termasuk golongan para pelopor," kata Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala  dinikahi oleh Ubadah bin Shamit, mereka keluar untuk berjihad bersama  ke Siprus. Di sanalah Ummu Haram syahid ketika terlempar dari hewan yang  ditungganginya. Ia kemudian dikubur di sana. Ketika itu pemimpin  pasukan adalah Muawiyah bin Abu Sufyan pada masa Khalifah Utsman bin  Affan. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 27 Hijriyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu  Haram termasuk salah satu dari keluarga mulia yang setia terhadap  prinsip yang dipegangnya. Ia mencurahkan segala kemampuannya untuk  menyebarkan Islam, dan tidak mengharapkan sesuatu selain ridha Allah  SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Haram meriwayatkan lima hadits dari Rasulullah SAW.  Beberapa orang juga meriwayatkan hadits darinya. Di antara mereka adalah  Ummu Hakim binti Zubair, Anas bin Malik, Atha bin Yasar, dan suaminya,  Ubadah bin Shamit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3075631286363149867?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3075631286363149867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3075631286363149867' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3075631286363149867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3075631286363149867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/07/mati-syahid-di-pulau-siprus.html' title='MATI SYAHID DI PULAU SIPRUS'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-H2TiMYXCEfs/TieuD4VjC5I/AAAAAAAAAFQ/Glvx8IIhwLc/s72-c/pulau+siprus+%2526+pulau+ende.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-1410397799868100452</id><published>2011-07-08T15:24:00.000+07:00</published><updated>2011-07-08T15:24:46.514+07:00</updated><title type='text'>AWAL MULA PENCIPTAAN ALAM</title><content type='html'>Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa alam semesta pada mulanya merupakan  satu kesatuan yang mempunyai energi yang sangat besar sekali.  Selanjutnya peristiwa alamiah terjadi, dan mengakibatkan alam semesta  terpecah dan terbagi-bagi kepada bagian yang sangat banyak, sehingga  masing-masing bagian memiliki energi yang lebih kecil dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa  itu diakibatkan ledakan besar yang mengakibatkan terciptanya gugusan  galaksi, matahari, bintang-bintang dan satelit. Pasca terjadinya  ledakan, energi alam semesta terbagi kepada semua benda dengan sistim  yang sangat detail yang memungkinkan alam semesta ini dapat  melangsungkan perjalanannya sampai batas waktu yang telah ditentukan  (oleh Penciptanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tentang penciptaan alam semesta  ini telah berlangsung lama. Dan yang terbaru adalah penelitian yang  dilakukan oleh seorang ilmuwan yang berasal dari Skotlandia, bernama  Mike Hope King pada 1994. Dari hasil penelitiannya, ia menegaskan teori  ‘kesatuan alam semesta’ yang berasal dari satu kesatuan yang memiliki  energi yang sangat besar dan sulit dibayangkan yang dinamakan dengan  ‘sadim’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah penciptaan alam raya ini, sejak Nabi Adam  diturunkan ke bumi sampai sekarang telah menjadi fokus penelitian dan  pembahasan para ilmuwan. Mereka bertanya-tanya: Bagaimana alam raya yang  maha luas ini tercipta? Dari apa alam raya ini tercipta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian  yang berkaitan dengan hal ini telah melalui berbagai periode, dimulai  dari pendapat individu, tesis, anti-tesis, sintesis, teori sampai  tercapainya kebenaran ilmiah yang disepakati semua ilmuwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal  kalau kita memperhatikan isi kandungan Al-Qur'an, maka kita akan  mendapatkan bahwa Al-Qur'an telah mengisyaratkan tentang awal mulanya  penciptaan alam semesta dari satu kesatuan padu. Pada surah Al-Anbiya  ayat 30, Allah SWT berfirman: &lt;i&gt;“Dan apakah orang-orang yang kafir  tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah  suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan  ‘langit’ dan ‘bumi’ merupakan petunjuk yang mewakili semua jagat alam  raya ini. Adapun kenapa ‘bumi’ yang disebut, maka hal itu dikarenakan  keterikatan kita dengannya dimana kita hidup dan tinggal di atas&amp;nbsp;  permukaan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan penyebutan kata ‘langit, maka hal itu  dikarenakan kedekatan kita dengan langit yang menjadi obyek penglihatan  kita, sekaligus sebagai sumber hujan yang bermanfaat untuk menumbuhkan  berbagai tumbuhan yang kita butuhkan dan juga sebagai makanan binatang  ternak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan ‘padu’ atau dalam bahasa arabnya disebut &lt;i&gt;ritqun&lt;/i&gt;,  hal itu menunjukkan satu kesatuan yang sempurna dan padat. Sedangkan  ungkapan ‘pisah’ atau dalam bahasa arabnya disebut ‘fatqun’, maka hal  itu menunjukkan pecahnya satu kesatuan itu, yang diakibatkan satu  ledakan dahsyat yang mengandung energi yang sangat besar dan menyebabkan  terciptaanya gugusan-gugusan yang memiliki energi dan bentuk yang lebih  kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menjelaskan kepada kita, akan pentingnya  penelitian ilmiah dalam upaya menemukan ‘teori’ paling benar tentang  penciptaan alam semesta -tempat manusia hidup, seolah-olah ia  menyaksikannya saat peristiwa penciptaan alam semesta ini terjadi.  Sebagaimana yang difirmankan Allah dalam ayat ini dengan mengatakan: &lt;i&gt;“Tidakkah orang-orang kafir itu mengetahui?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ledakan  dahsyat yang terjadi, tentunya secara nyata tidak dapat disaksikan oleh  manusia, namun dengan bantuan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi),  sedikitnya ia dapat membayangkan kejadian sesungguhnya dimana ia  seolah-olah berada saat kejadian itu terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-1410397799868100452?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/1410397799868100452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=1410397799868100452' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/1410397799868100452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/1410397799868100452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/07/awal-mula-penciptaan-alam.html' title='AWAL MULA PENCIPTAAN ALAM'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3844535546526801188</id><published>2011-07-06T07:48:00.000+07:00</published><updated>2011-07-06T07:48:07.922+07:00</updated><title type='text'>SELAMAT JALAN DA'I SEJUTA UMAT</title><content type='html'>Meskipun telibat dalam politik praktis, sosok Zainudin MZ dikenal  sebagai figur yang akrab dan tidak pernah membeda-bedakan status sosial,  kelompok masyarakat, sulit dicarikan penggantinya. "Terakhir saya berbincang-bincang dengan almarhun KH Zainudin MZ  ketika beliau memberikan ceramah kepada masyarakat Cilegon di kantor  Kecamatan Citangkil, dan saya melihat beliau adalah figur yang  menyenangkan dan bersahaja, dan sangat sulit dicarikan penggantinya,"  kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan  (PPP) Kota Cilegon, Sihabudin Sibly, Selasa (5/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia  menjelaskan, sosok Zainudin MZ yang dikenal sebagai dai sejuta umat,  dalam setiap ceramahnya selalu mengedepankan soal kesejahteraan  masyarakat dan pentingnya pendidikan dilihat dari sudut agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap  almarhum memberikan ceramahnya, langsung bisa ditangkap oleh  masyarakat, karena metode penyampaiannya mudah diingat. Sosoknya sangat  sulit dicarikan penggantinya," katanya menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada  diungkapkan mantan Ketua DPW PBR Banten tahun 2001, Jajuli. "Secara  pribadi saya sangat kehilangan seorang figur da'i kondang yang gencar  dalam siar Islam," kata Jajuli. Zainudin MZ, katanya, seorang da'i yang  bisa orang terharu ketika mendengarkan ceramahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3844535546526801188?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3844535546526801188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3844535546526801188' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3844535546526801188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3844535546526801188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/07/selamat-jalan-dai-sejuta-umat.html' title='SELAMAT JALAN DA&apos;I SEJUTA UMAT'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-7277147023600455307</id><published>2011-06-28T16:52:00.000+07:00</published><updated>2011-06-28T16:52:46.697+07:00</updated><title type='text'>HIKMAH ISRA MI'RAJ</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Sekarang kita telah memasuki separo  lebih bulan rojab dimana pada akhir bulan ini kita sebagai seorang  muslim telah diingatkan kembali sebuah peristiwa besar dalam sejarah  umat islam. Sebuah peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah hidup  (siirah) Rasulullah SAW yaitu peristiwa diperjalankannya beliau (isra)  dari Masjid al Haram di Makkah menuju Masjid al Aqsa di Jerusalem, lalu  dilanjutkan dengan perjalanan vertikal (mi'raj) dari Qubbah As Sakhrah  menuju ke Sidrat al Muntaha (akhir penggapaian). Peristiwa ini terjadi  antara 16-12 bulan sebelum Rasulullah SAW diperintahkan untuk melakukan  hijrah ke Yatsrib (Madinah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;Allah SWT mengisahkan peristiwa agung ini di S. Al Isra (dikenal juga dengan S. Bani Israil) ayat pertama:&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Traditional Arabic'; font-size: 17pt;"&gt;سُبْحَانَ  الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى  الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ  آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 17pt;"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Artinya; Maha&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Suci  Allah Yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu (potongan) malam  dari masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi  sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda  (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha  Melihat".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Lalu  apa pelajaran yang dapat diambil dari perjalanan Isra wal Mi'raj ini?  Barangkali catatan ringan berikut dapat memotivasi kita untuk lebih jauh  dan sungguh-sungguh menangkap pelajaran yang seharusnya kita tangkap  dari perjalanan agung tersebut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Pertama: Konteks situasi terjadinya&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Kita  kenal, Isra' wal Mi'raj terjadi sekitar setahun sebelum Hijrahnya  Rasulullah SAW ke Madinah (Yatsrib ketika itu). Ketika itu, Rasulullah  SAW dalam situasi yang sangat "sumpek", seolah tiada celah harapan masa  depan bagi agama ini. Selang beberapa masa sebelumnya, isteri tercinta  Khadijah r.a. dan paman yang menjadi dinding kasat dari penjuangan  meninggal dunia. Sementara tekanan fisik maunpun psikologis kafir Qurays  terhadap perjuangan semakin berat. Rasulullah seolah kehilangan  pegangan, kehilangan arah, dan kini pandangan itu berkunang-kunang tiada  jelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Dalam sitausi  seperti inilah, rupanya "rahmah" Allah meliputi segalanya, mengalahkan  dan menundukkan segala sesuatunya. "warahamatii wasi'at kulla syaei",  demikian Allah deklarasikan dalam KitabNya. Beliau di suatu malam yang  merintih kepedihan, mengenang kegetiran dan kepahitan langkah  perjuangan, tiba-tiba diajak oleh Pemilik kesenangan dan kegetiran untuk  "berjalan-jalan" (saraa) menelusuri napak tilas "perjuangan" para  pejuang sebelumnya (para nabi). Bahkan dibawah serta melihat langsung  kebesaran singgasana Ilahiyah di "Sidartul Muntaha". Sungguh sebuah  "penyejuk" yang menyiram keganasan kobaran api permusuhan kaum kafir.  Dan kinilah masanya bagi Rasulullah SAW untuk kembali "menenangkan"  jiwa, mempermantap tekad menyingsingkan lengan baju untuk melangkah  menuju ke depan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Artinya,  bahwa kita adalah "rasul-rasul" Rasulullah SAW dalam melanjutkan  perjuangan ini. Betapa terkadang, di tengah perjalanan kita temukan  tantangan dan penentangan yang menyesakkan dada, bahkan mengaburkan  pandangan objektif dalam melangkahkan kaki ke arah tujuan. Jikalau hal  ini terjadi, maka tetaplah yakin, Allah akan meraih tangan kita,  mengajak kita kepada sebuah "perjalanan" yang menyejukkan. "Allahu  Waliyyulladziina aamanu" (Sungguh Allah itu adalah Wali-nya mereka yang  betul-betul beriman". Wali yang bertanggung jawab memenuhi segala  keperluan dan kebutuhan. Kesumpekan dan kesempitan sebagai akibat dari  penentangan dan rintangan mereka yang tidak senang dengan kebenaran,  akan diselesaikan dengan cara da metode yang Hanya Allah yang tahu. Yang  terpenting bagi seorang pejuang adalah, maju tak gentar, sekali  mendayung pantang mundur, konsistensi memang harus menjadi karakter  dasar bagi seorang pejuang di jalanNya. "Wa laa taeasuu min rahmatillah"  (jangan sekali-kali berputus asa dari rahmat Allah).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Kedua: Pensucian Hati&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Disebutkan  bahwa sebelum di bawa oleh Jibril, beliau dibaringkan lalu dibelah  dadanya, kemudian hatinya dibersihkan dengan air zamzam. Apakah hati  Rasulullah kotor? Pernahkan Rasulullah SAW berbuat dosa? Apakah  Rasulullah punya penyakit "dendam", dengki, iri hati, atau berbagai  penyakit hati lainnya? Tidak…sungguh mati…tidak. Beliau hamba yang  "ma'shuum" (terjaga dari berbuat dosa). Lalu apa signifikasi dari  pensucian hatinya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Rasulullah  adalah sosok "uswah", pribadi yang hadir di tengah-tengah umat sebagai,  tidak saja "muballigh" (penyampai), melainkan sosok pribadi unggulan  yang harus menjadi "percontohan" bagi semua yang mengaku pengikutnya.  "Laqad kaana lakum fi Rasulillahi uswah hasanah".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Memang  betul, sebelum melakukan perjalanannya, haruslah dibersihkan hatinya.  Sungguh, kita semua sedang dalam perjalanan. Perjalanan "suci" yang  seharusnya dibangun dalam suasa "kefitrahan". Berjalan dariNya dan juga  menuju kepadaNya. Dalam perjalanan ini, diperlukan lentera, cahaya, atau  petunjuk agar selamat menempuhnya. Dan hati yang intinya&lt;/span&gt; sebagai&lt;span&gt; "nurani", itulah lentera perjalanan hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Cahaya  ini berpusat pada hati seseorang yang ternyata juga dilengkapi oleh  gesekan-gesekan "karat" kehidupan (fa alhamaha fujuuraha). Semakin kuat  gesekan karat, semakin jauh pula dari warna yang sesungguhnya  (taqawaaha). Dan oleh karenanya, di setiap saat dan kesempatan,  diperlukan pembersihan, diperlukan air zamzam untuk membasuh  kotoran-kotoran hati yang melengket. Hanya dengan itu, hati akan  bersinar tajam menerangi kegelapan hidup. Dan sungguh hati inilah yang  kemudian "penentu" baik atau tidaknya seseorang pemilik hati. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="rtl" style="direction: rtl; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: 'Traditional Arabic'; font-size: 14pt;"&gt;ألا إن في الجسد مضغة، إذا صلحت صلحت سير عمله، وإذا فسدت فسدت سير عمله.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Disebutkan  bahwa hati manusia awalnya putih bersih. Ia ibarat kertas putih dengan  tiada noda sedikitpun. Namun karena manusia, setiap kali melakukan  dosa-dosa setiap kali pula terjatuh noda hitam pada hati, yang pada  akhirnya menjadikannya hitam pekat. Kalaulah saja, manusia yang hatinya  hitam pekat tersebut tidak sadar dan bahkan menambah dosa dan noda, maka  akhirnya Allah akan akan membalik hati tersebut. Hati yang terbalik  inilah yang kemudian hanya bisa disadarkan oleh api neraka.  "Khatamallahu 'alaa quluubihim".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Di Al Qur'an sendiri, Allah berfirman"&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Traditional Arabic'; font-size: 16pt;"&gt;قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artinya: &lt;span&gt;Sungguh  beruntung siapa yang mensucikannya, dan sungguh buntunglah siapa yang  mengotorinya". Maka sungguh perjalanan ini hanya akan bisa menuju  "ilahi" dengan senantiasa membersihkan jiwa dan hati kita, sebagaimana  yang telah dilakukan oleh Rasulullah sebelum perjalanan sucinya  tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Ketiga: Memilih Susu - Menolak Khamar&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Ketika  ditawari dua pilihan minuman, dengan sigap Rasulullah mengambil gelas  yang berisikan susu. Minuman halal dan penuh menfaat bagi kesehatan.  Minuman yang berkalsium tinggi, menguatkan tulang belulang. Rasulullah  menolak khamar, minuman yang menginjak-nginjak akal, menurunkan tingkat  inteletualitas ke dasar yang paling rendah. Sungguh memang pilihan yang  tepat, karena pilihan ini adalah pilihan fitri "suci".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Dengan  bekal jiwa yang telah dibersihkan tadi, Rasulullah memang melanjutkan  perjalanannya. Di tengah perjalanan, hanya memang ada dua alternatif di  hadapan kita. Kebaikan dan keburukan. Kebaikan akan selalu identik  dengan manfaat, sementara keburukan akan selalu identik dengan kerugian.  Seseorang yang hatinya suci, bersih dari kuman dosa dan noda kezaliman,  akan sensitif untuk menerima selalu menerima yang benar dan menolak  yang salah. Bahkan hati yang bersih tadi akan merasakan "ketidak  senangan" terhadap setiap kemungkaran. Lebih jauh lagi, pemiliknya akan  memerangi setiap kemungkaran dengan segala daya yang dimilikinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Dalam  hidup ini seringkali kita diperhadapkan kepada pilihan-pilihan yang  samar. Fitra menjadi acuan, lentera, pedoman dalam mengayuh bahtera  kehidupan menuju tujuan akhir kita (akhirat). Dan oleh karenanya, jika  kita dalam melakukan pilihan-pilihan dalam hidup ini, ternyata kita  seringkali terperangkap kepada pilihan-pilihan yang salah, buruk lagi  merugikan, maka yakinlah itu disebabkan oleh tumpulnya firtah insaniyah  kita. Agaknya dalam situasi seperti ini, diperlukan asahan untuk  mempertajam kembali fitrah Ilahiyah yang bersemayam dalam diri setiap  insan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Keempat: Imam Shalat Berjama'ah&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Shalat  adalah bentuk peribadatan tertinggi seorang Muslim, sekaligus merupakan  simpol ketaatan totalitas kepadaYang Maha Pencipta. Pada shalatlah  terkumpul berbagai hikmah dan makna. Shalat menjadi simbol ketaatan  total dan kebaikan universal yang seorang Muslim senantiasa menjadi  tujuan hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Maka  ketika Rasulullah memimpin shalat berjama'ah, dan tidak  tanggung-tanggung ma'mumnya adalah para anbiyaa (nabi-nabi), maka  sungguh itu adalah suatu pengakuan kepemimpinan dari seluruh kaum yang  ada. Memang jauh sebelumnya, Musa yang menjadi pemimpin sebuah umat  besar pada masanya. Bahkan Ibrahim, Eyangnya banyak nabi dan Rasul,  menerima menjadi Ma'mum Rasulullah SAW. Beliau menerima dengan rela  hati, karena sadar bahwa Rasulullah memang memiliki kelebihan-kelebihan  "leadership", walau secara senioritas beliaulah seharusnya menjadi Imam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Kempimpinan  dalam shalat berjama'ah sesungguhnya juga simbol kepemimpinan dalam  segala skala kehidupan manusia. Allah menggambarkan sekaligus mengaitkan  antara kepemimpinan shalat dan kebajikan secara menyeluruh: "Wahai  orang-orang yang beriman, ruku'lah, sujudlah dan sembahlah Tuhanmu serta  berbuat baiklah secara bersama-sama. Nisacaya dengan itu, kamu akan  meraih keberuntungan". Dalam situasi seperti inilah, seorang Muhammad  telah membuktikan bahwa dirinya adalah pemimpin bagi seluruh pemimpin  umat lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Baghaimana  dengan kita sebagai pengikut nabi muhammad dalam masalah ini?  Masalahnya, umat Islam saat ini tidak memiliki kriteria tersebut.  Kriteria "imaamah" atau kepemimpinan yang disebutkan dalam Al Qur'an  masih menjadi "tanda tanya" besar pada kalangan umat ini. "Dan demikian  kami jadikan di antara mereka pemimpin yang mengetahui urusan Kami,  memiliki kesabaran dan ketangguhan jiwa, dan adalah mereka yakin  terhadap ayat-ayat Kami". &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Kita  umat Islam, yang seharusnya menjadi pemimpin umat lainnya, ternyata  memang menjadi salah satu pemimpin. Sayang kepemimpinan dunia Islam saat  ini terbalik, bukan dalam shalat berjama'ah, bukan dalam kebaikan dan  kemajuan dalam kehidupan manusia. Namun lebih banyak yang bersifat  negatif. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Kelima: Kembali ke Bumi dengan Shalat&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Perjalanan  singkat yang penuh hikmah tersebut segera berakhir, dan dengan segera  pula beliau kembali menuju alam kekiniannya. Rasulullah sungguh sadar  bahwa betapapun ni'matnya berhadapan langsung dengan Yang Maha Kuasa di  suatu tempat yang agung nan suci, betapa ni'mat menyaksikan dan  mengelilingi syurga, tapi kenyataannya beliau memiliki tanggung jawab  duniawi. Untuk itu, semua kesenangan dan keni'matan yang dirasakan malam  itu, harus ditinggalkan untuk kembali ke dunia beliau melanjutkan  amanah perjuangan yang masih harus diembannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Inilah  sikap seorang Muslim. Kita dituntut untuk turun ke bumi ini dengan  membawa bekal shalat yang kokoh. Shalat berintikan "dzikir", dan  karenanya dengan bekal dzikir inilah kita melanjutkan ayunan langkah  kaki menelusuri lorong-lorong kehidupan menuju kepada ridhaNya.  "Wadzkurullaha katsiira" (dan ingatlah kepada Allah banyak-banyak),  pesan Allah kepada kita di saat kita bertebaran mencari "fadhalNya"  dipermukaan bumi ini. Persis seperti Rasulullah SAW membawa bekal shalat  5 waktu berjalan kembali menuju bumi setelah melakukan serangkaian  perjalanan suci ke atas (Mi'raj).&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-7277147023600455307?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/7277147023600455307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=7277147023600455307' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7277147023600455307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7277147023600455307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/06/hikmah-isra-miraj.html' title='HIKMAH ISRA MI&apos;RAJ'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-4875730154222408256</id><published>2011-06-24T07:48:00.000+07:00</published><updated>2011-06-24T07:48:43.333+07:00</updated><title type='text'>DUNIA FARMAKOLOGI DAN FARMASI ISLAM</title><content type='html'>''Setiap penyakit pasti ada obatnya.'' Sabda Rasulullah SAW yang begitu  populer di kalangan umat Islam itu tampaknya telah memicu para ilmuwan  dan sarjana di era kekhalifahan untuk berlomba meracik dan menciptakan  beragam obat-obatan. Pencapaian umat Islam yang begitu gemilang dalam  bidang kedokteran dan kesehatan di masa keemasan tak lepas dari  keberhasilan di bidang farmakologi dan farmasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa itu para  dokter dan ahli kimia Muslim sudah berhasil melakukan penelitian ilmiah  mengenai komposisi, dosis, penggunaan, dan efek dari obat-obat sederhana  serta campuran. Menurut Howard R Turner dalam bukunya Science in  Medievel Islam, umat Islam mulai menguasai farmakologi dan farmasi  setelah melakukan gerakan penerjemahan secara besar-besaran di era  Kekhalifahan Abbasiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu karya penting yang  diterjemahkan adalah De Materia Medica karya Dioscorides. Selain itu  para sarjana dan ilmuwan Muslim juga melakukan transfer pengetahuan  tentang obat-obatan dari berbagai naskah yang berasal dari Suriah,  Persia, India, serta Timur Jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya terdahulu itu telah  membuat para ilmuwan Islam terinspirasi untuk melahirkan berbagai  inovasi dalam bidang farmakologi. ''Kaum Muslimin telah menyumbang  banyak hal dalam bidang farmasi dan pengaruhnya sangat luar biasa  terhadap Barat,'' papar Turner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak, para sarjana Muslim  di zaman kejayaan telah memperkenalkan adas manis, kayu manis, cengkeh,  kamper, sulfur, serta merkuri sebagai unsur atau bahan racikan  obat-obatan. Menurut Turner umat Islam-lah yang mendirikan warung  pengobatan pertama. Para ahli farmakologi Islam juga termasuk yang  pertama dalam mengembangkan dan menyempurnakan pembuatan sirup dan  julep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, farmasi dan farmakologi merupakan bagian  yang tak terpisahkan dari ilmu kedokteran. Dunia farmasi profesional  secara resmi terpisah dari ilmu kedokteran di era kekuasaan Kekhalifahan  Abbasiyah. Terpisahnya farmasi dari kedokteran pada abad ke-8 M,  membuat farmakolog menjadi profesi yang independen dan farmakologi  sebagai ilmu yang berdiri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktiknya, farmakologi  dan farmasi melibatkan banyak praktisi seperti herbalis, kolektor,  penjual tumbuhan, rempah-rempah untuk obat-obatan, penjual dan pembuat  sirup, kosmetik, air aromatik, serta apoteker yang berpengalaman.  Merekalah yang kemudian turut mengembangkan farmasi di era kejayaan  Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dinyatakan terpisah dari ilmu kedokteran, beragam  penelitian dan pengembangan dalam bidang farmasi atau saydanah (bahasa  Arab) kian gencar dilakukan. Pada abad itu, para sarjana dan ilmuwan  Muslim secara khusus memberi perhatian untuk melakukan investigasi atau  pencarian terhadap beragam produk alam yang bisa digunakan sebagai  obat-obatan di seluruh pelosok dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman itu,  toko-toko obat bermunculan bak jamur di musim hujan. Toko obat yang  banyak jumlahnya tak cuma hadir di kota Baghdad - kota metropolis dunia  di era kejayaan Abbasiyah - namun juga di kota-kota Islam lainnya. Para  ahli farmasi ketika itu sudah mulai mendirikan apotek sendiri. Mereka  menggunakan keahlian yang dimilikinya untuk meracik, menyimpan, serta  menjaga aneka obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Muslim pun turun mendukung  pembangunan di bidang farmasi. Rumah sakit milik pemerintah yang ketika  itu memberikan perawatan kesehatan secara cuma-cuma bagi rakyatnya juga  mendirikan laboratorium untuk meracik dan memproduksi aneka obat-obatan  dalam skala besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keamanan obat-obatan yang dijual di apotek  swasta dan pemerintah diawasi secara ketat. Secara periodik, pemerintah  melalui pejabat dari Al-Muhtasib - semacam badan pengawas obat-obatan -  mengawasi dan memeriksa seluruh toko obat dan apotek. Para pengawas dari  Al-Muhtasib secara teliti mengukur akurasi berat dan ukuran kemurnian  dari obat yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawasan yang amat ketat itu  dilakukan untuk mencegah penggunaan bahan-bahan yang berbahaya dalam  obat dan sirup. Semua itu dilakukan semata-mata untuk melindungi  masyarakat dari bahaya obat-obatan yang tak sesuai dengan aturan.  Pengawasan obat-obatan yang dilakukan secara ketat dan teliti yang telah  diterapkan di era kekhalifahan Islam mestinya menjadi contoh bagi  negara-negara Muslim, khususnya Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya di  bidang kedokteran, dunia farmasi profesional Islam telah lebih unggul  lebih dulu dibandingkan Barat. Ilmu farmasi baru berkembang di Eropa  mulai abad ke-12 M atau empat abad setelah Islam menguasainya. Karena  itulah, Barat banyak meniru dan mengadopsi ilmu farmasi yang berkembang  terlebih dahulu di dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam mendominasi bidang  farmasi hingga abad ke-17 M. Setelah era keemasan perlahan memudar, ilmu  meracik dan membuat obat-obatan kemudian dikuasai oleh Barat.  Negara-negara Eropa yang menguasai farmasi dari aneka risalah Arab dan  Persia tentang obat dan senyawa obat yang ditulis para sarjana dan  ilmuwan Islam. Tak heran, bila kini industri farmasi dunia berada dalam  genggaman Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh kaum Muslimin dalam bidang farmasi di  dunia Barat begitu besar. "Hal itu tecermin dalam kembalinya minat  terhadap pengobatan natural yang begitu populer dalan pendidikan  kesehatan saat ini," papar Turner. Mungkinkah umat Islam kembali  menguasai dan mendominasi bidang farmasi seperti di era keemasan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-4875730154222408256?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/4875730154222408256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=4875730154222408256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/4875730154222408256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/4875730154222408256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/06/dunia-farmakologi-dan-farmasi-islam.html' title='DUNIA FARMAKOLOGI DAN FARMASI ISLAM'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-4791111888478677403</id><published>2011-06-17T07:47:00.000+07:00</published><updated>2011-06-17T07:47:39.299+07:00</updated><title type='text'>KHADIJAH SANG WANITA AGUNG</title><content type='html'>Khadijah dilahirkan pada tahun 68 sebelum Hijriyah, di sebuah keluarga  yang mulia dan terhormat. Dia tumbuh dalam suasana yang dipenuhi dengan  perilaku terpuji. Ulet, cerdas dan penyayang merupakan karakter khusus  kepribadiannya. Sehingga masyarakat di zaman Jahiliyah menjulukinya  sebagai &lt;em&gt;At-Thahirah&lt;/em&gt; (seorang wanita yang suci). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  itu, Khadijah juga berprofesi sebagai pedagang yang mempunyai modal  sehingga bisa mengupah orang untuk menjalankan usahanya. Kemudian  Khadijah akan membagi keuntungan dari perolehan usaha tersebut.  Rombongan dagang miliknya juga seperti umumnya rombongan dagang kaum  Quraisy lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, suatu saat dia mendengar tentang  Rasulullah SAW, sesuatu yang menarik perhatian Khadijah tentang  kejujuran, amanah, dan kemuliaan akhlak beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu,  Abu Thalib berkata pada keponakannya, Muhammad SAW, “Aku adalah orang  yang tidak mempunyai harta sedangkan kebutuhan zaman semakin hari  semakin mendesak. Umur telah kita lalui dengan sia-sia tanpa ada harta  dan perniagaan. Lihatlah Khadijah, dia mampu mengutus beberapa orang  untuk menjalankan niaganya, sehingga mereka mendapatkan hasil dari  barang yang diniagakan. Andai engkau datang kepadanya (untuk menjalankan  niaganya) dengan keutamaanmu dibandingkan yang lainnya, tentu tidak  akan ada yang menyaingimu, terutama sekali dengan kesucianmu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  Khadijah memberikan pekerjaan kepada Rasulullah agar menjalankan barang  dagangannya ke negeri Syam dengan ditemani anak bernama Maisarah.  Beliau diberi modal yang cukup besar dibandingkan lainnya. Rasulullah  menerima pekerjaan tersebut dan disertai Maisarah menuju kota Syam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya  di negeri tersebut beliau mulai menjual barang dagangannya, dan  kemudian hasil dari penjualan tersebut beliau belikan barang lagi untuk  dijual di Makkah. Setelah misi dagangnya selesai, beliau bergabung  dengan kafilah kembali ke Makkah bersama Maisarah. Keuntungan yang  didapatkan Rasulullah sungguh berlipat ganda, sehingga Khadijah  menambahkan bonus untuk beliau dari hasil penjualan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya  di Makkah, Maisarah menceritakan perilaku baik Rasulullah yang  dilihatnya dengan mata kepala sendiri. Khadijah merasa tertarik dengan  cerita tersebut dan segera mengutus Maisarah untuk datang pada  Rasulullah. Dan menyampaikan pesannya untuk beliau. “Wahai anak pamanku,  aku senang kepadamu karena kekerabatan, kekuasaan terhadap kaummu,  amanahmu, kepribadianmu yang baik, dan kejujuran perkataanmu.” Kemudian  Khadijah menawarkan dirinya kepada Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  menceritakan perihal ini kepada para pamannya. Tidak lama kemudian  Hamzah bin Abdul Muthalib bersama Rasulullah datang pada Khuwailid bin  Asad, bermaksud meminang putrinya itu untuk Rasulullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Khuwailid berkata, “Dia itu kuda yang tidak dicocok hidungnya.” (Maksudnya, seorang yang mulia). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  kemudian menikahi Khadijah dan memberinya dua puluh unta muda. Saat itu  Khadijah berumur 40 tahun dan Rasulullah berumur 25 tahun. Dialah  perempuan pertama yang dinikahi Nabi SAW dan beliau tidak menikah dengan  siapa pun kecuali setelah Khadijah meninggal dunia. Dari Khadijah  lahirlah Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Fatimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  menerima risalah kenabian, Khadijah merupakan orang pertama yang  percaya kepada Allah dan Rasul beserta ajaran-ajaran-Nya. Nabi Muhammad  pun tidak menghiraukan berbagai ancaman dan propaganda yang datangnya  dari kaum musyrikin. Karena disampingnya terdapat sang kekasih pilihan  Allah yang dengan setia mendampingi dan memperkuat aktifitas dakwahnya,  sehingga terasa ringan beban yang diemban dan ringan pula menghadapi  cobaan apa pun yang dilakukan oleh kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menerima  wahyu pertama di Gua Hira, Rasulullah kembali ke rumah dengan perasaan  takut seraya berkata kepada Khadijah, ”Selimuti aku! Selimuti aku!” Maka  Khadijah menyelimutinya hingga hilang perasaan takutnya itu. Beliau  menceritakan semua yang telah terjadi. “Aku khawatir pada diriku,” kata  Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah menjawab, “Tidak perlu khawatir, Allah tidak  akan pernah menghinakanmu, sesungguhnya engkau orang yang menjaga tali  silaturrahmi, senantiasa mengemban amanah, berusaha memperoleh sesuatu  yang tiada, selalu menghormati tamu dan membantu orang-orang yang berhak  untuk dibantu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah mengajak suaminya menemui Waraqah bin  Naufal, sepupunya yang memeluk agama Nasrani di zaman Jahiliyah dan  menulis buku Injil dengan bahasa Ibrani. “Dengarkan sepupuku, kata-kata  dari keponakanmu ini!” kata Khadijah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai keponakanku, apa  yang engkau lihat?” tanya Waraqah pada Muhammad SAW. Rasulullah  menceritakan tentang apa yang telah dilihatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waraqah berkata,  “Ini adalah Malaikat yang telah Allah turunkan kepada Nabi Musa. Andai  aku dapat bertahan, aku berharap masih hidup ketika kaummu mengusirmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bertanya, “Kenapa mereka mengusirku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak  seorang pun yang datang dengan sesuatu sebagaimana yang kau emban ini  kecuali dimusuhi oleh kaumnya. Jika aku masih hidup sampai pada harimu,  tentu aku akan menolongmu dengan sungguh-sungguh,” jawabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waraqah  tidak sempat terlibat dalam aktifitas dakwah Nabi, karena keburu  meninggal dunia dan tidak sempat mendengarkan ajaran wahyu yang  diturunkan pada Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah dan Khadijah tetap  berdiam di Makkah dan melakukan shalat secara rahasia dengan kehendak  Allah. Khadijah memang sangat dicintai dan dihormati oleh Rasulullah.  Beliau juga tidak pernah berselisih dengan apa yang dikatakan Khadijah  pada beliau, terutama pada saat sebelum wahyu turun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan  walau Khadijah telah tiada, Rasulullah selalu menyebut-nyebutnya dalam  setiap kesempatan, dan tidak bosan-bosan memujinya. Sehingga Aisyah,  Ummul Mukminin, merasa cemburu. Sampai suatu saat, Aisyah berkata pada  Rasulullah, “Allah telah mengganti wanita tua itu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja  Rasulullah tersinggung dengan ucapan Aisyah ini, hingga ia berkata pada  dirinya, “Ya Allah, hilangkanlah perasaan marah Rasulullah terhadapku  dan aku berjanji untuk tidak lagi menjelek-jelekkan Khajidah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah  pernah berkata, “Aku tidak pernah cemburu kepada istri-isrti Rasulullah  kecuali pada Khadijah. Walaupun aku tidak pernah melihatnya, akan  tetapi Rasulullah sering menyebutnya setiap saat. Ketika beliau memotong  kambing, tak lupa beliau sisihkan dari sebagian daging tersebut untuk  kerabat-kerabat Khadijah. Ketika aku katakan, seakan-akan tidak ada  wanita di dunia ini selain Khadijah. Beliau berkata, sesungguhnya dia  telah tiada dan dari rahimnya aku dapat keturunan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah  berkata, “Dulu Rasulullah SAW setiap keluar rumah, hampir selalu  menyebut Khadijah dan memujinya. Pernah suatu hari beliau menyebutnya  sehingga aku merasa cemburu. Aku berkata, ‘Apakah tiada orang lagi  selain wanita tua itu. Bukankah Allah telah menggantikannya dengan yang  lebih baik?’ Lalu, Rasulullah marah hingga bergetar rambut depannya  karena amarah dan berkata, ‘Tidak, demi Allah, tidak ada ganti yang  lebih baik darinya. Dia percaya padaku di saat semua orang ingkar, dan  membenarkanku di kala orang-orang mendustakanku, menghiburku dengan  hartanya ketika manusia telah mengharamkan harta untukku. Dan Allah  telah mengaruniaiku dari rahimnya beberapa anak di saat istri-istriku  tidak membuahkan keturunan.’ Kemudian Aisyah berkata, ‘Aku bergumam pada  diriku bahwa aku tidak akan menjelek-jelekannya lagi selamanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah,  seorang tangan kanan Rasulullah yang senantiasa membantu beliau dalam  menjalankan dakwah dan menyebarkan ajaran-ajarannya, meninggal pada  tahun ke-3 sebelum Hijrah di kota Makkah pada usia 65 tahun. Di saat  ajal menjemputnya, Rasulullah menghampiri Khadijah sembari berkata,  “Engkau pasti tidak menyukai apa yang aku lihat saat ini, sedangkan  Allah telah menjadikan dalam sesuatu yang tidak engkau kehendaki itu  sebagai kebaikan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pemakamannya, Rasulullah turun ke liang  lahat dan dengan tangannya sendiri memasukkan jenazah Khadijah. Wafatnya  Khadijah merupakan musibah besar, di mana setelahnya diikuti berbagai  musibah dan peristiwa yang datangnya secara beruntun. Rasulullah SAW  memikul beban dengan penuh ketabahan dan kesabaran demi mencapai ridha  Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-4791111888478677403?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/4791111888478677403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=4791111888478677403' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/4791111888478677403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/4791111888478677403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/06/khadijah-sang-wanita-agung.html' title='KHADIJAH SANG WANITA AGUNG'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-5941645752560126900</id><published>2011-06-10T11:07:00.002+07:00</published><updated>2011-06-10T11:07:48.902+07:00</updated><title type='text'>TIGA PANGGILAN WAJIB</title><content type='html'>Sedikitnya ada  tiga panggilan Allah yang wajib dipenuhi oleh  hamba-hamba-Nya. Pertama,  panggilan shalat, yaitu ketika azan  berkumandang lima waktu sehari  semalam. Seruan lima kali sepanjang 24  jam ini terus menggema  susul-menyusul bergantian dari satu masjid ke  masjid lainnya. Selesai  dari negeri yang satu, berpindah ke belahan  bumi yang lain, berputar  terus selama bumi masih berotasi mengelilingi  porosnya. "Allahu akbar …  Allahu akbar …!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat Ibnu Abbas  adalah orang yang sering kali  menangis manakala mendengar panggilan  azan bergema. Serbannya sering  basah oleh tetesan airmatanya yang terus  mengalir mengiringi alunan  suara sang muazin. Ketika ada yang  menanyakan mengapa sampai begitu?  Ibnu Abbas menjawab, "Seandainya  semua orang tahu makna seruan muazin  itu, pasti tidak akan dapat  beristirahat dan tak akan dapat tidur  nyenyak." Kalimat Allahu akbar  saja mengandung makna panggilan kepada  orang beriman yang sedang sibuk  mengurusi harta duniawi agar berhenti  sejenak, menyambut seruan itu.  Mengistirahatkan badan dan segera beramal  demi meraih kepentingan dan  keuntungan hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, panggilan  haji. Allah menyeru di dalam  firman-Nya: "Dan, berserulah kepada manusia  untuk mengerjakan haji,  niscaya mereka akan datang kepadamu dengan  berjalan kaki, dan  mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap  penjuru yang jauh  ..." (QS al-Hajj [22] : 27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena  itulah, mereka yang  menunaikan ibadah haji menjawab seruan itu dengan  kalimat talbiah, "Aku  penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi. Aku  penuhi panggilan-Mu,  tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi penggilan-Mu.  Sesungguhnya segala  puji, nikmat, dan kekuasaan hanyalah milik-Mu  semata, tiada sekutu  bagi-Mu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, panggilan kematian. Sifat  manusia sering kali  menunda-nunda panggilan azan. Begitu juga ketika  panggilan haji telah  tiba, ia pun belum tergerak memenuhinya, walau  sudah mampu. Akan  tetapi, terhadap panggilan yang satu ini, tidak ada  satu pun yang  sanggup menghalanginya, apalagi menundanya. Malaikat  Izrail, sang  pencabut nyawa, atas perintah Tuhannya akan melaksanakan  perintah  Allah. Ia tidak akan mempercepat walau sesaat jika belum tiba  saatnya.  Juga tidak akan mengulur waktu walau sedetik apabila sudah  datang  waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan   (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan, Allah Maha   Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS al-Munafiqun [63]: 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam   ayat lainnya, Allah SWT juga sering mengingatkan umat manusia untuk   senantiasa memperhatikan seruan-Nya, mengerjakan segala perintah-Nya,   dan menjauhi seluruh larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh kesadaran diri   dan keinsafan iman, marilah kita penuhi panggilan Allah berupa azan   shalat saat memanggil, dan panggilan haji ke tanah suci bila kita telah   mampu menunaikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga panggilan-panggilan yang   lain, seperti panggilan dakwah, panggilan jihad, dan panggilan kebaikan   lainnya. Sebelum datang panggilan Allah yang tidak dapat ditawar-tawar   lagi kehadirannya, yakni panggilan kematian. Sementara mereka yang  masih  hidup pun hanya sanggup berucap, &lt;em&gt;"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un." &lt;/em&gt;Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kami kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-5941645752560126900?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/5941645752560126900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=5941645752560126900' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5941645752560126900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5941645752560126900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/06/tiga-panggilan-wajib.html' title='TIGA PANGGILAN WAJIB'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-9039811876140901017</id><published>2011-06-03T11:25:00.000+07:00</published><updated>2011-06-03T11:25:21.560+07:00</updated><title type='text'>MENGGAPAI DERAJAT MUKMIN</title><content type='html'>Secara tegas Allah menyatakan bahwa manusia&amp;nbsp; merupakan&amp;nbsp; puncak  ciptaan-Nya&amp;nbsp; dengan tingkat kesempurnaan dan keunikan-Nya yang prima  dibanding makhluk lainnya (QS. 95:4). Namun begitu Allah juga  memperingatkan bahwa kualitas kemanusiaannya, masih belum selesai atau  setengah&amp;nbsp; jadi, sehingga&amp;nbsp; masih&amp;nbsp; harus&amp;nbsp; berjuang untuk menyempurnakan  dirinya (QS. 91:7-10). Proses penyempurnaan&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; amat&amp;nbsp; dimungkinkan&amp;nbsp;  karena&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; naturnya manusia&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; fitri,&amp;nbsp; hanif&amp;nbsp; dan berakal. Lebih  dari itu bagi seorang mukmin petunjuk primordial&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; masih&amp;nbsp; ditambah&amp;nbsp;  lagi dengan&amp;nbsp; datangnya&amp;nbsp; Rasul&amp;nbsp; Tuhan&amp;nbsp; pembawa&amp;nbsp; kitab&amp;nbsp; suci&amp;nbsp; sebagai  petunjuk hidupnya (QS. 4:174).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam tradisi kaum sufi terdapat postulat&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; berbunyi: &lt;em&gt;Man 'arafa nafsahu&amp;nbsp; faqad 'arafa rabbahu&lt;/em&gt;—siapa  yang telah mengenal dirinya maka ia (akan mudah) mengenal Tuhannya.  Jadi, pengenalan&amp;nbsp; diri&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; tangga yang harus dilewati seseorang  untuk mendaki&amp;nbsp; ke&amp;nbsp; jenjang&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; lebih&amp;nbsp; tinggi&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; rangka mengenal  Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan serius yang menghadang adalah, sebagaimana  diakui kalangan psikolog, filsuf, dan ahli pikir pada umumnya, kini  manusia semakin mendapatkan kesulitan untuk mengenali jati diri dan  hakikat kemanusiaannya. Demikianlah manusia senantiasa mengandung sebuah  misteri yang melekat pada dirinya dan misteri ini telah mengandung  sebuah misteri yang melekat pada dirinya dan misteri ini telah  mengundang kegelisahan intelektual para ahli pikir untuk mencoba  berlomba menjawabnya. Semakin&amp;nbsp; seorang ahli pikir mendalami satu sudut  kajian tentang manusia, semakin jauh pula ia terkurung dalam bilik  lorong yang ia masuki, yang berarti semakin terputus dari pemahaman  komprehensif tentang manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis pengenalan diri  sesungguhnya tidak hanya dirasakan kalangan ahli pikir Barat modern,  melainkan juga di kalangan Islam. Terjadinya ideologisasi terhadap  ilmu-ilmu agama, secara sadar atau tidak, telah&amp;nbsp; menghantarkan pada  persepsi yang terpecah dalam melihat manusia dan hubungannya dengan  Tuhan. Dalam tradisi ilmu fiqih misalnya, secara tak langsung ilmu ini  cenderung menghadirkan wajah Tuhan sebagai Yang Maha Hakim, sementara  manusia adalah subyek-subyek yang cenderung membangkang dan harus siap  menerima vonis-vonis dari kemurkaan Tuhan Sang Maha Hakim atau,  sebaliknya, manusia pada&amp;nbsp; akhirnya akan&amp;nbsp; menuntut&amp;nbsp; imbalan&amp;nbsp; pahala&amp;nbsp; atas  ketaatannya melaksanakan dekrit-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah,&amp;nbsp; bila&amp;nbsp; ilmu&amp;nbsp;  fiqih&amp;nbsp; cenderung&amp;nbsp; mengenalkan&amp;nbsp; Tuhan sebagai&amp;nbsp; Maha&amp;nbsp; Hakim,&amp;nbsp; maka&amp;nbsp; ilmu&amp;nbsp;  kalam lebih menggarisbawahi gambaran Tuhan&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp; Maha&amp;nbsp; Akal,&amp;nbsp;  sementara&amp;nbsp; ilmu&amp;nbsp; tasawuf memproyeksikan Tuhan sebagai Sang Kekasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan-perbedaan  ini muncul dalam benak manusia karena pada dasarnya yang bertuhan  adalah manusia,&amp;nbsp; di&amp;nbsp; mana&amp;nbsp; manusia&amp;nbsp; itu lahir,&amp;nbsp; tumbuh&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; berkembang&amp;nbsp;  dibentuk dan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dijumpai dalam  realitas sejarah hidupnya. Jadi,&amp;nbsp;&amp;nbsp; bila&amp;nbsp; langkah&amp;nbsp; pertama&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp;  mengenal&amp;nbsp; Tuhan&amp;nbsp; adalah mengenal diri&amp;nbsp; sendiri&amp;nbsp; terlebih&amp;nbsp; dahulu&amp;nbsp;  secara&amp;nbsp; benar,&amp;nbsp; maka langkah&amp;nbsp;&amp;nbsp; pertama&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; harus&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; tempuh&amp;nbsp;  ialah&amp;nbsp; bagaimana mengenal diri kita secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi&amp;nbsp; mereka&amp;nbsp;  yang&amp;nbsp; berpandangan&amp;nbsp; atau&amp;nbsp; terbiasa dengan metode berpikir&amp;nbsp;  empirisme-materialistik&amp;nbsp; akan&amp;nbsp; sulit&amp;nbsp; diajak&amp;nbsp;&amp;nbsp; untuk menghayati&amp;nbsp; makna&amp;nbsp;  penyempurnaan&amp;nbsp; kualitas&amp;nbsp; insani sebagaimana yang lazim diyakini di  kalangan&amp;nbsp; para&amp;nbsp; sufi.&amp;nbsp; Kritik&amp;nbsp; terhadap aliran&amp;nbsp; materialisme&amp;nbsp;  akhir-akhir ini semakin gencar, dan akan mudah dijumpai&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; berbagai&amp;nbsp;  bidang&amp;nbsp; studi&amp;nbsp; keilmuan&amp;nbsp; Barat kontemporer&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; dalih,&amp;nbsp; antara&amp;nbsp;  lain,&amp;nbsp; faham&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; telah mereduksi keagungan&amp;nbsp; manusia&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; dinyatakan&amp;nbsp;  Tuhan&amp;nbsp; sebagai&lt;br /&gt;moral and religious being.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;  begitu&amp;nbsp; dangkal&amp;nbsp; tentang manusia secara tegas dikritik oleh al-Qur'an.  Menurut&amp;nbsp; doktrin&amp;nbsp; Al-Qur'an,&amp;nbsp; manusia adalah&amp;nbsp;&amp;nbsp; wakil&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tuhan&amp;nbsp;&amp;nbsp; di&amp;nbsp;&amp;nbsp;  muka&amp;nbsp;&amp;nbsp; bumi&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; melaksanakan 'blueprint'-Nya membangun bayang-bayang  surga di bumi ini (QS. 2:3).&amp;nbsp; Lebih&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; itu&amp;nbsp; dalam tradisi sufi  terdapat keyakinan yang begitu populer bahwa&amp;nbsp; manusia&amp;nbsp; sengaja&amp;nbsp;  diciptakan&amp;nbsp; Tuhan karena&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp;&amp;nbsp; penciptaan&amp;nbsp;&amp;nbsp; itu&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tuhan&amp;nbsp; akan&amp;nbsp;  melihat&amp;nbsp; dan menampakkan kebesaran diri-Nya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Kuntu kanzan makhfiyyan fa ahbabtu an u'rafa fa khalaqtu al-khalqa fabi 'arafuni&lt;/em&gt;—Aku  pada mulanya adalah harta yang tersembunyi, kemudian Aku ingin dikenal,  Kuciptakanlah makhluk maka melalui Aku mereka kenal Aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas&amp;nbsp;  apakah&amp;nbsp; riwayatnya sahih ataukah lemah, pada umumnya orang sufi  menerima hadits&amp;nbsp; tersebut,&amp;nbsp; namun&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; beberapa penafsiran&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;  berbeda.&amp;nbsp; Meski&amp;nbsp; demikian,&amp;nbsp; mereka cenderung sepakat&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; manusia&amp;nbsp;  adalah&amp;nbsp; microcosmos&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; memiliki sifat-sifat yang menyerupai Tuhan  dan paling potensial mendekati Tuhan&amp;nbsp; (Bandingkan&amp;nbsp; QS.&amp;nbsp; 41:53).&amp;nbsp; Dalam&amp;nbsp;  QS.&amp;nbsp; 15:29, misalnya,&amp;nbsp; Allah&amp;nbsp; menyatakan&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; dalam diri manusia  memang terdapat unsur Ilahi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; Al-Qur'an&amp;nbsp; beristilah&amp;nbsp; "min  ruhi."&amp;nbsp; Pendek kata, realitas manusia memiliki jenjang-jenjang dan mata  rantai eksistensi. Bila diurut&amp;nbsp; dari&amp;nbsp; bawah&amp;nbsp; unsurnya ialah minerality,  vegetality, animality, dan humanity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jenjang pertama sampai  ketiga aktivitas dan daya jangkau manusia masih berada dalam&amp;nbsp; lingkup&amp;nbsp;  dunia&amp;nbsp; materi&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; dunia materi&amp;nbsp; selalu&amp;nbsp; menghadirkan&amp;nbsp; polaritas&amp;nbsp; atau  fragmentasi yang saling berlawanan (the primordial pair). Dalam konteks&amp;nbsp;  inilah yang&amp;nbsp; dimaksud&amp;nbsp; bahwa realitas yang kita tangkap tentang dunia  materi adalah realitas yang terpecah&amp;nbsp; berkeping-keping.&amp;nbsp; Makin  berkembang ilmu pengetahuan, makin bertambah kepingan gambaran realitas  dunia,&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; makin&amp;nbsp; jauh&amp;nbsp; pula&amp;nbsp; manusia&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; mampu mengenal dirinya  secara utuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam&amp;nbsp;&amp;nbsp; kaitan&amp;nbsp;&amp;nbsp; definisi,&amp;nbsp; tradisi&amp;nbsp; tasawuf&amp;nbsp;  belum&amp;nbsp; mempunyai definisi tunggal, namun para sarjana muslim sepakat  bahwa inti tasawuf&amp;nbsp; adalah ajaran yang menyatakan bahwa hakekat  keluhuran nilai&amp;nbsp; seseorang&amp;nbsp; bukanlah&amp;nbsp; terletak&amp;nbsp;&amp;nbsp; pada&amp;nbsp;&amp;nbsp; wujud&amp;nbsp;&amp;nbsp; fisiknya  melainkan&amp;nbsp; pada&amp;nbsp; kesucian&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; kemuliaan hatinya, sehingga ia bisa  sedekat mungkin&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; Tuhan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; Maha&amp;nbsp; Suci.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran  spiritualitas&amp;nbsp; seperti&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; hanya&amp;nbsp; terdapat pada Islam melainkan  pada agama&amp;nbsp; lain,&amp;nbsp; bahkan&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; tradisi&amp;nbsp; pemikiran filsafat&amp;nbsp; akan&amp;nbsp;  mudah&amp;nbsp; pula&amp;nbsp; dijumpai. Dari kenyataan ini maka tidak&amp;nbsp; terlalu&amp;nbsp; salah&amp;nbsp;  bila&amp;nbsp;&amp;nbsp; ada&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; berpendapat&amp;nbsp;&amp;nbsp; bahwa sesungguhnya potensi dan  kecenderungan kehidupan batin manusia ke arah&amp;nbsp; kehidupan&amp;nbsp; mistik&amp;nbsp;  bersifat&amp;nbsp; natural&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; universal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, pada nurani  manusia yang terdapat dalam cahaya suci yang senantiasa ingin menatap  Yang Maha Cahaya (Tuhan)&amp;nbsp; karena dalam&amp;nbsp; kontak&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; kedekatan&amp;nbsp; antara&amp;nbsp;  nurani dan Tuhan itulah muncul kedamaian dan kebahagiaan yang paling&amp;nbsp;  prima.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalangan sufi&amp;nbsp; yakin, dahaga dan kerinduan mendekati  Tuhan ini bukanlah hasil rekayasa pendidikan (kultur) melainkan&amp;nbsp;  merupakan&amp;nbsp; natur manusia&amp;nbsp;&amp;nbsp; yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; paling&amp;nbsp;&amp;nbsp; dalam,&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; pertumbuhannya&amp;nbsp;  sering terhalangi oleh pertumbuhan dan naluri jiwa nabati dan&amp;nbsp; hewani  yang&amp;nbsp; melekat pada manusia. Dengan kiasan lain, roh Ilahi yang bersifat  imateri dan berperan sebagai "sopir"&amp;nbsp; bagi&amp;nbsp; kendaraan "jasad"&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; ini  seringkali lupa diri sehingga ia kehilangan otonominya&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp;  master.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila&amp;nbsp; hal&amp;nbsp;&amp;nbsp; ini&amp;nbsp;&amp;nbsp; terjadi&amp;nbsp;&amp;nbsp; maka terjadilah kerancuan  standar nilai. "Keakuan" orang bukan lagi difokuskan pada kesucian jiwa  tetapi pada&amp;nbsp; prestasi&amp;nbsp; akumulasi dan&amp;nbsp; konsumsi&amp;nbsp; materi.&amp;nbsp; Artinya,&amp;nbsp; jiwa&amp;nbsp;  yang tadinya duduk dan memerintah dari atas singgasana "imateri" dengan  sifat-sifatnya&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; mulia seperti: cinta kasih, penuh damai, senang  kesucian, selalu ingin dekat kepada Yang Maha Suci&amp;nbsp; dan Abstrak,&amp;nbsp; lalu&amp;nbsp;  turunlah&amp;nbsp; tahtanya ke level yang lebih rendah, yaitu dataran:  minerality, vegetality, dan animality.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tujuan utama ajaran  tasawuf&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; membantu&amp;nbsp; seseorang bagaimana&amp;nbsp; caranya&amp;nbsp; seseorang bisa  memelihara dan meningkatkan kesucian jiwanya sehingga dengan begitu ia&amp;nbsp;  merasa&amp;nbsp; damai&amp;nbsp; dan juga&amp;nbsp; kembali&amp;nbsp; ke tempat asal muasalnya dengan damai  pula (QS. 89:27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar tahapan seorang mukmin&amp;nbsp;  untuk&amp;nbsp; meningkatkan kualitas jiwanya terdiri dari tiga maqam. Pertama,  dzikir atau ta'alluq pada Tuhan. Yaitu, berusaha mengingat dan  mengikatkan kesadaran&amp;nbsp; hati&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; pikiran&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; Allah. Di  manapun seorang mukmin berada, dia tidak boleh lepas dari berfikir dan  berdzikir&amp;nbsp;&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tuhannya&amp;nbsp; (QS.&amp;nbsp; 3:191).&amp;nbsp; Dari&amp;nbsp; dzikir&amp;nbsp; ini meningkat  sampai maqam kedua -takhalluq. Yaitu,&amp;nbsp; secara&amp;nbsp; sadar meniru&amp;nbsp;  sifat-sifat&amp;nbsp; Tuhan&amp;nbsp; sehingga&amp;nbsp; seorang&amp;nbsp; mukmin memiliki sifat-sifat mulia  sebagaimana sifat-Nya. Proses ini bisa&amp;nbsp; juga disebut sebagai proses  internalisasi sifat Tuhan ke dalam diri manusia. Dalam konteks ini  kalangan sufi biasanya menyandarkan Hadits Nabi yang berbunyi,  "Takhallaqu bi akhlaq-i Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maqam&amp;nbsp;&amp;nbsp; ketiga&amp;nbsp;&amp;nbsp; tahaqquq.&amp;nbsp;&amp;nbsp;  Yaitu,&amp;nbsp;&amp;nbsp; suatu&amp;nbsp;&amp;nbsp; kemampuan&amp;nbsp; untuk mengaktualisasikan kesadaran&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;  kapasitas&amp;nbsp; dirinya&amp;nbsp; sebagai seorang&amp;nbsp; mukmin&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; dirinya&amp;nbsp; sudah  "didominasi" sifat-sifat Tuhan sehingga tercermin dalam perilakunya yang  serba suci dan mulia.&amp;nbsp; Maqam&amp;nbsp; tahaqquq&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; sejalan dengan Hadits  Qudsi yang digemari kalangan sufi&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; menyatakan&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; bagi&amp;nbsp;  seorang mukmin&amp;nbsp; yang telah mencapai martabat yang sedemikian dekat dan  intimnya&amp;nbsp; dengan&amp;nbsp; Tuhan&amp;nbsp; maka&amp;nbsp; Tuhan&amp;nbsp; akan&amp;nbsp; melihat&amp;nbsp; kedekatan  hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tradisi tasawuf yang menjadi fokus kajiannya  ialah apa yang disebut gaib atau&amp;nbsp; hati dalam pengertiannya yang  metafisis. Beberapa ayat al-Qur'an dan Hadits menegaskan bahwa hati  seseorang bagaikan raja, sementara badan&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; anggotanya bagai&amp;nbsp; istana&amp;nbsp;  dan para abdi dalem-nya. Kebaikan dan kejahatan kerajaan itu akan  tergantung bagaimana perilaku sang raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits  Qudsi&amp;nbsp; disebutkan&amp;nbsp; bahwa&amp;nbsp; meskipun&amp;nbsp; secara fisik&amp;nbsp; hati itu kecil dan  mengambil tempat pada jasad manusia, namun&amp;nbsp; luasnya&amp;nbsp; hati&amp;nbsp; Insan&amp;nbsp; Kamil&amp;nbsp;  (qalb&amp;nbsp; al-'arif)&amp;nbsp; melebihi luasnya&amp;nbsp; langit&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; bumi&amp;nbsp; karena&amp;nbsp; ia&amp;nbsp;  sanggup menerima Arsy Tuhan,&amp;nbsp; sementara&amp;nbsp; bumi&amp;nbsp; langit&amp;nbsp; tidak&amp;nbsp; sanggup.&amp;nbsp;  Menurut&amp;nbsp; Ibnu Arabi,&amp;nbsp; kata qalb senantiasa berasosiasi dengan kata  taqallub yang bergerak atau berubah secara konstan.&amp;nbsp; Taqallub-nya&amp;nbsp; hati  sang&amp;nbsp; sufi,&amp;nbsp; kata&amp;nbsp; 'Arabi,&amp;nbsp; adalah&amp;nbsp; seiring dengan tajalli-nya Tuhan.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tajalli  berarti penampakan diri Tuhan ke dalam makhluk-Nya dalam&amp;nbsp; pengertian&amp;nbsp;  metafisik. Dan dari sekian makhluk Tuhan, hanya hati seorang Insan  Kamil-lah yang&amp;nbsp; paling mampu&amp;nbsp; menangkap&amp;nbsp; lalu&amp;nbsp; memancarkan tajalli-Nya  dalam perilaku kemanusiaan (Fushushul Hikam, XII; Hossein Nasr, 1977,  p.138). Dalam&amp;nbsp; konteks&amp;nbsp; inilah,&amp;nbsp; menurut&amp;nbsp; Ibnu Arabi, yang dimaksudkan  dengan&amp;nbsp; ungkapan&amp;nbsp; siapa&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; mengetahui&amp;nbsp; jiwanya,&amp;nbsp; ia&amp;nbsp;&amp;nbsp; akan  mengetahui&amp;nbsp; Tuhannya&amp;nbsp; karena manusia adalah "microcosmos" atau jagad  cilik dimana Arsy Tuhan berada di&amp;nbsp; situ,&amp;nbsp; tetapi&amp;nbsp; Tuhan bukan&amp;nbsp;  pengertian&amp;nbsp; huwiyah-Nya&amp;nbsp; atau&amp;nbsp; "ke-Dia-annya" yang Maha Absolut dan Maha  Esa, melainkan Tuhan&amp;nbsp; dalam&amp;nbsp; sifat-Nya&amp;nbsp; yang Dhahir, bukannya Yang  Bathin.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bila&amp;nbsp; upaya&amp;nbsp; penyucian&amp;nbsp; jiwa&amp;nbsp;  merupakan&amp;nbsp; inti tasawuf, dan itu dilakukan dalam upaya mendekati&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;  menggapai&amp;nbsp; kasih&amp;nbsp; Tuhan, maka&amp;nbsp; tasawuf&amp;nbsp; bisa&amp;nbsp; dikatakan&amp;nbsp; sebagai&amp;nbsp; inti&amp;nbsp;  keberagaman dan karenanya setiap&amp;nbsp; muslim&amp;nbsp; semestinya&amp;nbsp; berusaha&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp;  menjadi sufi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui&amp;nbsp;&amp;nbsp; tahapan&amp;nbsp; ta'alluq,&amp;nbsp; takhalluq,&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;  tahaqquq,&amp;nbsp; maka seorang mukmin akan mencapai&amp;nbsp; derajat&amp;nbsp; khalifah&amp;nbsp; Allah&amp;nbsp;  dengan kapasitasnya&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; perkasa&amp;nbsp; tetapi&amp;nbsp; sekaligus penuh kasih dan  damai. Seorang 'abd-u 'l-Lah (budak Allah) yang&amp;nbsp; saleh&amp;nbsp; adalah  sekaligus&amp;nbsp; juga&amp;nbsp; wakil-Nya untuk membangun bayang-bayang surga di muka  bumi ini. Bukankah Allah punya blue-print&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; proyek untuk&amp;nbsp;  memakmurkan&amp;nbsp; bumi,&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; bukankah&amp;nbsp; hamba-hamba-Nya yang saleh telah  dinyatakan sebagai&amp;nbsp; mandataris-Nya?&amp;nbsp; Jadi,&amp;nbsp; secara karikatural, seorang  sufi kontemporer adalah mereka yang tidak asing berdzikir dan berfikir  tentang Tuhan sekalipun di&amp;nbsp; hotel mewah dan datang dengan kendaraan yang  mewah pula.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-9039811876140901017?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/9039811876140901017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=9039811876140901017' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/9039811876140901017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/9039811876140901017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/06/menggapai-derajat-mukmin.html' title='MENGGAPAI DERAJAT MUKMIN'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-7308588346664796935</id><published>2011-05-27T11:39:00.000+07:00</published><updated>2011-05-27T11:39:22.748+07:00</updated><title type='text'>MARI MENJAGA AKHLAK KITA</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;KO&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;    &lt;w:UseFELayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Suatu hari Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah, ‘’Wahai Rasulullah, pernahkah engkau mengalami hari yang lebih buruk dari Perang Uhud?’’ Rasulullah menjawab, ‘’Suatu hari aku pernah menemui kaum yang sangat kejam yang belum pernah aku temui, yaitu hari di mana aku menemui kaum kampung aqobah (di Thaif), ketika aku ingin menemui (untuk meminta perlindungan, sekaligus menyebarkan islam) Ibnu Abi Yalil bin Abdi Kulal (salah satu pembesar di Thaif), tetapi dia tidak memenuhi keinginanku, lalu aku pulang dalam keadaan wajahku berdarah (karena perlakuan warganya yang melempaliranya dengan batu). Ketika aku berhenti di Qarnul Tsa’alib (Miqat Qarnul Manajil), aku melihat ke atas dan awan memayungiku sehingga aku merasa teduh. Lalu, aku melihat Jibril memanggilku, seraya berkata: ‘’Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan (hinaan) kaummu dan penolakan mereka kepadamu. Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung terhadapmu.’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘’Ya Muhammad,’’ sahut malaikat penjaga gunung. ‘’Jika engkau mau supaya aku melipatkan Akhsyabain (dua gunung di Makkahm, yaitu gunung Abi Qubaisy dan gunung yang menghadapnya) ini di atas mereka, niscaya akan aku lakukan.’’ Namun, Rasulullah SAW malah berdoa (tidak ada sedikit pun keinginan untuk membalasnya). Bahkan, aku berharap mudah-mudahan Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka (keturunan) yang menyembah Allah yang Esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah di atas, banyak pelajar yang bisa kita renungkan. Pertama, ketika cacian dan perlakuan tidak manusiawi datang menghadapi Rasulullah, maka yang dikedepankan oleh beliau bukan dengan kembali mencaci, tapi dengan menunjukkan sikap baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak langsung ini adalah dakwah terhadap mereka yang membenci Islam. Terbukti akhlak baik Rasulullah dan sahabatnya telah mengantarkan Islam bisa tersebar luas dengan waktu yang singkat. Dengan ini maka umat Islam dituntut lebih memperbaiki lagi akhlaknya sehingga yang membenci tahu akan keagungan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, umat Islam harus senantiasa introspeksi, apakah kita pernah menjelaskan tentang Islam kepada orang-orang yang menghina Islam? Karena boleh jadi mereka membenci Islam karena belum tahu tentang hakikat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika belum, maka kita harus memberikan penjelasan tentang Islam dengan berbagai pendekatan. Kalau Rasulullah dahulu suka memberikan surat-surat yang ditujukan kepada para raja, maka sekarang pun kita bisa berdakwah lewat buku, dengan menerjemahkan karya-karya Islam ke dalam bahasa yang dipakai Barat. Atau bisa dengan pendekatan seni dan budaya yang lebih bisa diterima oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, mungkin ini yang luput dari kita selama ini, yaitu mendoakan mereka untuk mendapatkan pintu hidayah. Rasulullah SAW tahu bahwa berdakwah saja tidak cukup. Hidayah adalah urusan Allah maka jalan terbaik untuk memintanya adalah dengan doa. Wallahu a`lam bi as-showab&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-7308588346664796935?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/7308588346664796935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=7308588346664796935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7308588346664796935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7308588346664796935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/05/mari-menjaga-akhlak-kita.html' title='MARI MENJAGA AKHLAK KITA'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-5465510137284692967</id><published>2011-05-20T10:50:00.000+07:00</published><updated>2011-05-20T10:50:56.995+07:00</updated><title type='text'>PESONA AL-QUR'AN</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="10" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td width="63%"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td width="37%"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;PESONA AL-QUR'AN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table border="0" cellpadding="5" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td valign="top" width="11%"&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy.html"&gt;&lt;img border="1" height="64" src="http://www.keajaibanalquran.com/files/a1_ind.jpg" width="64" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="anasayfa" valign="top" width="39%"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy.html"&gt;AL QUR'AN DAN ASTRONOMI&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Banyak fakta, seperti penciptaan alam semesta dari ketiadaan, mengembangnya alam semesta,   serta garis-garis edar planet di jagat raya, yang hanya mampu diketahui melalui astronomi modern,   telah diberitakan dalam Al Qur'an sekitar 1400 tahun lalu.              &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top" width="11%"&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/physics.html"&gt;&lt;img border="1" height="64" src="http://www.keajaibanalquran.com/files/a2_ind.jpg" width="64" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="anasayfa" valign="top" width="39%"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/physics.html"&gt;AL QUR'AN DAN FISIKA&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bahwa unsur besi pada awalnya terbentuk di bintang-bintang di luar angkasa, bahwa   materi diciptakan berpasang-pasangan, dan bahwa waktu adalah suatu konsep yang relatif? Al Qur'an   telah mengisyaratkan tentang semua fakta ilmiah ini.  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td valign="top" width="11%"&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth.html"&gt;&lt;img border="1" height="64" src="http://www.keajaibanalquran.com/files/a3_ind.jpg" width="64" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="anasayfa" valign="top" width="39%"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth.html"&gt;AL QUR'AN DAN PLANET BUMI&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Banyak fakta ilmiah, dari lapisan-lapisan atmosfir hingga fungsi geologis gunung, dari proses   pembentukan hujan hingga struktur dunia bawah laut, dijelaskan dalam ayat-ayat Al Qur'an.   &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td valign="top" width="11%"&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology.html"&gt;&lt;img border="1" height="64" src="http://www.keajaibanalquran.com/files/a4_ind.jpg" width="64" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="anasayfa" valign="top" width="39%"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/biology.html"&gt;AL QUR'AN DAN BIOLOGI&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Al Qur'an memaparkan perkembangan embrio manusia dalam rahim ibu melalui penjelasan yang   benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;           &lt;td valign="top" width="11%"&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/aboutfuture.html"&gt;&lt;img border="1" height="64" src="http://www.keajaibanalquran.com/files/a5_ind.jpg" width="64" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="anasayfa" valign="top" width="39%"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/aboutfuture.html"&gt;  INFORMASI MENGENAI PERISTIWA MASA DEPAN DALAM AL QUR'AN&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah mengisahkan dalam Al Qur'an tentang sejumlah peristiwa penting yang akan terjadi di masa depan,   dan berbagai peristiwa ini terjadi persis sebagaimana kisah tersebut.  &lt;/td&gt;           &lt;td valign="top" width="11%"&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/knowledge.html"&gt;&lt;img border="1" height="64" src="http://www.keajaibanalquran.com/files/a8_ind.jpg" width="64" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td class="anasayfa" valign="top" width="39%"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.keajaibanalquran.com/knowledge.html"&gt;PENGETAHUAN  AL QUR'AN&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan pengetahuan Anda tentang Al Qur'an, Anda dapat mengunjungi, "Pengetahuan Al Qur'an"   dan "Indeks Al Qur'an". Pada bagian ini, ayat-ayat Al Qur'an dikelompokkan menurut pokok bahasannya.  &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-5465510137284692967?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/5465510137284692967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=5465510137284692967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5465510137284692967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5465510137284692967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/05/pesona-al-quran.html' title='PESONA AL-QUR&apos;AN'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-1416563143840703499</id><published>2011-05-19T19:28:00.000+07:00</published><updated>2011-05-19T19:28:32.514+07:00</updated><title type='text'>BANGGA MEMELUK ISLAM</title><content type='html'>Saat dua pesawat menabrak gedung WTC pada 11 September silam, Christina  Rountree masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Seperti  sebagian besar warga Amerika lain, ia mengaku terperangah dan marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian  muncul di berita bahwa itu semua dilakukan oleh Muslim. Saya pun  bertanya pada teman-teman Muslim saya, 'mengapa orang-orang ini berbuat  atas nama Islam. Itu agama kalian bukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran, ia mencari tahu sendiri tentang Islam. Ia juga bergabung dengan Asosiasi Mahasiswa Muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung-ujungnya,  dia jatuh hati pada Islam. Ia memeluk Islam beberapa tahun kemudian.  Kini, dia rajin mengikuti pertemuan Muslim dan dialog lintas agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  merasa memeluk Islam merupakan sesuatu yang diinginkan Tuhan  terhadapnya. Meski, ia mengaku, itu bukan sesuatu yang diinginkan oleh  ibunya. Ia bangga memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Amira lain lagi. Dia lahir  dalam keluarga kawin campur Muslim-Katholik. Ibunya, seorang Katholik,  sangat menenggang apa yang dilakukan ayahnya, seorang Muslim, dalam  beribadah. Begitu juga sebaliknya. Dalam keluarganya, ia belajar  toleransi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak dewasa, dia dibebaskan memilih agama.  Islamlah yang kemudian dipilihnya. "Bukan tentang yang lain lebih buruk,  tapi hati sayalah yang memilih Islam," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Wiam  Alwan, 23 tahun, beruntung lahir dari keluarga Muslim. Dia bersekolah di  sekolah negeri sebelum kemudian berpindah ke sekolah swasta karena  alasan jilbab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan 11 September pernah membuat "sulit"  hidupnya. Ia menjadi bahan ejekan teman-teman dan seolah ditempelkan  stereotip teroris di keningnya. Namun, ia tak sedikitpun menyesali  terlahir sebagai Muslim. "Saya tetap bangga sebagai pengangut Islam,"  katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama diamini dua bersaudara Marwa dan Hani  Elsharkawy. Wajah Arabnya menjadi sasaran empuk pelecehan atas nama  agama. "Tak hanya di sekolah, tapi juga di jalan atau dimanapun kami  berada," katanya. Namun, ia mengaku tak pernah memasukkan ke dalam hati  hal-hal yang menyakitkan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivis pemuda Muslim Michigan,  Emmad Awwad, menyatakan, apreasiasi kalangan muda Michigan terhadap  Islam belakangan sangat tinggi. Beberapa malah menyatakan diri masuk  Islam dengan bersyahadat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia dan teman-temannya kini giat  berdakwa di kalangan anak muda Muslim, memngajak mereka untuk berpikiran  terbuka, mengembangkan toleransi, dan tentu saja, terus beristikamah  dalam Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-1416563143840703499?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/1416563143840703499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=1416563143840703499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/1416563143840703499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/1416563143840703499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/05/bangga-memeluk-islam.html' title='BANGGA MEMELUK ISLAM'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-4165153251369348625</id><published>2011-05-06T10:21:00.000+07:00</published><updated>2011-05-06T10:21:23.201+07:00</updated><title type='text'>MASJID AGUNG DAMASKUS LAMBANG KEJAYAAN ISLAM</title><content type='html'>Salah satu tempat yang layak dikunjungi atau diziarahi di Timur Tengah  adalah Masjid Agung Damaskus, lebih dikenal dengan sebutan Masjid  Umayyah. Ia termasuk salah satu tertua dan suci di dunia, terletak di  ibukota Suriah, Damaskus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-m7Vj4UN7iyM/TcNpHxCsNUI/AAAAAAAAAFM/d1c2DdTojF4/s1600/masjid-agung-damaskus.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://3.bp.blogspot.com/-m7Vj4UN7iyM/TcNpHxCsNUI/AAAAAAAAAFM/d1c2DdTojF4/s320/masjid-agung-damaskus.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam kompleks masjdi, di taman kecil  sebelah dinding utara terdapat Makam Salahuddin Al-Ayyubi, pahlawan  terkenal dalam sejarah Islam. Selain itu, masjid ini konon menyimpan  sebuah kuil kecil yang berisi kepala sang Pembaptis Yohanes, yang  dianggap sebagai Nabi oleh umat Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damaskus diyakini  sebagai salah satu kota tertua di dunia yang didiami umat manusia dengan  berbagai peradaban yang silih berganti. Dan di antara peradaban yang  pernah tumbuh dan berkembang di kota ini adalah Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid  Umayyah berdiri di tanah yang dianggap suci selama setidaknya 3.000  tahun. Sekitar 1.000 tahun sebelum Masehi, kaum Aram membangun kuil—di  lokasi di mana masjid berdiri—sebagai tempat pemujaan terhadap Hadad,  dewa badai dan petir. Sebuah basal orthostat (batu) yang berasal dari  periode ini, bergambar sphinx, ditemukan di sudut timur laut masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  awal abad pertama Masehi, bangsa Romawi tiba dan membangun sebuah kuil  besar untuk Dewa Jupiter atas kuil Aram. Kuil Romawi ini berdiri di atas  serambi empat persegi panjang (temenos) yang berukuran sekitar 385  meter 305 meter, dengan menara persegi di tiap sudutnya. Bagian dinding  luar temenos masih bertahan, namun hampir tak ada yang tersisa dari kuil  itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir abad ke-4, kawasan kuil menjadi situs  suci Kristen. Kuil Jupiter dihancurkan dan sebuah gereja dibangun di  atasnya sebagai persembahan kepada Yohanes Sang Pembaptis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaisar  Theodosius (330 M) melarang penyembahan dewa-dewa dan mengubah bangunan  ini menjadi sebuah gereja katedral dengan nama Gereja St John Baptist  Basilika. Gereja tersebut diyakini sebagai tempat untuk mengabadikan  kepala Yohanes, dan menjadi situs paling penting sebagai&lt;br /&gt;tujuan ziarah di era Byzantium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa  Dinasti Umayyah (661-750 M), Damaskus menjadi ibu kota dunia Islam.  Para khalifah Umayyah yang memerintah dari Damaskus menguasai seluruh  kawasan, mulai dari Spanyol hingga ke India. Sejarah mencatat, peradaban  Islam telah meninggalkan banyak bangunan indah di Damaskus, ibukota  negara Suriah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Umayyah (Umawi) dibangun pada masa  Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik (88-97 H/705-715 M) dari Dinasti  Umayyah. Arsitekturnya telah memberi pengaruh bagi seni bangun masjid di  seluruh dunia. Dari masjid inilah, arsitektur Islam mulai mengenal  lengkungan, menara segi empat, dan maksurah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya,  penaklukan Muslim atas Damaskus pada 636 Masehi tidak memengaruhi  gereja, karena bangunan itu dipakai bersama oleh Muslim dan Kristen.  Bangunan ini tetap berupa gereja dan kian menarik minat para peziarah  Kristen. Kaum Muslimin membangun struktur lumpur-bata di dinding selatan  agar mereka dapat melakukan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau demikian,&amp;nbsp; Khalifah  Al-Walid akhirnya menghancurkan gereja dan membangun masjid. Khalifah  memberikan ganti rugi kepada orang-orang Kristen sebagai kompensasi.  Konon cerita, Al-Walid sendiri yang memulai pembongkaran dengan  memancangkan paku emas ke dalam gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu, Damaskus  adalah salah satu kota yang paling penting di Timur Tengah dan menjadi  ibukota dari kekhalifahan Umayyah. Masjid Umayyah dibangun dengan  struktur yang megah, yang melibatkan ribuan pekerja dan ahli ukir  Koptik, Persia, India dan Byzantium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Umayyah direnovasi  beberapa kali akibat kebakaran di tahun 1069, 1401 dan 1893. Pada tahun  2001 Paus Yohanes Paulus II mengunjungi masjid ini, terutama untuk  mengunjungi relik Yohanes Sang Pembaptis. Ini adalah pertama kalinya  seorang paus berkunjung ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Umayyah merupakan salah  satu bangunan yang paling impresif di dunia Islam, halaman yang lapang  dan ruang shalat yang luas. Beberapa mosaik asli abad ke-8 masih  dipertahankan. Menara-menara yang dibangun pada masa Al-Walid tetap juga  masih bertahan hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Agung Damaskus atau Masjid  Umayyah, kadang juga disebut Masjid Umawi, sangat layak dikunjungi dan  menjadi tujuan ziarah jika ada kesempatan dan kemudahan ke sana. Ia  adalah salah satu lambang kejayaan Islam yang masih tersisa hingga kini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-4165153251369348625?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/4165153251369348625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=4165153251369348625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/4165153251369348625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/4165153251369348625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/05/masjid-agung-damaskus-lambang-kejayaan.html' title='MASJID AGUNG DAMASKUS LAMBANG KEJAYAAN ISLAM'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-m7Vj4UN7iyM/TcNpHxCsNUI/AAAAAAAAAFM/d1c2DdTojF4/s72-c/masjid-agung-damaskus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-1052401456111547375</id><published>2011-05-03T09:38:00.005+07:00</published><updated>2011-05-03T09:38:48.507+07:00</updated><title type='text'>KISAH KEPALA NEGARA YANG RENDAH HATI</title><content type='html'>Beberapa kali Abdurrahman bin Auf menyaksikan Umar shalat sunah di  rumahnya. Yang menarik perhatiannya, bukanlah tata cara shalatnya,  melainkan sajadah yang biasa digunakan Umar. Seorang kepala kegara  dengan wilayah kekuasaan yang membentang luas sampai Mesir, berhasil  mengalahkan dua imperium besar, Romawi Timur dan Persia, justru shalat  di atas sajadah yang usang. Timbul rasa bersalah dalam hati Abdurrahman.  Ia ingin membelikan sajadah baru yang mahal dan indah untuk sang Amirul  Mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, Abdurrahman ragu, apakah Umar mau menerimanya.  Dia tahu persis watak Umar yang tidak mau diberi hadiah apa pun walau  hanya selembar sajadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman akhirnya memberikan sebuah  sajadah melalui istri Umar, Ummu Abdillah. Melihat sajadah baru, Umar  memanggil istrinya dan menanyakan siapa yang memberi sajadah ini.  "Abdurrahman bin Auf,"&amp;nbsp; jawab istrinya. "Kembalikan sajadah ini kepada  Abdurrahman. Saya sudah cukup puas dengan sajadah yang saya miliki."  Begitulah watak Umar bin Khattab. Tidak hanya adil dan bijaksana, beliau  dikenal dengan sifat zuhudnya, hidup sederhana. Tidak hanya untuk  ukuran seorang kepala negara, bahkan bagi orang biasa sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu  hari, Umar melakukan perjalanan dinas mengunjungi satu provinsi yang  berada di bawah kekuasaannya. Gubernur menjamu Umar makan malam dengan  jamuan yang istimewa, sebagaimana lazimnya perjamuan untuk kepala  negara. Begitu duduk di depan meja hidangan, Umar kemudian bertanya  kepada sang gubernur, "Apakah hidangan ini adalah makanan yang biasa  dinikmati oleh seluruh rakyatmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan gugup, sang gubernur  menjawab, "Tentu tidak, wahai Amirul Mukmini. Ini adalah hidangan  istimewa untuk menghormati baginda." Umar lantas berdiri dan bersuara  keras, "Demi Allah, saya ingin menjadi orang terakhir yang menikmatinya.  Setelah seluruh rakyat dapat menikmati hidangan seperti ini, baru saya  akan memakannya." Itulah sifat Umar bin Khattab, seorang kepala negara  yang zuhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain kesempatan, sehabis shalat Zhuhur, Umar  meminta selembar permadani Persia yang indah untuk dibawa pulang ke  rumahnya. Tentu saja, hal ini membuat para sahabat heran. Hari itu, Umar  bin Khattab membagi harta rampasan perang yang dibawa oleh pasukan  Sa'ad bin Abi Waqqash yang berhasil menaklukkan Kota Madain, ibu kota  imperium Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian kebesaran Kisra lengkap dengan  mahkotanya diberikan oleh Umar kepada seorang Badui yang kemudian  memakainya dengan gembira. Satu demi satu barang-barang berharga  dibagi-bagikan oleh Umar kepada para sahabat dan masyarakat banyak waktu  itu. Yang tersisa hanya selembar permadani indah. Umar pun memintanya.  "Bagaimana pendapat kalian, jika permadani ini aku bawa pulang ke  rumahku?" Gembira bercampur kaget, para sahabat tergopoh-gopoh  menyetujuinya. "Tentu saja wahai Amirul Mukminin, kami setuju sekali  Anda membawanya pulang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba waktu Ashar, Umar membawa  kembali permadani tersebut. Kali ini, permadani itu sudah  dipotong-potong menjadi bagian kecil-kecil, dan Umar membagikan kepada  beberapa sahabatnya. Dengan senyum, Umar berkata, "Hampir saja saya  tergoda oleh permadani indah ini." Masya Allah, begitulah Umar, sang  kepala negara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-1052401456111547375?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/1052401456111547375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=1052401456111547375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/1052401456111547375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/1052401456111547375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/05/kisah-kepala-negara-yang-rendah-hati.html' title='KISAH KEPALA NEGARA YANG RENDAH HATI'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3978609980897545983</id><published>2011-04-24T20:31:00.000+07:00</published><updated>2011-04-24T20:31:39.776+07:00</updated><title type='text'>MARI MENJADI ORANG SALEH</title><content type='html'>Akhir-akhir ini masyarakat di buat heboh dengan kejadian-kejadian yang  dipertontonkan oleh media. Ada kasus pejabat menonton film porno, bom  bunuh diri di Cirebon, wabah ulat bulu, dan lainnya. Ini adalah fenomena  alam lumrah. Tapi yang pasti, manusia harus kembali kepada sang  pencipta alam semesta. Karena, itulah fitrahnya. Manusia harus beribadah  kepada Allah. Manusia tidak boleh terlena dengan berbagai persoalan dan  peristiwa, karena hal itu dapat melupakan dirinya pada keagungan sang  Khaliq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjalankan kehidupannya, manusia harus tetap  bersabar. Bersabar dalam beribadah dan bersabar dalam menjauhi larangan  (maksiat) yang digariskan Allah. Karena, kebaikan itu bukan menurut  kehendak manusia, tapi kebaikan adalah sesuatu yang baik menurut syariat  Allah. Begitu juga kebatilan adalah sesuatu yang menurut syariat batil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  manusia menjalankan kebatilan, mereka harus menanggung risikonya.  Begitu pula sebaliknya, jika manusia melaksanakan kebaikan, maka dia  akan mendapatkan manfaatnya, baik sekarang maupun yang akan datang  (kiamat). Saleh adalah mereka yang menjalankan hak-hak Allah dan hak-hak  makhluk Allah. Saleh terbagi dua, yakni saleh ibadah dan saleh sosial.  Orang saleh, selalu berpikir dan berperilaku untuk kebaikan. Kebaikan  yang tidak hanya untuk diri dan golongannya, tapi memberi manfaat  kebaikan pada seluruh manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang jarang di negeri ini.  Kita menantikan, perilaku kebaikan dari semua pihak, terutama para  pemimpin atau petinggi negeri ini. Rasul SAW bersabda, "Tidak termasuk  dalam golonganku orang tidak punya kasih dan sayang terhadap yang lebih  kecil dan tidak punya etika dengan yang lebih besar." Hadis di atas  memberikan peringatan kepada kita, bahwa orang-orang yang berkuasa,  namun tidak memikirkan rakyatnya, maka dia dianggap sebagai bukan umat  Rasul SAW. Kesenjangan begitu kentara di negeri ini. Rakyat kecil  ditindas, para pejabat dan penguasa malah minta dilayani dan dihormati.  Padahal, perilakunya sangat buruk di mata rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah  hadis yang diterangkan oleh Abu Said al-Khudry ra, Nabi SAW bersabda,  "Berdebatlah antara surga dan neraka. Neraka berkata, "Padaku  orang-orang besar yang berkuasa dan sombong-sombong." Surga berkata,  "Padaku orang-orang rendahan dan miskin." Maka, Allah memutuskan antara  keduanya dengan firman-Nya kepada surga, "Kau surga, tempat rahmatku.  Aku merahmati engkau dan pada siapa yang Aku kehendaki. Dan kau neraka  tempat siksa-Ku. Aku menyiksa siapa yang Kukehendaki, dan bagi  masing-masing kamu pasti Aku penuhkan. (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan  adalah amanah yang dijalankan, karena kita pasti ditanya tentang amanah  itu di hadapan Allah SWT. Mari kita bangun kepekaan dan kepedulian untuk  masyarakat, agar kita menjadi orang saleh di hadapan Allah dan  makhluk-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3978609980897545983?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3978609980897545983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3978609980897545983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3978609980897545983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3978609980897545983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/04/mari-menjadi-orang-saleh.html' title='MARI MENJADI ORANG SALEH'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-8843127320638565322</id><published>2011-04-11T08:52:00.002+07:00</published><updated>2011-04-11T08:52:46.436+07:00</updated><title type='text'>BEKERJA ADALAH IBADAH</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bekerja adalah salah satu aktivitas yang disukai oleh Allah SWT, "Sesungguhnya Allah Taala senang melihat hamba-Nya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal." (HR ad-Dailami). Bahkan, Rasulullah SAW menempatkannya di deretan kegiatan yang wajib dilakukan oleh umatnya, "Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardu (ibadah mahdhah)." (HR ath-Thabrani dan al-Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja adalah upaya menjemput rezeki Allah SWT. Tujuannya agar kebutuhan hidup dapat terpenuhi. Oleh karenanya, Rasulullah SAW mengajarkan prinsip-prinsip dalam menjemput rezeki. Yakni, yakin bahwa setiap manusia mendapat bagian rezeki; selalu memperbaiki cara-cara dalam menjemput rezeki; bersabar dengan rezeki yang belum kunjung datang; tidak menempuh cara-cara yang menyimpang dari sunatullah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses mencari rezeki, seseorang akan menghadapi berbagai kendala dan rintangan. Rintangan terberat adalah ketika hati nurani tak lagi disertakan dalam bekerja, dan lebih memilih menuruti hawa nafsu. Ketika nafsu lepas kendali, rasa malu untuk melakukan keburukan tak ada lagi, segala macam cara dihalalkan, norma dan etika tak lagi penting, bahkan iman akan mudah dikorbankan. "Sesungguhnya sebagian ajaran yang masih dikenal umat manusia dari perkataan para nabi adalah 'jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu'." (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kondisi semacam ini terus berlanjut, akan timbul perilaku-perilaku impulsif yang bisa menyeret pada kepribadian yang menyimpang (personality disorder). Tidak ada kecemasan ketika melakukan kejahatan dan seusai berbuat tak tebersit perasaan bersalah (guilty feeling), yang lebih ironis perbuatan jahatnya dianggap sesuatu yang wajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku seperti itu merugikan banyak pihak dan diri sendiri. Tidak saja lahan pekerjaan dan kepercayaan orang lain kepadanya yang terancam lenyap, tapi kerugian yang amat besar telah menantinya yaitu bangkrutnya kekayaan hakiki (hati nurani).&lt;br /&gt;Dan, pada saat hati nurani telah mati, tak ada lagi ukuran untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk, setiap tindakan cenderung melampaui batas, perbuatan baik dan ketaatan menjadi sesuatu yang remeh, tak sadar bahwa hidup di dunia dalam genggaman Zat Pencipta yang setiap saat siap untuk dicabut, dan lupa bahwa kehidupan dunia menjadi penentu nasib di kehidupan akhirat yang kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengelola nafsu menjadi syarat penting dalam bekerja maupun dalam bertindak apa pun. Kejahatan dan keterpurukan selalu terinspirasi oleh nafsu yang liar. Karena pentingnya nafsu untuk dikelola, Abdullah bin Amr bin Ash mengingatkan wasiat Rasulullah SAW, "Tidak beriman seorang di antara kalian, sehingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa."&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-8843127320638565322?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/8843127320638565322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=8843127320638565322' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/8843127320638565322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/8843127320638565322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/04/bekerja-adalah-ibadah.html' title='BEKERJA ADALAH IBADAH'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-2259041415338272312</id><published>2011-04-01T16:55:00.000+07:00</published><updated>2011-04-01T16:55:23.708+07:00</updated><title type='text'>RAHASIA 3 KEGELAPAN SELIMUTI JANIN</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;KO&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;    &lt;w:UseFELayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Professor Keith L Moore :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt; seorang guru besar bidang ilmu anatomi dan embrio di Universitas Toronto, Kanada, mengajar di beberapa universitas dan ketua di beberapa organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menguatkan bahwa seluruh pengetahuan ini bukanlah datang dari manusia, tapi datang dari Tuhan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ اْلأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِّن بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلاَثٍ ذَلِكُمُ اللهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ لآإِلَهَ إِلاَّهُوَ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isteriya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak.Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan.Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Rabb kamu, Rabb yang mempunyai kerajaan.Tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan”.&lt;/i&gt; ( Az -Zumar : 6 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menjelaskan bahwa Dia memindahkan manusia (waktu penciptaan) di dalam perut ibunya fase demi fase. Dan Dia juga menjelaskan bahwa janin di selimuti tiga kegelapan, yaitu tiga dinding penghalang antara dia dengan cahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaparan ini sangat teliti, tepat dan akurat serta penggambaran yang sangat sesuai dengan kondisi janin. Karena janin di dalam perut mempunyai tiga macam lapisan penutup, yaitu : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Pertama : lapisan luar, yaitu dinding perut &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kedua : lapisan di bawah dinding perut yaitu dinding      rahim &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ketiga : lapisan yang ada di sekitar tubuh janin yaitu      lapisan ari – ari ( tembuni )&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Lapisan penutup yang menyelimuti janin tidaklah dua ataupun empat lapis, tetapi benar –benar tiga lapis.Pemaparan posisi janin secara akurat ini, tidak dimungkinkan tergambar oleh manusia zaman dahulu secara mendetail, kalau mereka tidak punya alat – alat canggih yang bisa meneropong bagian dalam perut wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Thabari rahimahullah menjelaskan : &lt;br /&gt;”Firman Allah Ta’ala : “dalam tiga kegelapan” maksudnya : dalam kegelapan perut, kegelapan rahim dan kegelapan lapisan ari – ari. ( Tafsir Thabari : 33/124 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada saat ilmu kedokteran mengalami kemajuan dan dibuatnya alat – alat canggih yang bisa meneropong dan menggambar bagian dalam perut wanita, maka manusia menjadi mengerti akan realita ini dari alat – alat canggih tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang ahli dan pakar bidang anatomi dan embrio telah ditanya tentang hal ini, dan diberitahu apa yang disebutkan Alqur'an tentang fase – fase yang dilalui janin dan adanya tiga kegelapan. Diapun terperangah dengan berita ini, dimana manusia tidaklah sampai pada pengetahuan ini dengan penelitian dan kesungguhannya kecuali pada zaman modern ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata :&lt;b&gt; &lt;br /&gt;“Jelas bagi saya bahwa sesungguhnya dalil – dalil ini, memang benar – benar datang untuk Muhammad dari Allah, karena semua pengetahuan ini hanya ditemukan pada zaman sekarang saja setelah berabad – abad lalu. Dan ini meyakinkan saya bahwa Muhammad benar – benar Rasul Allah”.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-2259041415338272312?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/2259041415338272312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=2259041415338272312' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/2259041415338272312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/2259041415338272312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/04/rahasia-3-kegelapan-selimuti-janin.html' title='RAHASIA 3 KEGELAPAN SELIMUTI JANIN'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-6597574652296446364</id><published>2011-03-23T11:51:00.000+07:00</published><updated>2011-03-23T11:51:16.327+07:00</updated><title type='text'>AYO SAYANGI MUSHOLLA  (AYSYAH)</title><content type='html'>Majelis Taklim Telkomsel&amp;nbsp; (MTT) merintis Ayo Sayangi Musholla ( Aysyah),  sebagai bagian dari implementasi konsep Keluargaku Keluarga Surga.  Untuk pengembangan konsep itu Majelis Taklim Telkomsel menggandeng&amp;nbsp;  sejumlah lembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Sekjen MTT Yanto Santosa mengatakan  dimaksudkan untuk mengajak karyawan muslim agar perduli dan memberikan  perhatian terhadap keberadaan musholla sebagai pusat ibadah pada setiap  lantai. ''Program akan dikembangkan baik di kantor pusat maupun kantor  Telkomsel di daerah,'' kata Yanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, kata Yanto,&amp;nbsp; Musholla  selain dipergunakan untuk tempat beribadah karyawan juga dipergunakan  oleh para tamu yang berkunjung ke Telkomsel. Musholla menjadi pusat  informasi bagi karyawan pada lantai tersebut mengenai hal-hal yang  berkaitan dengan perkembangan Islam dan aktivitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanto  Santosa mengatakan bahwa tahap awal program Keluargaku Keluarga surga  dikembangkan di lingkungan MTT. ''Kami juga akan memperluas sosialisasi  program ini&amp;nbsp; ke komunitas yang ada di sekitar MTT. Misalnya MTT ada di  Wisma Mulia, kami akan mengembangkan ini di komunitas-komunitas penyewa  gedung,'' kata Yanto di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program yang  dikembangkan MTT disebut Yanto mendapat dukungan penuh manajemen  Telkomsel. Ia kemudian menunjuk launching program parenting dan program  Aysyah (Ayo Sayangi Musholla) bekerjasama dengan Yayasan Kita &amp;amp; Buah  Hati serta Bee White Management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Program ini bertujuan guna  meningkatkan kepedulian terhadap keluarga dan Mushola, membuka wawasan,  memperkaya pengetahuan tentang pendidikan, pola asih, asah dan asuh  dalam rangka menyiapkan generasi Islam mendatang yang berkarakter,  bermanfaat, dan mulia sesuai Alqur’an dan As-sunnah,'' kata Yanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara  launching dilakukan Triwahyusari&amp;nbsp; yang merupakan Penasehat Majelis  Ta’lim sekaligus Direktur keuangan Telkomsel. Peluncuran yang  dilanjutkan dengan seminar&amp;nbsp; mengenai parenting dengan menampilkan  pembicara Asma Nadia, penulis buku 'Emak Ingin Naik Haji' dan Ustadz  Muhsinin Fauzi Lc.MM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Triwahyusari mengungkapkan&amp;nbsp; betapa  pentingnya peranan orangtua dalam rumah tangga, karena kewajiban orang  tua memberikan pendidikan terbaik kepada anak sangatlah vital. Untuk  itulah di perlukan pembelajaran dan bekal yang cukup untuk meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;''  Semoga dengan program parenting skill ini dapat menambah, memperkaya  dan menjadikan orantua yang berkualitas, yang berdampak positif untuk  keluarga, pekerjaan dan lingkungan sekitarnya, ” kata Triwahyusari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan  berbagai program yang di lakukan, diharapkan dapat mengajak semua  karyawan muslim untuk ikut aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk  dengan mengajak karyawan lain yang berada di lingkungan Telkomsel.  Bahkan saya berharap, dengan adanya program seperti ini, Majelis Ta’lim  Telkomsel dapat merubah pandangan negatif masyarakat dari suatu tempat  menjadi hal yang positif, seperti City Plaza ini,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua  MTT&amp;nbsp; Chairuddin menyatakan program parenting ini dapat menjadikan  keluarga Telkomsel sebagai keluarga Surga sesuai dengan motto program  ‘keluargaku keluarga surga’. Menurut Chairuddin terdapat tujuh sub  program dari program parenting ini yaitu pra nikah enlignment, bahagia  menikah, pernikahan dalam aspek Islam (diniyah), managemen keluarga  surga, mendidik anak dengan cinta, mempersiapkan anak di era layar dan  menjadi anak &amp;amp; remaja OKE di era layar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Keterampilan  parenting sangat diperlukan untuk memaksimalkan kualitas pertemuan  antara orang tua dan anak dalam intensitas pertemuan yang sangat kurang,  mengingat kesibukan yang dimiliki oleh para orang tua sekarang ini,''  katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-6597574652296446364?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/6597574652296446364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=6597574652296446364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6597574652296446364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6597574652296446364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/03/ayo-sayangi-musholla-aysyah.html' title='AYO SAYANGI MUSHOLLA  (AYSYAH)'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-5895478699801239058</id><published>2011-03-18T14:29:00.000+07:00</published><updated>2011-03-18T14:29:42.257+07:00</updated><title type='text'>BERBAGI KURANGI PENDERITAAN KORBAN BENCANA ALAM</title><content type='html'>Gejala-gejala alam seperti gempa bumi, banjir, dan tsunami diartikan  sebagian besar oleh kita sebagai petaka. Musibah atau petaka diibaratkan  sebagai tamu yang kehadirannya sama sekali tidak pernah diharapkan.  Dalam Aquran kita temukan banyak ayat yang membicarakan fenomena alam  seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya, ayat-ayat yang bercerita perihal hari  kiamat. Seperti firman Allah dalam QS al-Zalzalah [99]: 1-2, "Apabila  bumi itu diguncang dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi juga pada  waktu itu mengeluarkan segala apa yang ada di dalamnya." Ayat tersebut  secara umum menceritakan ada dan betapa dahsyatnya gempa bumi yang  terjadi di penghujung hari akhir nanti, di samping juga mengabarkan  kepada kita bahwa gempa itu&lt;br /&gt;terjadi karena kuasa-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana  yang tidak kalah dahsyatnya selain gempa bumi adalah tsunami. Dalam  Alquran telah diceritakan bahwa petaka ini telah menimpa kaum Nabi Nuh  AS dengan bentuk banjir air bah yang sangat besar. Hal itu terjadi  tatkala umatnya telah berperilaku melampaui batas dan tidak mau  mengikuti apa yang telah Allah ajarkan melalui nabi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila  kita kembalikan kepada kehidupan kita sekarang ini, petaka atau musibah  yang terjadi sering kali membuat kita takut dan menimbulkan kegelisahan  yang berlebihan. Bahkan, melahirkan suatu penyakit yang membuat kita  lupa bahwa itu semua terjadi karena izin dan kehendak Allah SWT.&lt;br /&gt;Musibah,  apa pun bentuknya, itu adalah ujian bagi orang-orang beriman yang  datang dari Allah. Sejauh mana seorang hamba mampu bersabar hidup  pascaterjadinya bencana. Allah SWT berfirman dalam QS al-Baqarah [2]:  155, "Sungguh kami (Allah) akan benar-benar menguji kamu dengan sesuatu  yang berupa ketakutan dan kelaparan dan kekurangan dari harta benda,  kehilangan jiwa (orang yang kamu sayang), dan buah-buahan dan kabar  gembiralah bagi orang-orang yang sabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, musibah ini  tentunya berbeda bagi orang-orang yang ingkar dan kerap melakukan  maksiat kepada Allah. Musibah bagi mereka adalah teguran sekaligus azab  sebagai wujud kezaliman yang telah mereka lakukan. Karena kefasikan  itulah Allah mengazab mereka. Hal ini dipertegas oleh firman Allah SWT  dalam QS al-Isra [17]: 16, "Dan jika kami hendak membinasakan suatu  negeri, maka kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri  itu (agar menaati Allah), tetapi bila merajalela dan melakukan  kedurhakaan (di negeri itu), maka berlakulah perkataan (hukuman) kami,  kemudian kami benar-benar binasakan negeri itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat tanggap  dalam menghadapi berbagai macam persoalan kehidupan adalah penting,  apalagi jika itu berkaitan dengan musibah atau bencana yang menelan  banyak korban. Pada saat itulah nurani kita sebagai manusia dipanggil  untuk berbagi dan ikut merasakan penderitaan saudara kita yang sedang  dalam kesulitan. Tidak sekadar menonton pilunya tangisan mereka, tetapi  kita mesti mampu membaca pesan yang tersirat di balik bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca  bencana bagi rakyat adalah kesiapan untuk saling berbagi mengurangi  penderitaan yang ada. Membaca bencana oleh para pemuka agama adalah  menghibur mereka dari kesedihan. Sedangkan membaca bencana bagi seorang  pemimpin adalah sejauh mana ia mampu membangun dan menyediakan tempat  yang layak bagi para korban, mencegah terjadinya banyak korban dengan  evakuasi sedini mungkin. Wallahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-5895478699801239058?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/5895478699801239058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=5895478699801239058' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5895478699801239058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5895478699801239058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/03/berbagi-kurangi-penderitaan-korban.html' title='BERBAGI KURANGI PENDERITAAN KORBAN BENCANA ALAM'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-1354178217414742336</id><published>2011-03-11T16:07:00.000+07:00</published><updated>2011-03-11T16:07:55.060+07:00</updated><title type='text'>LEGENDA WUSHU WANG ZIPING</title><content type='html'>Seratusdelapanpuluh kilometer dari utara Kota Terlarang (Beijing saat  ini), terletak Changzhou, tempat tinggal suku Hui. Hui adalah suku  Muslim di Cina. Namun, selain Islam, ada hal yang menjadi kecintaan  anggota suku, yakni tradisi seni bela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum penemuan  senjata, Wushu merupakan alat utama pertempuran dan pertahanan diri di  Cina. Para pemimpon Hui selalu mendorong anggotanya mempelajari Wushu  sebagai 'kebiasaan suci' demi memperkuat disiplin dan keberanian untuk  memperjuangkan sekaligus bertahan di tanah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu  masjid-masjid, bagi suku Hui, bukan hanya tempat untuk beribadah, tapi  juga medan latihan bagi grandmaster untuk menempa dasar-dasar Wushu  kepada murid-murid yang antusias. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti banyak Hui yang lain,  Wang Ziping lahir di tengah keluarga miskin. Ayahnya bekerja sebagai  petinju bayaran. Saat masih bocah, Ziping menunjukkan keinginan kuat  belajar Wushu. Bela diri ini adalah identitas Hui. Tidak ada Hui--yang  saat itu hanya senilai upah garam--akan berani menjalani hidup tanpa  "Latihan Delapanbelas Pukulan Pertempuran" dan "Tinju Diagram Delapan"  melekat pada tubuh dan pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Wushu, Hui juga mendalami  ajaran Islam. Dengan demikian kehidupan Hui adalah campuran antara buruh  miskin, latihan keras dan spiritual mendalam. Kemampuan luar biasa  mereka dalam Wushu bukan sesuatu yang datang sekejap mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu  pula yang dialami Ziping. Di tengah pelajaran mengaji Al Qur'an, Ziping  juga harus mengangkat batu berat untuk membangun stamina, kekuatan dan  galian parit yang kian lama kiat luas begitu kemampuannya melompat  meningkat. Keseimbangan yang baik diasah dengan cara berbahaya. Zipping  ditanam dalam tanah. Saat itu pula Zipping membaca lantunan zikir. Kekuatan dan  keseimbangannya pun bertambah berlipat ganda. Konsentrasi yang biasa  dilakukan saat shalat sebagai tuntutan dalam Islam menjadi tulang  punggung sesolid batu bagi gerakan mengalir Wushu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklim di  Changzou cukup sejuk ketika musim panas, namun dingin saat musim salju.  Dalam bulan-bulan musim dingin salju jarang turun sehingga memungkina  latihan tetap digelar. Zipping berlatih dengan seluruh elemen untuk  membuat tangguh tubuhnya. Begitu ia menginjak usia 14 tahun, ia sudah  bisa melompat lebih dari 3 meter dari posisi berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang  bocah dengan tubuh setegap pria dewasa dan kualitas petarung itu tak  memiliki guru. Ayahnya yang keras kepala menolak memasukkan Zipping ke  sekolah Wushu. Setengah putus asa mencari guru dan teman, ia jatuh ke  dalam komunitas rahasia yang menyebut diri mereka "Jurus Kebenaran dan  Keharmonian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Wang Zipping memutuskan pergi dan  mengembara ke selatan Jinan, di mana ia menjadi musafir yang tinggal di  sebuah Masjid Besar. Dalam ruang utama masjid itulah, Zipping bertemu  pria seperti dirinya, seorang petinju. Ia bernama Yang Hongxiu,  grandmaster Wushu yang akhirnya menjadi gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Zipping pun  dengan serius mulai mempelajari gerakan burung dan mamalia, seperti  elang menukik menyambar mangsa, gerakan kelinci melintas padang rumput,  hingga lompatan jitu anjing menghindar dari bahaya. Ia menyerap semua  karakter gerakan itu kemudian menciptakan gayanya sendiri. Stamina dan  refleksnya yang kian berkembang, membuat Zipping tak hanya kuat tetapi  juga cepat--sebuah kombinasi mematikan dalam Wushu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang  dianggap Grandmaster ketika ia mampu menggunakan alat apa pun sebagai  senjata. Pengembangan kemampuan ini adalah seni sekaligus kebutuhan  dalam Wushu. Zipping, menjadi luar biasa fasih dengan semua senjata  utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sangat mahir terutama dalam melakukan Qinna, yakni  teknik sergapan yang dapat mengunci sendi dan otot-otot lawan dalam  persiapan melakukan serangan dahsyat; Shuaijiao.&amp;nbsp; Nama yang terakhir itu  adalah gaya bertarung tangan kosong yang menggabungkan prinsip Tai Chi,  Hard Qigong dan Teknik Meringankan Tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mendapat pengakuan  sebagai seniman bela diri yang utuh. Pada saat bersamaan ia juga pakar  dalam trauma tulang. Ia mengombinasikan pengetahuan mendalam dalam Qinna  dengan ketrampilang mengatur tulang. Akhirnya ia menemukan sistem  penyembuhan untuk cedera Wushu dan olahraga di utara Cina.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Legenda Klasik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah, ada yang asli dan juga sekedar mitos, yang telah  disematkan pada sosoknya. Namun yang selalu diulang adalah kisah satu  ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama melakukan praktek pengobatan di Jiaozhou, Jerman  ditugaskan untuk membangun rel kereta api dari kawasan itu menuju Jinan.  Proyek mercusuar itu adalah harga mahal yang harus dibayar setelah Ratu  Ci'xi gagal dalam pemberontakan tinju. Rel dibuat dengan yang tujuan  memperluas dan mengkokohkan kontrol Eropa atas daratan Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reputasi  Zipping bukannya tak diketahui oleh Jerman. Lebih cerdas dan berani  dari pada koleganya, para Jerman berupaya mempermainkannya. Seorang  petinggi militer Jerman bersiasat dengan menempatkan penggilingan batu  besar di depan stasiun rel kereta api dan menantang siapa pun untuk  mengangkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zipping yang tidak pernah bisa tahan dengan  penghinaan terhadap orang Cina, secara alami langsung gusar. Seperti  yang diharapkan Jerman, Zipping masuk perangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau saya bisa mengangkatnya," tanya Zipping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka gilingan itu menjadi milikmu," para Jerman menjawab dengan tampang mengolok-olok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bila saya gagal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka kamu harus membayar,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zipping  denga mudah mengangkan gilingan batu itu, meninggalkan para Jerman  tercengang-cengang. Seorang warga Amerika yang bekerja sebagai guru  fisika di tempat itu, menyaksikan aksi Zipping. Ia pun menantang duel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  berjabat tangan mengawali pertandingan, tiba-tiba si Amerika dengan  kuat memegang tangan Zipping dan berupaya membantingnya ke tanah.  Zipping secepat kilat menyapukan kaki ke bagian bawah tubuh lawannya dan  membuatnya ambruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena reputasinya, Zipping ditunjuk sebagai  kepala Divisi Shaolin di Institut Pusat Seni Bela Diri. Ia juga pernah  menjabat wakil presiden Asosiasi Whusu Cina, organisasi Wushu tertinggi  di CIna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memegang banyak gelar dan tanggung jawab, termasuk  konsultan sejumlah rumah sakit besar di penjuru Cina. Karirnya sebagai  pakar bela diri juga kian menajam setelah ia melakoni banyak duel dengan  orang asing. Ia selalu ingin membuktikan bahwa Cina bukan ras inferior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski  dalam usia senja, Zipping tak pernah kehilangan kekuatan dan  kecepatannya. Pada 1960 ketika ia menjadi pelatih dan direktur grup  pelajar Wushu yang menyertai perdana menteri saat itu, Zhou Enlai,  melawat ke Burma, ia diminta mendemonstrasikan kemampuannya. Di depan  tuan rumah ia menampilkan jurus dengan senjata luar biasa berat, Pedang  Naga Hitam. Dengan teknik tinggi, kemampuan dan semangat muda, tak  satupun orang berpikir ia telah berkepala delapan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-1354178217414742336?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/1354178217414742336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=1354178217414742336' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/1354178217414742336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/1354178217414742336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/03/legenda-wushu-wang-ziping.html' title='LEGENDA WUSHU WANG ZIPING'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-7839703509729059925</id><published>2011-03-04T17:05:00.001+07:00</published><updated>2011-03-04T17:05:26.073+07:00</updated><title type='text'>CINTA RASUL</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;KO&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;    &lt;w:UseFELayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="MsoNormal"&gt;Cerdas, bijaksana, berakhlak mulia. Dialah Muhammad saw. Rasul akhir zaman, pemberi peringatan, suri tauladan terbaik bagi umat manusia. Pembawa risalah penyempurna atas nabi-nabi yang terdahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah kekasih Allah, manusia yang terjaga dari kesalahan, sosok pribadi sempurna, figur terbaik yang pernah ada di dunia. Ia di kagumi, dicintai, sekaligus diikuti oleh umatnya yang beriman. Tidak heran apabila orang barat sendiri mengakui bahwa beliau merupakan tokoh yang paling berpengaruh di dunia. (Michael Hart, 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sangat mencintai umatnya, itu tercermin bahkan di saat-saat akhir hayatnya ia masih sempat mengucapkan umati….umati…(umatku…umatku…). Sesaat sebelumnya, beliau juga sempat bercakap-cakap dengan malaikat Jibril yang hendak mencabut nyawanya:“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang sangat lemah. Jibril pun menjawab “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, sorot matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” Tanya Jibril lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” Tanya Rasul. “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya,” Jawab Malaikat Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, betapa cintanya Muhammad kepada kita, sampai-sampai menjelang akhir hayatnya pun masih memikirkan umatnya. Meskipun begitu, memang tidak semua orang menyukainya.Ada juga orang-orang yang membencinya. Itulah kaum kafir yang tidak mau menerima kebenaran Islam. Yang mungkin telah dibutakan mata dan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika awal-awal dakwah beliau di Makkah, orang-orang kafir Quraysi juga sangat membenci Rasulullah Saw, bukan karena pola sikapnya, namun karena agamanya, karena ideologinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak rela agama nenek moyangnya diganti dengan Islam. Berbagai halangan, rintangan, tuduhan miring, bahkan sampai percobaan pembunuhan pernah dilakukan oleh mereka (kafir Quraysi) dalam merintangi dakwah Islam. Merekalah musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman: “Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.” (QS Al Furqaan: 31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dan kini, setelah beliau wafat pun, kedengkian orang-orang kafir itu tidak ada habisnya. Bahkan hingga kini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal itu tidaklah mampu melunturkan kemuliaan sosok Muhammad SAW. Ia tetaplah sang kekasih Allah, suri tauladan terbaik bagi manusia. Kita sangat mencintainya, melebihi cinta pada diri ini. Apapun bisa kita perbuat demi Allah dan Rasul-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-7839703509729059925?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/7839703509729059925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=7839703509729059925' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7839703509729059925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/7839703509729059925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/03/cinta-rasul.html' title='CINTA RASUL'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-6600333969854822970</id><published>2011-02-19T11:34:00.000+07:00</published><updated>2011-02-19T11:34:58.123+07:00</updated><title type='text'>AYESHA KIM THE MAIN OF KOREAN WOMAN</title><content type='html'>Dari namanya, orang akan tahu dari mana dia berasal. Ia sengaja tak  membuang Kim dari nama barunya, Ayesha, setelah masuk Islam. Kim adalah  identitas Koreanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ia dikenal sebagai "mercusuar" iman  untuk wanita Korea, dan khususnya bagi siswa perempuan negara itu. Dia  membimbing mereka menuju jalan Kebenaran Islam. Ia aktif berdakwah, dari  kampus ke kampus. Ia lebih menyukai pendekatan logika dalam mengajarkan  Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam pertama kali datang pada suaminya, Imam Mahdevoon,  yang kini ketua Persatuan Muslim di Korea Selatan. Perdebatan panjang  beralhir pada tekad, mereka berdua akan selalu bersama untuk melintasi  jalan Kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah mampu menemukan kebenaran di  tengah-tengah perang dahsyat yang berkobar ketika ia memilih Islam untuk  agamanya. Ia mengadopsi nama Ayesha Islam setelah nama istri mulia  Rasulullah SAW. Dia berpikir bahwa akan menjadi sumber berkat bagi  dirinya. "Serangan misionaris di Korea sangat gencar, saya nyaris  berbelok sebelum dalam Islam yang saya menemukan kebenaran yang saya  yakini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya tentang keterlibatan awal dirinya dengan  Islam, ia pertama diam dan memejamkan mata, seolah-olah dia berusaha  mencari sesuatu yang tersembunyi dalam relung hatinya. Setelah beberapa  saat terdiam, ia melanjutkan, ia ingin ketenangan dalam hidup. Suaminya,  telah lebih dulu berislam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kebenaran suara hati saya mendorong saya bahwa ada satu-satunya cara untuk mencapai Kebenaran," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  waktu yang sama pecah Perang Korea yang memaksanya untuk berpindah  sampai ke pelabuhan Pusan. Ia makin merenungi makna hidup. "Akhirnya  saya berkata pada suami saya bahwa "oke, saya akan masuk Islam" setelah  saya melihat, memang Islamlah satu-satunya benteng untuk menyelamatkan  diri kita sendiri serta masyarakat," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang keterlibatannya dalam dunia dakwah, tak lepas dari persinggungannya dengan Omar Kim, mualaf Korea pada tahun 1950-an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia  telah memeluk Islam secara terbuka. Sebelum meninggal dia pernah  berpesan, tepatnya mendesak kami, untuk menyebarkan pesan-pesan Islam  dan mengundang orang untuk menerima Islam," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai  perang, ia melaksanakan amanah Kim. Ia mendatangi keluarga korban dan  menguatkan. Beberapa tertarik masuk Islam, beberapa lagi tetap menganut  agama lamanya, namun hubungan mereka tetap terjalin hingga  bertahun-tahun kemudian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ini, dia mengarahkan perhatian  terhadap anak-anaknya. Dia berkata, "Saya hanya memiliki dua anak  perempuan saya menahan kesulitan tentang mereka. Tapi saya menyadari  bahwa setelah semua ini, kebenaran yang bicara." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dia  ceritakan, adalah anak sulungnya. Ingin "merdeka", ia menolak segala  bentuk campur tangan orang tuanya. Namun di usia 25 tahun, ia menerima  berita lain, "Hati saya tenang bila mendengar Alquran dibacakan. Tapi  saya akan mencari informasi yang maksimal tentang Islam sebelum  memutuskan (untuk bersyahadat atau tidak)," ia menirukan omongan  anaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa waktu, dia juga menerima Islam.  Namanya diubah dari Yoong menjadi Jamila. Dia menikah dengan seorang  Muslim Korea. "Putri saya yang lebih muda menerima Islam pada usia 20.  Dia juga menikah dengan seorang Muslim Korea. Dia tinggal di Korea di  dekat kami."&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Ia tenang, mempunyai sandaran yang bisa  diandalkan. "saya telah mempercayakan seluruh persoalan kepada Allah.  Anggota keluarga yang lain belum Muslim, tapi saya telah mempertahankan  hubungan ini tetap harmonis sesuai dengan prinsip-prinsip Islam,"  ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kini aktif berdakwah di kalangan wanita Korea. "Saya  telah mendorong banyak wanita Korea untuk menerima Islam, saya telah  membuat mereka memahami bagaimana Islam melindungi hak-hak bersama  pasangan yang telah menikah, dan bagaimana Islam menyediakan dasar untuk  kehidupan keluarga.. Segala puji bagi Allah, saya telah berhasil  membimbing sejumlah besar wanita ke jalan Kebenaran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha ini  bukannya tanpa rintangan. "Kesulitan lain adalah bahwa gadis-gadis yang  baru menjadi Muslim harus tinggal di sebuah masyarakat di mana agama  mayoritas memiliki otoritas. Untuk alasan ini, dalam rangka menjaga  semangat gadis-gadis ini, adalah penting untuk mengatur pertahanan yang  efektif. Pertahanan itu datang hanya melalui lembaga pendidikan Muslim. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  bersyukur, para mualaf Korea cukup istikamah. Mereka umumnya juga  menjadi pendakwah baru, seperti dirinya. Mereka juga terus didorong  untuk aktif melakukan kegiatan sosial. "Itulah sesungguhnya inti pesan  Islam, menjadi rahmat bagi siapa saja di sekelilingnya," ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-6600333969854822970?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/6600333969854822970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=6600333969854822970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6600333969854822970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/6600333969854822970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/02/ayesha-kim-main-of-korean-woman.html' title='AYESHA KIM THE MAIN OF KOREAN WOMAN'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-1342225966725577941</id><published>2011-02-16T20:13:00.000+07:00</published><updated>2011-02-16T20:13:27.863+07:00</updated><title type='text'>RUMAH SAKIT DALAM SEJARAH ISLAM</title><content type='html'>Kemajuan bidang medis memicu perkembangan lebih jauh. Tak melulu karya  dan pemikiran yang berserak. Namun, pada akhirnya muncul sebuah  institusi berupa rumah sakit. Keberadaan rumah sakit selain berfungsi  sebagai pusat pelayanan kesehatan juga menjadi sentra pengembangan ilmu  medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah sakit yang representatif paling awal dibangun di  Baghdad, Irak pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah. Tepatnya, ketika  Harun al-Rasyid (786809) menjadi khalifah. Rumah sakit dikenal dengan  sebutan bimaristan atau maristan. Bangunan rumah sakit di Baghdad besar  dan megah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancang bangunnya menjadi acuan bagi rumah sakit  lainnya yang baru didirikan di wilayah Islam. Gambaran mengenai rumah  sakit di Baghdad disampaikan oleh sejarawan Muslim terkemuka al-Jubair.  Ia mengunjungi Baghdad pada 1184 Masehi. Menurutnya, perlengkapan rumah  sakit sangat memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ia mengungkapkan, kemegahannya tak  kalah dengan istana khalifah. Kebutuhan air bersih di rumah sakit  disalurkan langsung dari Sungai Tigris. Pada masa selanjutnya, umat  Islam membangun sejumlah rumah sakit besar dan terintegrasi. Maksudnya,  rumah sakit itu mampu memberi pelayanan pengobatan beragam jenis  penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, terdapat fasilitas rawat inap, ruang  penyimpanan dan pelayanan obatobatan, tempat pendidikan bagi dokter dan  tenaga medis, perpustakaan, bahkan menjadi pusat pengembangan ilmu serta  praktik kedokteran. Sebagian besar rumah sakit Islam berkonsep modern  sudah memiliki standar semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, rancang  bangun dan tata letak ruangan rumah sakit menjadi penting untuk dapat  mengakomodasi seluruh fungsi tadi. Beberapa ruangan khusus melengkapi  sarana yang ada. Hal itu diungkapkan dalam buku History of the Arabs. Si  penulis buku, Philip K Hitti, menyebut rumah sakit Islam mempunyai  ruangan khusus perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiri pula gudang obat yang menyatu  dengan bangunan rumah sakit. "Beberapa di antaranya dilengkapi  perpustakaan kedokteran. Rumah sakit juga menawarkan kursus pengobatan,"  urai Hitti. Gambaran yang hampir sama tercantum dalam artikel berjudul  "Islamic Culture and the Medical Arts" pada laman National Library of  Medicine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel tersebut menggambarkan, rumah sakit yang  didirikan umat Islam di Suriah maupun Mesir sepanjang abad ke-12 dan  ke-13 juga memiliki setidaknya empat bangsal besar. Ruangan lain  berukuran tidak terlampau luas, seperti ruang untuk dapur, gudang,  apotek, tempat istirahat staf, dan perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap bangsal  biasanya dilengkapi pancuran air bersih untuk minum atau mandi. Rumah  sakit menerapkan pemisahan bangsal pasien perempuan dan laki-laki. Juga  bangsal untuk pasien berpenyakit menular dirawat di ruangan terpisah  dari pasien lain. Selain itu, ada pula ruang khusus bagi pasien penyakit  mata dan disentri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada area khusus yang digunakan  sebagai ruangan operasi dan ruang perawatan pasien gangguan jiwa. Kamar  mandi dengan pasokan air memadai tersedia pada beberapa bagian rumah  sakit. Para pengelola rumah sakit sangat memerhatikan unsur kebersihan  sehingga tidak membiarkan kamar mandi dalam keadaan kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah  rumah sakit milik pemerintah memiliki laboratorium guna meracik beragam  obat. Tak jarang, pusat farmasi ini sanggup memproduksi obat-obatan  dalam skala besar. Sebagian besar obat diberikan untuk pasien rumah  sakit dan sebagian lagi disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi  mengagumkan ketika rumah sakit menjadi tempat pendidikan, tempat  menempa mahasiswa kedokteran dan perawat, serta pengembangan kajian  medis. Ada pula ruangan yang digunakan sebagai tempat belajar-mengajar.  Tradisi itu mulai berlangsung pada masa Khalifah al-Ma'mun serta  al-Mu'tashim, dan masih ada di era Seljuk dan Usmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Rumah  Sakit Bursa yang berdiri di dekat istana Sultan Yildirim, dibuka sekolah  kedokteran. Di rumah sakit itu, di samping ada ruang belajar, ada pula  ruangan pengajar yang juga para dokter senior. Perpustakaan besar yang  menyimpan bermacam naskah ilmiah medis turut melengkapi sarana  pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah sakit lain yang membuka fasilitas pelatihan  kedokteran yakni RS al-Nuri di Damaskus, Suriah dan RS Marakesh di  Maroko. Ruangan yang sangat penting dan selalu ada di rumah sakit Islam  adalah masjid atau tempat ibadah. Fasilitas tersebut memudahkan pasien  dan pengunjung dalam menunaikan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak heran, ruangannya  cukup besar dan bisa menampung banyak jamaah. Selain itu, dalam artikel  berjudul "The Beginning of the Islamic Hospitals" pada laman  muslimheritage menuturkan, di sana dibangun pula gereja bagi pengunjung,  pasien, maupun tenaga kesehatan yang beragama Nasrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manajemen  rumah sakit menyediakan ruang tunggu bagi pengunjung. Sarana penunjang  lainnya adalah aula, klinik pasien rawat jalan dan penyakit ringan, juga  dapur. Dan yang membanggakan, seluruh pelayanan dan sarana itu dapat  dinikmati oleh pasien tanpa dipungut biaya sepeser pun. Ilmuwan Hossam  Arafa dalam tulisan berjudul "Hospital in Islamic History" mengatakan,  karakteristik rumah sakit Islam adalah melayani pasien tanpa memandang  asal usul, etnis, suku, maupun agama. Semua berhak menerima perawatan  medis tanpa perlu membayar biaya layanan rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana yang  dibutuhkan untuk memberikan layanan pengobatan, perawatan, hingga biaya  operasional rumah sakit sepenuhnya berasal dari dana wakaf. Umat Muslim  dan penguasa mewakafkan sebagian harta mereka untuk kepentingan sosial  dan agama. Pada masa itu, dana wakaf yang terkumpul cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana  wakaf tersebut lebih dari cukup untuk membiayai pembangunan serta  operasional rumah sakit. Sebagian anggaran negara juga didistribusikan  ke rumah sakit, terutama untuk pemeliharaan peralatan dan penyediaan  obat-obatan. Karena itulah, rumah sakit bisa beroperasi secara maksimal  dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pasien. Konsep dan rancang  bangun rumah sakit modern milik umat Muslim ini dijadikan model bagi  rumah sakit-rumah sakit yang didirikan di Eropa beberapa abad kemudian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-1342225966725577941?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/1342225966725577941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=1342225966725577941' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/1342225966725577941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/1342225966725577941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/02/rumah-sakit-dalam-sejarah-islam.html' title='RUMAH SAKIT DALAM SEJARAH ISLAM'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3158876427120604270</id><published>2011-02-15T14:04:00.000+07:00</published><updated>2011-02-15T14:04:05.076+07:00</updated><title type='text'>MESIR DAN IPTEK</title><content type='html'>Ilmuwan Mesir, Prof Dr Zagloul Mohamed El-Naggar, mengatakan semakin  maju ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), semakin terungkap pula  keajaiban kitab suci Alquran. "Alquran bukan buku ilmu pengetahuan. Tapi  ayat-ayatnya mengenai alam semesta (kauniyah) kini terbukti dalam  penemuan-penemuan ilmiah di abad modern ini," kata Prof Naggar dalam  ceramahkanya di Aula Harun Nasution, Universitas Islam Negeri (UIN)  Syarif Hidayatullah, Jakarta, Kamis. Pakar ilmu bumi (geologi) tersebut mengupas beragam penemuan ilmiah  mengenai alam semesta yang mengamini hakekat kebenaran Alquran. Sebagai  contoh, ayat 6 Surat Al Thur, "Al Bahrul Masjur" (Demi laut yang --di  dalam tanah bawah laut itu-- ada api). "Terbukti secara ilmiah oleh para  ahli geologi dan ilmu kelautan bahwa dasar semua samudera dipanasi oleh  jutaan ton magma yang keluar dari perut bumi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  peraih doktor geologi lulusan Universitas Wales, Inggris pada 1963 itu,  magma tersebut keluar melalui jaringan rengkahan raksasa yang secara  total merobek lapisan litosfir dan sampai ke lapisan astenosfir. "Para  ilmuwan yang jujur akan kagum melihat kepeloporan Al Quran dan  hadis-hadis Nabi terkait petunjuk tentang fakta-fakta ilmiah bumi, yang  baru dapat dibuktikan pada akhir abad ke-20 seiring dengan kemajuan  iptek," kata ilmuwan yang telah menghafal semua 30 juz Alquran saat ia  berusia sepuluh tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ilmiah lain, katanya, yaitu ayat  15 dan 16 Surat At Takwir: "Fala Uqsimu bil khunnas. Al Jawaril Kunnas"  (Aku bersumpah dengan bintang-bintang yang tak tampak. Yang bergerak  sangat cepat). Prof Naggar menjelaskan, para ulama dahulu menafsirkan  ayat tersebut secara metaforis, namun para ahli astronomi pada akhir  abad 20 menemukan fakta ilmiah, yaitu apa yang disebut Black Hole  (Lubang Hitam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Black hole adalah planet yang ditandai dengan  densitas yang tinggi dan gravitasi yang kuat, tempat zat dan semua  bentuk energi termasuk cahaya tidak mungkin lepas dari perangkapnya.  Disebut lubang hitam karena ia sangat gelap tak terlihat, dengan  kecepatan geraknya diperkirakan mencapai 300 ribu km per detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Black  holes dianggap sebagai fase tua kehidupan bintang, yang didahului  ledakan dan zatnya kembali menjadi nebula. "Fakta ini baru terungkap  pada akhir abad 20, yakni 14 abad setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW,"  kata Prof Naggar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-3158876427120604270?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/3158876427120604270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=3158876427120604270' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3158876427120604270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/3158876427120604270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/02/mesir-dan-iptek.html' title='MESIR DAN IPTEK'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-5822136539411217959</id><published>2011-02-04T15:08:00.000+07:00</published><updated>2011-02-04T15:08:20.795+07:00</updated><title type='text'>RUTE PERJALANAN HIJRAH RASULULLAH SAW</title><content type='html'>Ketika berbagai cobaan dan ujian silih berganti dialami umat Islam,  Rasulullah SAW memerintahkan kaum Muslimin untuk segera berhijrah ke  Yatsrib. Perihal tempat untuk hijrah ini, Allah SWT telah memberitahukan  Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku berjudul Muhammad: Kisah Hidup Nabi  Berdasarkan Sumber Klasik, Martin Lings mengungkapkan, Nabi SAW sudah  mengetahui bahwa Yastrib adalah lahan subur di antara dua jalur  batu-batu hitam yang beliau lihat dalam mimpinya. Beliau juga tahu bahwa  tibalah waktunya untuk hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Dr Ahzami Samiun  Jazuli dalam bukunya mengenai Hijrah dalam Pandangan Al-Quran  menuliskan, Imam Muslim mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda, “Aku melihat  dalam tidur bahwa aku berhijrah dari Makkah menuju suatu tempat yang  banyak terdapat pohon kurma. Aku mencoba menebak apakah itu Yamamah atau  Hajar? Namun, ternyata, itulah Kota Yatsrib.” (Shahih Muslim: 2272).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul  pun memerintahkan para sahabatnya untuk segera berhijrah, baik secara  sendiri-sendiri maupun berkelompok. Adapun Rasul SAW, rencananya akan  menyusul setelah semua umat Islam berhijrah ke Madinah. Sebab, Rasul  mengetahui, yang dimusuhi oleh kaum kafir Quraisy adalah diri beliau,  dan bukan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Quraisy pun menyiapkan strategi  untuk melakukan penangkapan terhadap Rasul SAW. Namun, rencana kaum  Quraisy ini diketahui oleh Nabi SAW. Saat itu, Rasulullah sendiri memang  masih tinggal di Makkah dan kaum Muslim sudah tidak ada lagi yang  tinggal, kecuali sebagian kecil. Sambil menunggu perintah Allah SWT  untuk berhijrah, Nabi SAW menemui Abu Bakar dan memberitahukannya untuk  bersiap hijrah ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan, katakanlah, Ya Tuhanku,  masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku  secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau  kekuasaan yang menolong.”(Al-Isra [17]: 80).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah,  sebagaimana dipaparkan Muhammad Husain Haekal dalam bukunya Hayatu  Muhammad (Sejarah Hidup Muhammad), dimulainya kisah yang paling  cemerlang dan indah yang pernah dikenal manusia dalam sejarah pengejaran  yang penuh bahaya demi kebenaran, keyakinan, dan keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  mengelabui kaum Quraisy, Rasulullah memutuskan akan menempuh jalan lain  (rute yang berbeda) dari jalur yang biasa digunakan penduduk Makkah  untuk menuju Madinah. Rasulullah SAW memutuskan akan berangkat bukan  pada waktu yang biasa. Padahal, Abu Bakar sudah menyiapkan dua ekor unta sebagai kendaraan  yang akan dipergunakan Nabi SAW pada saat berhijrah. Hijrah ini  dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan dakwah dan akidah Islam serta  kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rute yang ditempuh Rasul itu adalah setelah keluar  dari rumah beliau, jalan yang ditempuh adalah Gua Tsur, berjarak  sekitar 6-7 kilometer di selatan Makkah. Sedangkan Madinah berada di  sebelah utara Makkah. Langkah ini diambil untuk mengelabui kafir  Quraisy. Di Gua Tsur ini, Rasulullah dan Abu Bakar tinggal selama kurang  lebih tiga hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, beliau mengambil jalur ke arah  barat menuju Hudaibiyah, arah sebelah timur desa Sarat. Kemudian, menuju  arah Madinah dan berhenti di sebuah kawasan di al-Jumum dekat wilayah  Usfan. Lalu, bergerak ke arah barat dan memutar ke perkampungan Ummul  Ma'bad dan berhenti di wilayah Al-Juhfah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, beliau  menuju Thanniyat al-Murrah, Mulijah Laqaf, Muwijaj Hujaj, Bath Dzi  Katsir, hingga tiba di Dzu Salam. Di sini, beliau memutar ke arah barat  sebelum meneruskan ke arah Madinah dan berhenti di daerah Quba. Di  sinilah beliau mendirikan Masjid Quba, yaitu Masjid pertama yang  didirikan Rasul SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dari Quba, atau sekitar satu  kilometer dari Quba, beliau bersama umat Islam lainnya, melaksanakan  shalat Jumat. Untuk memperingati peristiwa itu, dibangunlah masjid di  lokasi ini dengan nama Masjid Jumat. Setelah itu, barulah Rasul SAW  menuju Madinah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-5822136539411217959?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/5822136539411217959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=5822136539411217959' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5822136539411217959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/5822136539411217959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/02/rute-perjalanan-hijrah-rasulullah-saw.html' title='RUTE PERJALANAN HIJRAH RASULULLAH SAW'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-29643591852927386</id><published>2011-02-03T09:38:00.000+07:00</published><updated>2011-02-03T09:38:14.112+07:00</updated><title type='text'>JADILAH PEMIMPIN YANG SELALU PEDULI KEPADA RAKYAT</title><content type='html'>Saat menjadi khalifah, setiap malam Umar bin Khattab selalu berkeliling  untuk melihat lebih dekat bagaimana kondisi masyarakat yang sebenarnya.  Dari pemantauannya itu, semakin terbuka mata, hati, dan telinga sang  khalifah untuk bergerak cepat menanggapi realitas yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar  adalah kata kunci dari suatu keberhasilan, hatta dengan kepemimpinan.  Keberhasilan Umar bin Khattab sebagai figur pemimpin saleh adalah karena  beliau belajar untuk memfungsikan mata, hati, dan telinga dengan  sebenarnya. Tidak tabu dan alergi pada kritikan dari siapa pun, bahkan  dari rakyat jelata sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari sang khalifah menyamar,  lalu menghampiri seorang ibu yang anaknya kelaparan. Yang didapat Umar  justru kata-kata pedas untuknya. "Sungguh zalim Umar bin Khattab karena  membiarkan rakyatnya kelaparan!" Marahkah Umar? Ternyata tidak. Di lain  waktu, bahkan Umar sangat berterima kasih kepada seorang pemuda yang  mengacungkan pedang seraya berkata, "Apabila Umar bin Khattab  menyimpang, pedang ini yang akan meluruskannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritikan seorang  ibu yang anaknya kelaparan dan seorang pemuda kepada Umar adalah wujud  kecintaan mereka terhadap pemimpinnya. Tidak tebersit sedikit pun dari  benak Umar bahwa orang-orang yang mengkritiknya bermaksud  menjatuhkannya. Umar sadar, sebagai seorang pemimpin harus ada  orang-orang yang selalu mengingatkannya apabila dia menyimpang, dan  berbagai kritikan yang dialamatkan kepadanya adalah cambuk untuk berbuat  yang lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Para pemimpin kita di level apa pun  sebenarnya mampu menunaikan tugasnya dengan baik selama mereka mau  belajar dari perjalanan dan kesuksesan pemimpin-pemimpin saleh. Salah  satunya Umar bin Khattab, bagaimana kepribadiannya, kesehariannya, dan  tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin. Terkecuali, para pemimpin  kita sudah buta mata, hati, telinga, dan tidak mau belajar bagaimana  mengayomi, melaksanakan tanggung jawab, dan memenuhi hak-hak masyarakat  dari para pemimpin sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kenyataannya seperti itu,  alamat kehancuran tinggal menunggu waktu, dan rakyat pun tidak bisa  disalahkan apabila kemudian melakukan perlawanan untuk menegakkan  kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Suatu kezaliman besar manakala  seorang pemimpin hanya memenuhi nafsu duniawi, mementingkan kebutuhan  pribadi, keluarga, kerabat, dan mengabaikan kepentingan publik. Hati dan  telinganya tidak pernah digunakan untuk memahami dan mendengarkan apa  yang menjadi keluh kesah, penderitaan, dan&amp;nbsp; kebutuhan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih  ada waktu. Mudah-mudahan para pemimpin kita mau belajar dan lebih  mementingkan urusan masyarakat daripada pribadi dan golongannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-29643591852927386?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/29643591852927386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=29643591852927386' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/29643591852927386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/29643591852927386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/02/jadilah-pemimpin-yang-selalu-peduli.html' title='JADILAH PEMIMPIN YANG SELALU PEDULI KEPADA RAKYAT'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-4285559494860070967</id><published>2011-01-26T20:46:00.000+07:00</published><updated>2011-01-26T20:46:00.569+07:00</updated><title type='text'>MARI DIDIK BUAH HATI DENGAN HATI</title><content type='html'>"Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah  atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.  Tidak ada per ubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus,  tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS ar-Ruum [30] : 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan,  galibnya bertujuan sangat mulia, yaitu membentuk manusia menjadi  pribadi yang kuat, berkarakter khas, dan akhlak mulia. Dalam konteks  Indonesia, tujuan dan fungsi pendidikan telah dirumuskan dengan indahnya  dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan  Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga poin pertama tujuan itu adalah membentuk peserta  didik menjadi insan yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Namun  kenyataannya, tujuan indah itu terdistorsi menjadi bersifat sangat  materialistik-sekularistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta didik seolah-olah segera  melupakan semua petuah guru tentang nilai-nilai kebajikan dan norma  agama begitu mereka lulus dari lembaga pendidikan formal. Tidak ada lagi  yang tersisa dari nilai dan norma itu kecuali hanya sedikit, karena  mereka harus berjibaku dengan kerasnya kehidupan. Inilah hidup mereka  yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, mereka harus keluar sebagai pemenang atau  setidaknya tidak terpental dari orbit yang normal, lalu menjadi  pecundang. Menarik sekali bila kita cermati akhirakhir ini, banyak  petinggi negeri ini yang bicara tentang mendesaknya pelaksanaan  pendidikan karakter dan budi pekerti (akhlak mulia) di sekolah dan  kampus. Ini bisa dimengerti karena kita mendapati kenyataan betapa hasil  pendidikan kita telah melenceng jauh dari yang dicita-citakan. Kita  sedih bila melihat atau mendengar berita tentang buruknya perilaku para  pelajar atau mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tawuran, terlibat narkoba, bahkan melakukan seks bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati  kita semakin miris saat mengetahui wajah dunia pendidik an kita juga  ikut dicoreng oleh ulah segelintir oknum pendidik yang berperilaku tidak  terpuji. Sesungguhnya pendidikan karakter dan akhlak mulia harus  dimulai dari para pendidik. Mereka harus menjadi contoh dan teladan bagi  para peserta didik dalam tutur kata dan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang  perlu juga diingat, bicara tentang pendidikan karakter dan akhlak mulia  tidak lain bicara soal hati. Dan tidak ada yang mengerti soal hati  kecuali Allah, Tuhan yang menciptakan manusia. Hanya firman Allah yang  bisa menyentuh dan menyinari hati dengan cahaya kebenaran dan petunjuk.  Sehingga, manusia kem bali kepada fitrah insaniah yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar  tujuan pendidikan tercapai dan fungsinya juga terealisasi dalam  kehidupan praktis, masyarakat Indonesia--yang mayoritas Muslim  ini--harus menengok Alquran. Sebab, di sanalah melimpah-ruah `makanan'  bagi hati anak-anak didik kita. Pendidikan karakter dan akhlak mulia,  baru bisa berhasil bila menjadikan Alquran sebagai pedoman  operasionalnya dan perilaku Nabi Muhammad SAW sebagai landasan etikanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa itu, rasanya kita seperti meraba dalam ruangan luas yang gelap gulita. Wallahu a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/978925391833163569-4285559494860070967?l=ende-islam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ende-islam.blogspot.com/feeds/4285559494860070967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=978925391833163569&amp;postID=4285559494860070967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/4285559494860070967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/978925391833163569/posts/default/4285559494860070967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ende-islam.blogspot.com/2011/01/mari-didik-buah-hati-dengan-hati.html' title='MARI DIDIK BUAH HATI DENGAN HATI'/><author><name>www.ende-islam.co.id</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-978925391833163569.post-3167510222180422882</id><published>2011-01-17T21:43:00.000+07:00</published><updated>2011-01-17T21:43:34.146+07:00</updated><title type='text'>SUNGGUH PILIHAN YANG COOL</title><content type='html'>Ia masih kerap dipanggil dengan nama lahirnya, Elizabeth. Walau kini, ia  telah mengganti semua dokumen resminya menjadi Safia Al-Kasaby,  identitas barunya setelah menjadi seorang Muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita dia  berpindah agama sempat menuai kontroversi di Amerika Serikat. Maklumnya,  banyak hal yang tak nyambung mengapa kemudian dia menjatuhkan pilihan  keyakinannya pada Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak nyambung? Ya. Safia, 43 tahun,  adalah keturunan Yahudi dan Puerto Rico. Kakeknya adalah korban  Holocaust yang kemudian melarikan diri ke Puerto Rico. Mereka  bersembunyi di sebuah rumah ibadah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga&amp;nbsp; mantan sersan&amp;nbsp;  pertama dalam Angkatan Udara AS. Dan, ini dia, Safia kehilangan delapan  kerabat - satu paman dan tujuh sepupunya - dalam serangan 11 September  yang mendudukkan Muslim sebagai "tersangka" pada 2001. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  bagi Safia, semua sambung-menyambung. Justru setelah duka Tragedi 11  September, ia mencari tahu tentang Islam. Dalam dirinya tumbuh keyakinan  semakin Islam disudutkan di AS, ia merasa adalah yang salah di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya  tidak peduli siapa yang melakukannya," ujarnya. "Saya hanya peduli  kenapa Islam tiba-tiba dibenci. Saya tidak pernah 
